Tugumalang.id – Realisasi wacana program Rumah Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Batu, Jawa Timur mulai menemukan titik terang. Bahkan lahan pengembangannya sudah ditentukan. Progres program yang selaras dengan program nasional 3 juta rumah tersebut terus dikebut.
Program rumah subsidi MBR tersebut menjadi salah satu program prioritas yang diproyeksikan menjadi solusi atas tingginya harga tanah dan rumah di Kota Batu yang selama ini kerap tak terjangkau oleh warga kecil. Jumlah warga MBR sendiri di Kota Batu juga terbilang cukup banyak.
Baca Juga: Dorong Akselerasi 3 Juta Rumah Subsidi, Menteri PKP Tantang Perbangkan Lawan Rentenir
Terbaru, Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Khamim Tohari yang konsen mengawal program tersebut sedari awal mengungkapkan pihaknya kemungkinan telah menemukan lokasi pembangunan program otu di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.
”Luas lahan ada sekitar tiga hektare untuk tahap awal. Pemilik lahan juga sudah diajak komunikasi pengembang juga sudah siap. Dari luasan tersebut, diperkirakan mampu menampung hingga 5.000 kepala keluarga (KK),” jelas Khamim, Selasa (20/1/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan jika realisasi program itu menguat setelah adanya komunikasi dengan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Arief As Shidiq dalam rapat bersama DPRD.
Nantinya, rumah subsidi direncanakan memiliki ukuran standar sekitar 6×10 meter, dengan kisaran harga Rp165 juta per unit mengikuti ketentuan pemerintah pusat. Meski terjangkau, pembelian rumah subsidi ini akan diatur dengan sejumlah persyaratan ketat agar tepat sasaran.
Baca Juga: Hunian Idaman Pasangan Muda! De Wira Pakisaji Tawarkan Rumah Bersubsidi Berkualitas
Beberapa ketentuan yang disiapkan antara lain calon pembeli belum memiliki rumah, dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala desa atau pihak berwenang.
Selain itu, program ini juga menyasar pekerja atau aparatur sipil negara (ASN) berdomisili luar Kota Batu namun bekerja di Kota Batu dan belum memiliki hunian di wilayah tersebut.
“Banyak pekerja yang bekerja di Kota Batu, tapi rumahnya jauh di luar daerah. Dengan rumah subsidi ini, mereka bisa tinggal lebih dekat dengan tempat kerja, sekaligus mengurangi beban ekonomi. Hal-hal baik seperti ini harus kita kawal agar tepat sasaran,” tegas dia.
Lebih lanjut, terkait waktu pelaksanaan, Khamim menyebut pembahasan teknis masih menunggu agenda resmi bersama Pemkot Batu dan DPRD. Namun ia menegaskan, program tersebut harus segera direalisasikan mengingat kebutuhan hunian yang semakin mendesak.
Khamim menegaskan gagasan program rumah subsidi tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada wong cilik. Jika terealisasi, program rumah subsidi ini diharap tidak hanya mendukung target nasional tiga juta rumah.
”Tapi juga menjadi tonggak penting kehadiran negara dalam pemenuhan hak dasar warga Kota Batu atas hunian yang layak dan terjangkau,” ungkap pria yang juga menjabat Sekretaris DPC PDIP Kota Batu tersebut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























