Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Wamen Dikti RI Sambangi AIPNEMA di Malang, Kesejahteraan Perawat Jadi Bahasan

Redaksi by Redaksi
Desember 12, 2024 7:02 pm
in Pendidikan, Sambung Dulur, Tekno dan Gadget
Wamen Dikbud Prof. Fauzan saat berpidato di hadapan para anggota AIPNEMA. Foto: Azmy

Wamen Dikbud Prof. Fauzan saat berpidato di hadapan para anggota AIPNEMA. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamen Dikti), Prof. Fauzan, turut hadir dalam Rapat Kerja Tahunan 2024 dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah Aisyiyah (AIPNEMA) di Malang, Kamis (12/12/2024).

Dalam pertemuan itu juga membahas kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes) atau perawat di Indonesia yang masih jauh dari kata layak.

READ ALSO

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

BPJS Ketenagakerjaan dan Kampus UB Bangun Ekosistem Perlindungan Sosial untuk Mahasiswa dan Dosen

Hal ini disampaikan Ketua AIPNEMA, Dr. Mundakir, M.Kep bahwa tidak bisa disangkal, gaji perawat di beberapa daerah di Indonesia hanya berkisar di angka Rp300-500 ribu setiap bulan. Ini menjadi ironi di tengah gembar-gembor bahwa Indonesia kekurangan nakes.

Baca Juga: Dikenal Sosok yang Peduli Pendidikan, Gen Z Kota Batu Bulat Pilih Nurochman-Heli

Faktanya, jumlah lulusan keperawatan ini justru dihadapkan dengan realita sulitnya mencari pekerjaan. Ia berharap Wamen Dikti memberi perhatian akan hal ini.

”Mungkin yang tidak beres itu pada distribusinya, barangkali pemerintah bisa membuat skema beasiswa, hibah dan paling penting adalah insentif yang layak,” jelasnya.

Insentif yang tidak layak ini membuat para lulusan ini tidak berani mengambil peluang kerja di luar daerah. Dengan begitu, permasalahan distribusi nakes di Indonesia ke depan tidak hanya terpusat di Jawa saja.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Pendidikan, Nomor 5 Bikin Hati Terenyuh

”Tapi banyak yang tidak mengambil peluang ini. Mereka lebih memilih kerja di kotanya sendiri, meski gajinya pas-pasan,” ujarnya.

Hanya saja, sebenarnya kata dia, lulusan masih punya peluang untuk mengambil kesempatan bekerja di luar negeri. Sebagai contoh, seperti di Timur Tengah hingga Jepang. Faktanya, kebutuhan nakes di luar negeri juga terbuka lebar.

Sebab itu, ke depan pihaknya akan menggenjot suatu program untuk mendorong peningkatan kualitas kemampuan mahasiswa keperawatan dalam berbahasa asing.

”Soal skill dan minat luar negeri terhadap perawat Indonesia sangat bagus, PR-nya nanti tinggal push di bahasa saja,” katanya.

UMM sendiri telah melakoni skema distribusi mengirim tenaga perawat ke luar negeri. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Yoyok Bekti Prasetyo mengatakan lulusan perawat dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang bekerja di luar negeri jumlahnya masih sekitar 500 orang.

“Kalau di angka 500 perawat yang kita hasilkan ke luar negeri seperti ke Timur Tengah, itu ada Uni Emirate Arab, Arab Saudi, terus yang Asia di Jepang, kalau yang ke Eropa itu ada yang di Jerman. Paling banyak di Filipina,” katanya.

Sementara, Wamen Dikti Prof Fauzan menuturkan bahwa tantangan besar harus dihadapi oleh perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) ke depannya. Sebab itu, ia menekankan kekhususan dalam pengelola keperawatan ini.

”Kalau tidak berinovasi, maka akan mati. Harus ada perubahan pada aspek fundamental atau mindset dalam mengembangkan perguruan tinggi,” kata Fauzan.

Fauzan menekankan mahasiswa perlu diberikan skill/kemampuan, batin dan kepekaan hingga mindset kolaborasi . Misalnya, bisa mendirikan klinik kesehatan bekerja sama dengan investor. Ini akan membawa kemudahan nasib bagi mahasiswa.

Ia menambahkan PTMA juga perlu memberikam kepastian masa studi S1 Keperawatan. Lebih dari itu, ujungnya adalah memberi jalan lebar bagi mereka untuk terserap ke dunia kerja.

“Itu bisa diciptakan. Setelah lulus pasti bekerja? Jawabannya? Harus pasti. Untuk memastikan itu maka berupaya. Pendidikan kesehatan termasuk keperawatan harus ada desain seperti itu. Termasuk prodi-prodi generik. Kuliah jangan lama. Kita bukan pesantren,” kata mantan Rektor UMM ini.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: AIPNEMAkota malangProf FauzanWamen Dikti

Related Posts

Prosesi wisuda Universitas Al Qolam Malang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pendidikan

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

Sabtu, 30 Mei 2026
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Rektor UB, Prof Widodo menyrpakati kerjasama membangun jaminan sosial untuk mahasiswa dan tenaga kependidikan. (Foto/ist)
Pendidikan

BPJS Ketenagakerjaan dan Kampus UB Bangun Ekosistem Perlindungan Sosial untuk Mahasiswa dan Dosen

Sabtu, 30 Mei 2026
Dindik Jatim
Pendidikan

Pengambilan PIN SPMB 2026 Resmi Dibuka, Dindik Jatim Kerahkan 7.212 Operator

Jumat, 29 Mei 2026
Tim sipil-arsitektur ITN Malang meraih Juara 2 National Architectural Design Competition 2026 dalam ajang DISCO ke-9. Foto/dok
Pendidikan

Kolaborasi Manis Sipil-Arsitektur ITN Malang, Sabet Juara 2 di Undip Berkat Desain Hunian Darurat Multifungsi

Jumat, 29 Mei 2026
Jadwal SPMB Kota Malang jenjang SMP untuk Jalur Afirmasi tahun ajaran baru 2026/2027. /Foto: Pinterest/ Bravestudio.
Pendidikan

Jadwal SPMB Kota Malang Jenjang SMP Jalur Afirmasi 2026/2027: Dimulai Awal Juni

Jumat, 29 Mei 2026
Unikama Buka Beasiswa DPP 50 Persen
Pendidikan

Unikama Buka Beasiswa DPP 50 Persen bagi Peserta UTBK SNBT 2026

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
Mengubah cerita menjadi karya bermakna bersama Tugu Media Group. /Foto: Dok. Tugu Media Group.

Bersama Tugu Media Group, Mengubah Cerita Menjadi Karya Buku yang Bermakna

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.