Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Wali Kota Sutiaji Pastikan Korban Tragedi Kanjuruhan Terdata dengan Valid

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2022 2:30 pm
in Advertorial
wali kota malang menemui keluarga korban tragedi kanjuruhan

Wali Kota Malang didampingi Ketua TP PKK Kota Malang saat bertakziah di salah satu rumah duka di Bumiayu, Kedungkandang. Foto / Feni Yusnia

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Seluruh korban Tragedi Kanjuruhan baik yang luka maupun meninggal dunia asal Kota Malang terdata.  Penegasan itu disampaikan Wali Kota Sutiaji saat melakukan takziah ke rumah duka sejumlah keluarga korban di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Selasa (11/10/2022).

Wali Kota Malang Sutiaji beserta rombongan takziah ke rumah duka tragedi Kanjuruhan di Kecamatan Kedungkandang. Foto / Feni Yusnia

Setidaknya, ada 10 rumah duka yang dikunjungi bersama Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif; Kepala Dinas Sosial (Dinsos) P3A2KB Kota Malang, Penny Indriani; beserta jajaran lainnya.

READ ALSO

Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jabar

Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Salurkan Bantuan Rp549 Juta di Bogor

Menurut Sutiaji, takziah ini sebagai bentuk empati sekaligus belasungkawa jajaran pemerintah kota usai tragedi kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Kami terus berusaha meringankan beban (keluarga korban). Walaupun tidak bisa menukar nyawa saudara-saudara yang telah pergi mendahului kita. Ini bentuk empati dari masyarakat dan pemerintah, menunjukkan bahwa pemerintah hadir,” ujarnya ditemui di sela-sela kunjungan ke rumah duka tersebut.

Takziah ini, kata pria berkacamata itu, akan dilakukan terus menerus secara bergilir, berdasarkan kecamatan. Bukan hanya kepada para korban meninggal, namun juga korban luka.

“Nanti (kecamatan lain) mungkin gilirannya. Hari ini, karena yang banyak di Kedungkandang sedangkan waktu kita terbatas. Sehingga ini 10 (, rumah duka) di Kedungkandang, besok kita teruskan, lusa juga kita teruskan (takziah),” jelas dia.

Dalam takziah itu, Sutiaji memastikan para korban telah terdata untuk menerima bantuan. Baik sebagai penerima santunan, maupun mereka yang perlu mendapatkan trauma healling.

“Ini bentuk komitmen kami (Pemkot Malang). Selain memberikan penguatan pada korban, juga barangkali ada informasi-informasi lain yang belum sampai ke crisis center, itu kami data,” katanya.

Wali Kota Malang disambut pelukan orang tua korban di rumah duka. Foto /Feni Yusnia

“Sambil menginventarisis bantuan-bantuan dari Presiden, Gubernur, Pemkot, Mensos, Bank Jatim, apa sudah nyampe (diterima) apa belum. Itu saya cek data langsung, insyaallah nanti masih ada (bantuan),” imbuh Sutiaji.

Ditambahkan, bahwa tim trauma healling Pemkot Malang sampai saat ini terus menyebar untuk memberikan pendampingan.

Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Asris, 45, ayah korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan. Foto / Feni Yusnia

“Bukan hanya yang meninggal, tapi semuanya (trauma healling). Keluarga korban yang meninggal kemarin ada 17 kalau tidak salah. Termasuk kunjungan ke yang sakit, itu juga terus dilakukan pendampingan,” terangnya.

Sementara itu, ayah korban meninggal yang tinggal di Jalan Tomat, Bumiayu, Kota Malang bernama Asris, 45, mengaku tak menerima firasat tertentu sebelum sang putra, Bahrul Ulum, 22, turut menjadi korban meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Paginya saya kan ke pasar, ibunya jualan di pasar, cuma pamit paginya itu, kalau nanti sore mau nonton arema, jadi ngga bisa nyusul. Sorenya cuma pamit sama adeknya aja kalau dia berangkat,” urainya.

Disampaikan Asris, bahwa putranya memang sangat suka dengan bola. “Bukan hanya suka tapi sayang dengan sepak bola. Dia kan juga pemain futsal, kalau main di daerah gor ini,” sambung dia.

Asris, 45, ayah korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan. Foto / Feni Yusnia

Asris bercerita bahwa ia baru kelimpungan saat keesokan paginya (2/10/2022) sang putra tak kunjung pulang dan tak bisa dihubungi. Asris pun meminta tolong pada keponakannya untuk mencari informasi dan berhasil ditemukan di RSI Gondanglegi, namun dengan kondisi meninggal dunia.

“Tahunya sudah jam 7 pagi, besoknya (2/10/2022). Saya sendiri yang cari informasi, karena ‘kok ngga pulaang, kemana anakku?’. Pagi itu dihubungi juga ngga bisa. Karena saya ndak bisa (motoran), saya dibantu saudara cari. Keliling di RS sana di (wilayah) Kepanjen, Gondanglegi. Terus ketemu di Gondanglegi (RSI),” paparnya.

Kini, Asris hanya bisa pasrah dengan kepergian putra pertamanya dari dua bersaudara itu. Terlebih, ini juga bukan kali pertama putra sulungnya menonton pertandingan Arema FC langsung di stadion. “Tiap main Arema anak saya selalu nonton,” tukasnya.

Reporter: Feni Yusnia
editor: jatmiko

Tags: keluarga korbanStadion Kanjuruhansutiajitragedi kanjuruhanwali kota malang

Related Posts

Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
Advertorial

Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jabar

Jumat, 17 Jul 2026
Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Salurkan Bantuan Rp549 Juta di Bogor
Advertorial

Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Salurkan Bantuan Rp549 Juta di Bogor

Jumat, 17 Jul 2026
Menginap di Malang? Jangan Lewatkan 5 Rawon Legendaris yang Dekat dari Atria Hotel Malang
Advertorial

Menginap di Malang? Jangan Lewatkan 5 Rawon Legendaris yang Dekat dari Atria Hotel Malang

Jumat, 17 Jul 2026
Kemensos Raih Opini WTP dari BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2025
Advertorial

Kemensos Raih Opini WTP dari BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2025

Kamis, 16 Jul 2026
Jembatan Sonokembang Kembali Bisa Dilewati, Rendra Apresiasi Kinerja Pemkot Malang
Advertorial

Jembatan Sonokembang Kembali Bisa Dilewati, Rendra Apresiasi Kinerja Pemkot Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menjelaskan penanganan pada keluarga penulis naskah Proklamasi, Sayuti Melik. Foto/dok
Advertorial

Kemensos Berikan Pendampingan dan Rehabilitasi untuk Putra Sayuti Melik

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
pembersihan material akibat banjir

Kota Batu Waspada Banjir, Drainase Harus Segera Dirombak

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.