Tugumalang.id – Film terbaru “Piye To Kih” dijadwalkan bakal tayang di layar lebar mulai 19 November 2026. Terbaru, pemeran film kolaborasi youtuber dan aktris itu melakukan road show dan nobar bersama penonton di Cybermall Kota Malang. Mereka mengenalkan film bergenre komedi horor yang mengusahkan cinta beda alam.
Film garapan sutradara Ito Mavin tersebut mengangkat kisah Mukidi, diperankan Heri Chandra, seorang lelaki yang berjuang membuktikan dirinya layak untuk menikah.
Namun, perjalanan hidupnya justru dipenuhi berbagai kesialan hingga mempertemukannya dengan Sukma yang diperankan Dara Sarasvati, sosok perempuan misterius dari alam berbeda.
Baca Juga: Film Laut Bercerita Tayang Besok, Ini Sinopsis, Jadwal, dan Harga Tiket di Malang
Pertemuan itu menjadi awal dari kisah yang tidak biasa. Hubungan Mukidi dan Sukma berkembang menjadi rumit lantaran keduanya berasal dari dunia yang berbeda, bahkan memiliki keyakinan yang tidak sama. Situasi tersebut kemudian melahirkan dialog khas yang menjadi salah satu daya tarik film ini, yakni “Udah beda alam, beda agama pua, piye to kih?”.

Meski mengangkat persoalan perbedaan alam dan keyakinan, film ini membungkus konflik tersebut melalui komedi yang bertumpu pada nasib sial Mukidi.
Ceritanya tidak diarahkan untuk menyasar keyakinan tertentu, melainkan menghadirkan humor dari situasi absurd yang dialami para tokohnya. Selain romansa, film ini juga menyentuh persoalan persahabatan, keluarga, kehilangan, kejujuran, hingga perjalanan seseorang dalam memperbaiki diri.
Kehadiran karakter Gendut yang diperankan Sutrisno Agung dan Penyok yang dimainkan Eko Dunung semakin memperkuat dinamika komedi sepanjang cerita.
Baca Juga: 5 Film Animasi yang Punya Pesan Mendalam untuk Orang Dewasa
Kolaborasi para pemain tersebut menghadirkan warna tersendiri, terutama dengan memadukan karakter khas kreator konten Woko Channel dan sejumlah aktor profesional.
Bagi Heri Chandra, yang dikenal melalui kanal YouTube Woko Channel, keterlibatannya dalam film layar lebar berskala nasional menjadi pengalaman perdana sekaligus tantangan baru. Ia mengaku sempat diliputi rasa takut ketika pertama kali mendapatkan tawaran bermain dalam film tersebut.
“Pertama ditawari takut, sebelumnya belum pernah main film. Awalnya ditawari dan diberi waktu satu bulan, untuk berpikir,” ungkapnya.
Menurutnya, perbedaan paling terasa terletak pada skala produksi. Jika sebelumnya terbiasa menggarap konten media sosial dengan dukungan sekitar lima hingga tujuh kru, produksi film layar lebar melibatkan tim jauh lebih besar hingga ratusan orang. Kondisi tersebut menuntutnya beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda.
“Saya mencoba menyiasatinya dengan pendekatan komunikasi yang cair dan santai, tentunya ini memudabkan proses adaptasi saya pribadi khususnya, dengan lingkungan baru,” lanjut Heri.
Tantangan lain dirasakan Dara Sarasvati yang memerankan Sukma. Dalam film ini, ia harus mendalami karakter sebagai entitas supranatural atau sosok hantu.
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya yang lebih banyak memerankan karakter manusia, kali ini Dara dituntut menghadirkan gestur dan cara berdialog yang mampu membedakan sosok manusia dengan makhluk dari alam lain.
“Kalau sebelumnya memang manusia, kalau ini entitas lain atau hantu. Jadi pasti tantangannya lebih ke proses bagaimana ketika berdialog itu, gesture-nya harus ada perbedaan antara manusia sama hantu,” jelas Dara.
Untuk membangun karakter tersebut, Dara menjalani proses persiapan cukup panjang. Ia tidak hanya mengandalkan latihan secara mandiri, tetapi juga mengikuti pendalaman karakter secara intensif selama tiga minggu dengan pendampingan acting coach. Persiapan itu dilakukan agar karakter Sukma dapat tampil meyakinkan sekaligus memiliki ciri khas di hadapan penonton.
Sementara itu, Gabriella Desta yang memerankan Bunga menyebut film Piye To Kih? menjadi kesempatan untuk mewujudkan keinginannya bermain dalam drama komedi dengan sentuhan romantis.
Ia juga menganggap keterlibatannya dalam proyek tersebut sebagai pengalaman berharga karena bisa bekerja bersama pemain-pemain baru dan memperluas relasi di industri perfilman.
“Ini juga masuk wishlist saya sebetulnya, dan selain itu, memang film ini drama komedi, para pemain juga orang baru, menambah saudara baru, dan pastinya pengalaman baru,” ceritanya.
Sutradara Ito Mavin menjelaskan, kolaborasi antara kreator Woko Channel dengan aktor nasional memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih luas. Karakter Mukidi, Penyok, Gendut, Pak No, dan Mbak Mintul tetap dipertahankan dengan ciri khas masing-masing, kemudian dipadukan dengan aktor seperti Dara Sarasvati, Lorenzo Gibbs, dan Gabriella Desta. Perpaduan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas cerita sekaligus menjangkau penonton dari berbagai kalangan.
“Sebagai bentuk apresiasi bagi para penggemar setia khususnya Woko Channel, yang telah menemani perjalanan para kreator dari nol, rangkaian promosi film ini menggelar roadshow Special Screening di 17 kota. Kota Kediri dipilih sebagai titik awal keberangkatan sekaligus lokasi home premiere sebelum berlanjut ke Gala Premiere di Jakarta,” bebernya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






































