Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Tradisi Musyawaroh Kitab Kuning: Pilar Intelektual Santri dalam Menempa Logika dan Fiqih

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2025 10:27 am
in Pendidikan
kitab kuning

Kegiatan Musyawaroh Santri Darurrohman-Gondanglegi.foto/dok.pondok darurrohman

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Pesantren dikenal luas sebagai pusat pendidikan Islam yang mempertahankan tradisi keilmuan klasik. Salah satu tradisi yang tetap hidup hingga kini adalah musyawaroh kitab kuning — sebuah forum ilmiah santri yang menjadi wadah pendalaman ilmu agama secara mendalam dan kritis.

Musyawaroh atau bahts al-masa’il kerap disebut sebagai “panggung argumen santri”. Dalam forum ini, para santri dilatih untuk berpikir kritis (munazharah), mengutip pendapat ulama (taqrir), mempertahankan argumen dengan dalil syar’i, serta membantah pendapat lawan dengan dasar ilmu yang kuat.

READ ALSO

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Kegiatan Musyawaroh
Kegiatan Musyawaroh Santri Darurrohman-Gondanglegi Foto:pondok darurrohman

Tradisi intelektual ini menuntut penguasaan terhadap sejumlah kitab klasik (kitab kuning) yang menjadi dasar keilmuan Islam. Kitab-kitab tersebut tidak hanya dibaca, melainkan juga dikaji dan diperdebatkan hingga tuntas. Dengan menguasainya, seorang santri tidak hanya hafal dalil, tetapi juga memahami logika hukum Islam (ushul fiqh) dan kaidah berpikir ilmiah.

Lima Pilar Kitab Wajib dalam Tradisi Musyawaroh Pesantren

1. Ilmu Alat: Dasar Logika Bahasa Arab

Ilmu alat menjadi fondasi utama bagi santri untuk membaca dan memahami teks Arab gundul (kitab kuning) tanpa kesalahan.

  • Alfiyah Ibnu Malik (Ibnu Malik)

    Peran: Menjadi kunci keabsahan bacaan dan pemahaman teks. Santri menggunakan kitab ini untuk memastikan ketepatan harakat yang dapat mengubah makna.

  • Sullamul Munawraq (Al-Akhdari)

    Peran: Melatih pola berpikir logis dan sistematis, sehingga santri mampu menyusun argumen yang kokoh dalam musyawarah.

2. Ilmu Fiqih Dasar: Pondasi Pemahaman Syariat

Kitab-kitab fiqih dasar membimbing santri memahami hukum ibadah dan muamalah secara komprehensif.

  • Nihayatuz Zain fi Irsyadi al-Mubtadi’in (Syaikh Nawawi al-Bantani)

    Peran: Menjadi jembatan menuju pemahaman Matan Abi Syuja’ dan memperluas wawasan fiqih dasar.

  • Faroidul Bahiyyah (Syaikh Abu Bakar Al-Ahdal)

    Peran: Menegaskan kaidah hukum seperti “Keyakinan tidak dapat dihilangkan oleh keraguan”, sebagai pedoman menilai kekuatan argumen fiqih.

  • Al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja’ (Al-Khathib Asy-Syirbini)

    Peran: Memberikan pemahaman lebih luas tentang perbedaan pendapat dalam mazhab Syafi’i.

  • Fathul Mu’in (Syaikh Zainuddin Al-Malibari)

    Peran: Menjadi rujukan padat dan ringkas untuk menukil dalil dan membandingkan argumentasi dalam kasus fiqih kontemporer.

Baca juga: Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat, UIN Malang Adakan Majlis Al-Waqiah dan Kajian Kitab Kuning di Pasuruan

3. Ilmu Fiqih Mu’tamad: Puncak Kajian Hukum Islam

Pada tahap ini, santri mendalami akar hukum Islam dan perbandingan antarmazhab untuk memahami keluasan khazanah fiqih.

  • Ghayatul Wushul Syarah Lubbil Ushul (Syaikh Zakariyya al-Anshari)

    Peran: Menjelaskan dasar pengambilan hukum dan metode istinbat (penetapan hukum) dari sumber-sumber syariat.

  • Raudhatuth Thalibin wa ‘Umdatu Al-Muftin (Imam An-Nawawi)

    Peran: Menjadi kitab rujukan utama (mu’tamad) dalam mazhab Syafi’i, sekaligus panduan bagi santri dalam proses penetapan fatwa.

  • Al-Mizanul Kubra (Imam Abdul Wahhab As-Sya’rani)

    Peran: Membahas perbedaan empat mazhab besar Islam, melatih santri bersikap toleran (tasamuh) dan berpandangan luas terhadap perbedaan hukum.

Pesantren, Pusat Lahirnya Intelektual Santri

Tradisi musyawaroh kitab kuning membuktikan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga hafalan, melainkan kawah candradimuka intelektual Islam. Melalui penguasaan kitab klasik, para santri ditempa menjadi pribadi yang kokoh dalam syariat, tajam dalam nalar, dan santun dalam berdialog.

Dengan bekal keilmuan tersebut, santri diharapkan mampu menjadi intelektual muslim yang berpegang pada dalil, berpikir rasional, serta siap menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Sabrina Rb/magang
redaktur: jatmiko

Tags: Adu Argumen SantriDaftar KItab PesantrenFiqih Syafi'iJenjang Kitab KuningKitab Kuning Wajib MusyawarohNihayatuz ZainRaudhatuth Thalibin

Related Posts

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional
Pendidikan

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

Sabtu, 18 Jul 2026
UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027
Pendidikan

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Jumat, 17 Jul 2026
Feb Ub
Pendidikan

FEB UB Gandeng Pegiat Lingkungan Ketawanggede, Ajarkan Pengelolaan Sampah Organik Lewat Biopori

Jumat, 17 Jul 2026
Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Pendidikan

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Jumat, 17 Jul 2026
Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 
Pendidikan

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Jumat, 17 Jul 2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Nasi lemak di malang

Rekomendasi Nasi Lemak di Malang: Sajian Gurih Khas Melayu yang Wajib Dicoba

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.