Senin, Oktober 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Entertainment

Trumbo: Kisah Penulis yang Melawan Pencekalan

Redaksi by Redaksi
September 1, 2021 5:17 pm
in Entertainment
Poster film Trumbo, salah satu film yang mengisahkan penulis komunis asal Amerika Serikat, Dalton Trumbo/tugu malang

Poster film Trumbo, salah satu film yang mengisahkan penulis komunis asal Amerika Serikat, Dalton Trumbo. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di awal masa Perang Dingin (Perang ideologi antara AS dan Uni Soviet), kecurigaan masyarakat dan pemerintah Amerika terhadap segala unsur Soviet dan komunisme di negeri itu sedang tinggi-tingginya. Banyak pihak jadi “parno” dan DPR Amerika bahkan membentuk sebuah komite, bernama House Un-American Activities Committee (HUAC),  yang di antara tugasnya adalah menyelidiki dan mencegah unsur-unsur Soviet ini.

Tidak terkecuali dalam industri perfilman. HUAC membuat daftar nama para seniman di Hollywood yang terindikasi terlibat dengan Soviet atau berpaham komunis kemudian mengadili mereka. Hal ini tidak bisa dielakkan sebab beberapa seniman di situ memang terlibat dalam partai komunis Amerika.

READ ALSO

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah

Rekomendasi 4 Film Penuh Teka-Teki yang Bikin Mikir

Alkisah, tersebutlah seorang penulis naskah film bernama Dalton Trumbo. Dia adalah penulis terpandang di lingkungan industri film. Namun, dia dan beberapa orang lainnya adalah kaum komunis. Di dalam film itu dikisahkan bahwa dirinya tidak pernah menyesali pilihan ideologinya itu.

Kenapa demikian? Sebab bagi dirinya ide komunisme dan negara demokratis-liberal semacam Amerika tidaklah bertentangan. Artinya, kaum komunis seperti Trumbo itu bisa menjadi warga negara yang baik dan tetap bisa berkontribusi positif terhadap negara yang dicintainya itu. Negara yang dicintainya tetaplah Amerika, bukan Uni Soviet.

Namun, di tengah-tengah masyarakat yang sedang parno, pandangan Trumbo itu dianggap sebagai kemustahilan. Akhirnya, dia dan teman-teman sesama seniman komunis yang tergabung dalam perkumpulan Hollywood-10 dipanggil oleh HUAC untuk penyidikan. Namun para anggota Hollywood-10 menolak memberi keterangan dengan dasar konstitusi Amerika sendiri, yakni Amandemen Pertama.

Pada mulanya, penolakan perkumpulan Hollywood-10 cukup kuat di hadapan hukum, terutama karena mereka didukung oleh Hakim Agung Wiley Rutledge dan Jaksa Pembela Frank Murphy. Namun, setelah keduanya meninggal dunia, maka posisi Hollywood-10 jadi lemah dan akhirnya semuanya dijebloskan ke penjara. Selama 11 bulan Dalton Trumbo mendekam di balik sel di Negara Bagian Kentucky.

Saat itu memang sedang dimulai sebuah masa kelam di Amerika yang disebut masa Blacklist, masa pencekalan. Semua pihak yang dianggap terlibat dengan paham komunisme, termasuk kelompok Hollywood-10, dicekal dari aktivitasnya semula. Semua rumah produksi film menolak mempekerjakan Trumbo dan kawan-kawannya.

Dalam film Trumbo, yang dikisahkan hanyalah para penulis naskah yang dicekal, padahal sebenarnya pencekalan itu berlaku dalam lingkup yang lebih luas. Tidak cuma para seniman dalam industri film, banyak guru, dosen, tentara, dan aparatur sipil negara mendapat pencekalan serupa. Efeknya, banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan, mengalami kebangkrutan, perceraian, bahkan ada yang bunuh diri.

Sejarah kelam itulah yang berusaha ditampilkan dalam film Trumbo ini, yakni sejarah ketidakadilan yang ironisnya dilakukan oleh negara terhadap warganya sendiri. Perang Dingin memang dimenangkan oleh Amerika, itu adalah kenyataan sejarah. Namun, di balik kemenangan itu terdapat sejarah pahit yang seolah tersingkir ke tepian, seolah tersingkir dari pembicaraan umum.

Di antara para korban pencekalan itu, ada beberapa yang berusaha melawan. Trumbo adalah salah seorang yang melawannya hingga masa blacklist itu berakhir. Uniknya, perlawanan itu dilakukan dengan cara yang tidak lumrah.

