Malang, Tugumalang.id – Untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat berkarya siswa, Kelompok Kampus Mengajar Angkatan 8 (KM 8) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Festival Seni Gelar Karya di SD Negeri 2 Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Acara yang digelar pada Desember 2024 ini mengusung tema “Harmoni Alam Keberagaman, Semangat dalam Persatuan”. Festival ini menjadi wadah ekspresi seni sekaligus sarana edukasi yang mengedepankan nilai-nilai kebhinekaan dan persatuan.
Kolaborasi Mahasiswa, Guru, dan Orang Tua
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa KM 8 Unikama, guru, orang tua, dan komite sekolah. Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unikama yang tergabung dalam KM 8—Mia Sari (angkatan 2021), Anisa Dwi Mailani (angkatan 2022), dan Nadiyah Alfarah (angkatan 2022)—menjadi penggerak utama suksesnya acara.
“Ini bukti bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata seperti pentas seni dan bazar,” ujar Anisa Dwi Mailani.
Baca juga: Mengangkat Cita Rasa Robusta Lokal: Tim Dosen FH Unikama Bawa Kopi Katu dari Wadung Menuju Pasar Nasional
Pentas Seni dan Bazar Meriahkan Acara
Festival seni ini dihadiri oleh orang tua siswa, guru, kepala sekolah se-Kecamatan Turen, hingga pengawas sekolah. Rangkaian acara dibuka dengan Pentas Seni Bikin Bangga, menampilkan bakat siswa mulai dari menyanyi, menari, hingga pertunjukan seni tradisional bantengan.
Tak kalah menarik, bazar makanan yang digelar paguyuban orang tua menjadi ajang pelatihan kewirausahaan bagi siswa. Menurut Nadiyah Alfarah, kegiatan ini tidak hanya fokus pada prestasi akademis, tetapi juga pengembangan keterampilan sosial dan jiwa wirausaha.
“Kami ingin siswa tidak hanya pintar di bidang akademik, tetapi juga terampil berinteraksi dan berwirausaha,” jelasnya.
Workshop Edukatif dan Evaluasi Program
Selain hiburan, festival ini juga menghadirkan Workshop “3 Dosa Besar Pendidikan” yang dibawakan oleh Dosen Pembimbing Lapangan KM 8 Unikama, Dellawaty Supraba, S.Psi., M.Si. Workshop ini membahas tantangan pendidikan serta peran orang tua dalam mendampingi anak di era modern.
Baca juga: Wujudkan Kampus Berdampak, Langkah Strategis FST Unikama Melalui Pengembangan Kurikulum OBE
Kegiatan ditutup dengan Forum Komunikasi dan Koordinasi Sekolah II yang menjadi ajang evaluasi program Kampus Mengajar serta perencanaan keberlanjutan kegiatan setelah masa penugasan KM 8 berakhir.
Festival ini menjadi penutup manis perjalanan KM 8 di SD Negeri 2 Pagedangan. Ditutup dengan penampilan spesial dua siswa berbakat, Satrian dan Syifa.
Acara ini meninggalkan pesan tentang pentingnya kolaborasi dan semangat berkarya. Harapannya, gelaran ini tidak hanya berakhir sebagai kenangan, tetapi menjadi pemantik inovasi pendidikan berkelanjutan di Malang.
“Kami berharap semangat ini terus menyala, tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk seluruh pihak yang terlibat,” pungkas Mia Sari yang juga salah satu anggota KM 8 Unikama.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























