Malang – Dalam upaya memperkuat riset berbasis kearifan lokal dan inovasi di bidang kesehatan, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia berkolaborasi mengembangkan obat herbal afrodisiak berbahan dasar tanaman Uvaria rufa. Penelitian lintas kampus ini melibatkan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, dan Universitas Kadiri (UNIK) Kediri, dengan dukungan mitra industri PT Agaricus Sido Makmur Sentosa (Asimas) Malang.
Produk hasil kolaborasi tersebut diberi nama Uva Max, dikembangkan dari ekstrak kulit batang tanaman Uvaria rufa, tumbuhan yang secara tradisional dikenal masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai ramuan peningkat vitalitas pria. Dalam tradisi lokal, tanaman ini dikenal dengan berbagai sebutan: Koknaba (bahasa Dawan), Koke (bahasa Tetun), dan Lelak (dialek Indonesia Kupang).
Baca juga: 2 Dosen di FKIK UIN Malang Sukses Hilirisasi Produk Penelitian Jamu Kekinian dari Semanggi
Dari Tradisi Lokal ke Inovasi Ilmiah
Penelitian ini telah berlangsung sejak tahun 2024 dan dilakukan secara bertahap, dimulai dari uji potensi afrodisiak dan toksisitas ekstrak kulit batang Uvaria rufa. Hasil pengujian menunjukkan efek afrodisiak yang signifikan dengan tingkat toksisitas rendah, sehingga berpotensi besar dikembangkan sebagai kandidat obat herbal aman dan efektif.

Ekstrak tersebut kemudian diformulasikan menjadi kapsul herbal Uva Max, yang telah melalui uji parameter libido dan aktivitas seksual pada hewan uji, dengan hasil yang menjanjikan.
Tim riset ini diketuai oleh Dr. Maximus Markus Taek, M.Si. (UNWIRA) dengan anggota:
Dr. apt. Burhan Ma’arif, M.Farm. dan apt. Novia Maulina, M.Farm. (UIN Malang)
Dian Nurmawati (UNIK Kediri)
Erly Grizca Boelan, M.Si. (UNWIRA)
apt. Fuma Aji Putra P., S.Farm. (PT Agaricus Sido Makmur Sentosa / ASIMAS, Malang)
Penelitian ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Bantuan Biaya Luaran Prototipe Tahun 2025.

Uva Max: Kolaborasi Ilmiah dan Kebermanfaatan Sosial
Dalam proses pengembangannya, tim peneliti juga mengkaji penerimaan masyarakat terhadap produk herbal berbasis riset ilmiah. Hasilnya, masyarakat menilai produk Uva Max menarik karena berasal dari bahan alami dan dikembangkan melalui metode penelitian ilmiah yang terukur serta terjamin keamanannya.
Menurut Dr. Burhan Ma’arif, penelitian ini menjadi langkah penting dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
“Riset berbasis etnomedisin seperti Uvaria rufa tidak hanya memperkaya khazanah ilmiah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Harapan kami, Uva Max dapat menjadi contoh nyata kontribusi riset perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Burhan menegaskan bahwa tim riset berkomitmen melanjutkan penelitian ke tahap uji klinis agar produk ini dapat diterima secara luas dan memperoleh izin edar resmi dari otoritas kesehatan.
Sinergi Kampus dan Industri untuk Ekosistem Inovasi Berkelanjutan
Kolaborasi antara UIN Malang, UNWIRA, UNIK, dan PT Asimas ini memperkuat sinergi antara universitas dan industri dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi solusi nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia untuk kesehatan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
redaktur: jatmiko





