Meski dicekal dan disingkirkan dari semua rumah produksi film, Trumbo tetap menulis naskah film dengan nama samaran. Di satu sisi, cara ini membuat Trumbo tetap bisa mencari nafkah, di sisi lain dia telah menunjukkan bahwa pencekalan yang dilakukan padanya adalah tindakan konyol.

Sejarah mencatat bahwa dia telah menulis 30 naskah film selama masa pencekalan itu. Yang lebih luar biasa, meski pakai nama samaran, di antara semua naskah itu terdapat dua film yang memenangkan Academy Award dalam nominasi cerita terbaik.

Film pertama yang mendapat penghargaan Academy Award berjudul “Roman Holiday”, rilis tahun 1953. Naskah film ini oleh Trumbo diberi nama temannya, Ian McLellan Hunter, yang namanya terbilang “bersih”.

Film kedua berjudul The Brave One, rilis tiga tahun kemudian dan ditulis dengan nama samaran. Film ini juga memenangkan Academy Award untuk cerita terbaik, serta masuk nominasi sebagai editing film terbaik dan perekaman suara terbaik.

Dua penghargaan ini adalah bukti keberhasilan usaha keras Trumbo. Rumor bahwa kedua film itu sebenarnya ditulis oleh Trumbo beredar luas, bahkan beredar di lingkungan yang mencekal Trumbo. Banyak awak perfilman yang mulai menyangsikan arti penting pencekalan itu.

Bagaimana tidak. Jika sosok yang selama ini dianggap sebagai musuh negara bisa menghasilkan film terbaik, bisa berkontribusi besar dalam dunia industri perfilman, maka mencekalnya adalah sebuah kesalahan. Kesalahan ini kemungkinan besar juga berlaku pada pencekalan pada banyak warga negara Amerika lainnya.

Pukulan paling telak terhadap pencekalan itu terjadi pada tahun 1960. Trumbo diminta menulis naskah film Spartacus dan film Exodus yang rilis tahun yang sama. Kedua film itu sukses besar dan mendapat penghargaan di beberapa aspek. Yang istimewa, kali ini nama Dalton Trumbo terpampang sebagai penulis naskahnya, tidak lagi pakai nama samaran.

Dengan demikian, sudah banyak awak perfilman yang menganggap bahwa pencekalan di Hollywood itu sudah tidak lagi relevan. Dengan demikian pula, ini adalah babak awal kemenangan Trumbo.

Lima belas tahun kemudian, Trumbo mendapat piala Oscar. Di dalam film itu dia digambarkan menyampaikan pidatonya yang sangat menyentuh.

Biodata Film :

Judul : Trumbo

Tahun : 2015

Sutradara : Jay Roach

Pemeran : Bryan Cranston, Diane Lane, Helen Mirren, Louis C.K., Elle Fanning, John Goodman, Michael Stuhlbarg

Negara Asal : Amerika Serikat

Durasi : 124 menit

Produksi : ShivHans Pictures, Everyman Pictures, Groundswell Productions

Muhammad Hilal, dosen IAI Al-Qalam Malang sekaligus pengampu kajian filsafat di STF Al Farabi Kepanjen Malang/tugu malang
Muhammad Hilal, dosen IAI Al-Qalam Malang sekaligus pengampu kajian filsafat di STF Al Farabi Kepanjen Malang. (Foto: Dokumen/Muhammad Hilal)

Editor : Herlianto. A

Tags: filmFilm Amerika SerikatFilm Penulis KomunisTrumbo

Related Posts

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah
Entertainment

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah

Sabtu, 3 Okt 2026
Rekomendasi 4 Film Penuh Teka Teki Yang Bikin Mikir 1
Entertainment

Rekomendasi 4 Film Penuh Teka-Teki yang Bikin Mikir

Rabu, 16 Sep 2026
5 Film Animasi yang Punya Pesan Mendalam untuk Orang Dewasa
Entertainment

5 Film Animasi yang Punya Pesan Mendalam untuk Orang Dewasa

Minggu, 13 Sep 2026
The Changcuters hingga Bernadya Bakal Konser di Kota Malang
Entertainment

The Changcuters hingga Bernadya Bakal Konser di Kota Malang

Minggu, 13 Sep 2026
4 Film tentang Cinta yang Datang di Waktu yang Salah
Entertainment

4 Film tentang Cinta yang Datang di Waktu yang Salah

Kamis, 10 Sep 2026
4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Entertainment

4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 1 Sep 2026
Next Post
Kota Wisata Batu

Destinasi Wisata di Kota Batu Belum Boleh Buka

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.