Tugumalang.id – Para umat Konghucu Tri Dharma yakni Tionghoa dan Tao menjalani ibadah Imlek dengan khusuk dan khidmat di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang pada Selasa (17/2/2026).
Mereka berefleksi atas kesakralan Imlek 2026 yang bertepatan dengan tahun Kuda Api, siklus yang hanya muncul dalam 60 tahun sekali.
Di hadapan altar para dewa, umat Konghucu mengungkapkan rasa syukur, memanjatkan doa dan harapan. Asap dupa, nyala lilin raksasa, pernik lampion hingga pembakaran kertas simbol keburukan mewarnai suasana ibadah Imlek di Klenteng Eng An Kiong Malang.
Baca Juga: Warga Muslim Turut Ramaikan Suasana Imlek di Klenteng Eng An Kiong Malang
Humas Kenteng Eng An Kiong Malang, David Kurniawan menjelaskan bahwa Imlek tahun 2026 ini bertepatan dengan tahun Bing Wu atau Kuda Api. Di dalam kepercayaan umat Tionghoa, tahun Kuda Api merupakan bertemunya elemen Api dan Shio Kuda.
“Bing itu Api Besar, Wu-nya itu perlambang dari Kuda. Nah, Bing ini kan apinya besar. Terus Wu ini termasuk dalam elemen api juga. Jadi ada dobel api yang sangat aktif,” ungkapnya.
David berharap Indonesia akan selalu baik baik saja. Ia juga berpesan kepada seluruh umat untuk senantiasa menjaga emosi diri dan menjaga tutur kata. Dengan demikian, masalah masalah sensitif bisa lebih terjaga.
Baca juga: Tahun Baru Imlek 2025, Ratusan Umat Ibadah dengan Khidmat di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang
“Kalau melihat dari Bing Wu-nya, ini lebih riskan orang tersulut emosinya. Akan ada satu perubahan perubahan besar yang tidak terduga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan tahun Kuda Api yang terjadi 60 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1966. Di tahun itu, ada Revolusi Kebudayaan di Tiongkok yang menimbulkan korban besar dan gejolak sosial politik berkepanjangan kala dipimpin Mao Zedong, Ketua Partai Komunis Tiongkok.
Sementara di Indonesia, tahun 1966 juga terjadi peristiwa kelam Gerakan 30 September (G 30S PKI) yang membawa dampak luas terhadap stabilitas politik, sosial dan kehidupan masyarakat, termasuk warga Tionghoa.
“Ingat peristiwa 1966? Itu juga tahun Bing Wu. Di Tiongkok ada Revolusi Kebudayaan, di Indonesia ada peristiwa G30S. Jadi kami tentu berharap di tahun 2026 ini tidak terjadi fenomena yang kurang baik seperti dulu,” tuturnya.
Untuk itu, ia juga memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa digaja agar tak terjadi gejolak besar atau peristiwa kelam seperti 60 tahun yang lalu.
“Semoga negara ini bisa makmur, terhindar dari hal hal yang kurang baik. Kami percaya kalau negara ini kuat, aman, ekonominya stabil,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























