Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Warga Ikut Salat dan Amati Gerhana Matahari Hibrida di Kepanjen

Redaksi by Redaksi
April 20, 2023 3:02 pm
in Peristiwa
Warga Kepanjen, Kabupaten Malang, antusia melihat gerhana matahari.

Warga Kepanjen, Kabupaten Malang, antusias melihat gerhana matahari. Foto/Bayu Eka

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Fenomena gerhana matahari hibrida yang muncul 400 tahun sekali menarik antusiasme warga Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Kepanjen.

Sekitar 100 orang warga mengikuti salat gerhana matahari sekaligus mengamati peristiwa langka ini di Masjid Baiturrahman, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (20/4/2023).

READ ALSO

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Bahkan, Bupati Malang, Sanusi turut hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, ini pertama kalinya ia mengikuti salat gerhana matahari. “Iya, di Pemkab Malang memang baru ini (salat gerhana matahari),” ujar Sanusi kepada awak media.

Kegiatan salat dan pengamatan gerhana matahari hibrida ini digagas oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Malang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang. Mereka juga menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates.

Gerhana matahari yang terjadi pada Kamis 20 April 2023. Foto/Bayu Eka

Gerhana matahari hibrida di Kecamatan Kepanjen berlangsung selama kurang lebih 2 jam 54 menit. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates, Mamuri menjelaskan bahwa proses kontak awal gerhana dimulai pada pukul 09.27 dan lepas kontak pada pukul 12.22. Sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 10.55.

“Setelah puncaknya pada pukul 10.55, bayangan bulan mulai pelan-pelan meninggalkan (matahari),” ujarnya.

Bupati Malang, Sanusi, bersama warga menggelar salat gerhana. Foto/Bayu Eka

Gerhana matahari hibrida berarti ada sebagian wilayah yang bisa melihatnya sebagai gerhana matahari total dan sebagian lain gerhana matahari cincin.

Menurut Mamuri, di sebagian besar wilayah Indonesia, peristiwa ini terlihat sebagai gerhana matahari sebagian. Hanya di wilayah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua yang bisa melihat gerhana total.

“Tapi untuk di Indonesia, tidak bisa melihat gerhana cincin. Yang bisa melihat gerhana cincin hanya di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia,” kata Mamuri.

Di tahun 2023 ini, Mamuri menyebut ada empat gerhana yang terjadi di Indonesia. Pertama adalah gerhana matahari hibrida, kemudian gerhana matahari cincin yang akan terjadi di bulan Oktober, dan dua gerhana bulan.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: berita malangBerita Malang TerkiniGerhana MatahariGerhana Matahari HibridaMatahariWarga Kepanjen

Related Posts

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag atau biasa dipanggil Ahmad Inung.

Lebaran Bersama Muhammadiyah dan NU

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.