Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Tantangan Mahasiswa Kedokteran di Masa Pandemi, Jarang Bertemu Pasien

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2021 1:01 pm
in News, Pendidikan
Prof. Dr. Mulyadi, dr. Sp.P (K), FISR, guru besar pertama Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). (Foto: Dokumen/Basra)

Prof. Dr. Mulyadi, dr. Sp.P (K), FISR, guru besar pertama Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). (Foto: Dokumen/Basra). (Foto: Dokumen/Basra)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pembelajaran yang dilakukan dengan daring selama masa pandemi tidak sepenuhnya menjadi solusi bagi sektor pendidikan, termasuk fakultas kedokteran. Karena ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diatasi dengan daring. Misalnya, kebutuhan mahasiswa untuk bertemu dengan pasien. Keadaan ini mengkhawatirkan.

Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Mulyadi, dr. Sp.P (K), FISR, guru besar pertama Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

READ ALSO

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang disampaikannya pada Sabtu (15/10/2021), dia mengatakan pembelajaran jarak jauh selama pandemi membuat mahasiswa kedokteran mengalami keterbatasn untuk berinteraksi dengan pasien.

“Saat pandemi COVID-19 dan mengacu pada Surat Edaran Kementerian No. 1 tahun 2020 tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah, telah mengurangi kesempatan mahasiswa pendidikan profesi dokter dapat berinteraksi dengan pasien. Ini telah mengusik nurani saya terhadap pendidikan dokter,” katanya kepada Basra partner Tugujatim.id, (15/10/2021).

Dikatakan guru besar kelahiran Trieng Meduro, Sawang, Aceh Selatan, pada 19 Agustus 1962 ini, dalam pidatonya yang berjudul judul Tantangan Pendidikan Dokter Serta Rumah Sakit Pendidikan dalam Pandemi Covid-19 bahwa menghadapi keadaan pandemi para pendidik kedokteran diharuskan untuk menggunakan sistem berbasis teknologi dan simulasi melalui daring.

“Ini merupakan tantangan sekaligus pertaruhan. Mengingat prinsip utama dalam pendidikan kedokteran –prinsip pengajaran klinis ideal yang tidak dapat digantikan adalah tidak ada guru yang lebih baik selain pengalaman langsung menghadapi pasien,” katanya mengungkapkan.

Suami dari Dr. Arti Lukitasari, dr.,Sp.M ini mengatakan, kegiatan pedagogis memakai simulasi dan inovasi teknologi selama pandemi seperti kuliah daring, simulator virtual webcasting, diskusi ruang daring, telah menghilangkan setidaknya mengurangi esensi pendidikan yang bertujuan menghasilkan seorang dokter yang sesuai dengan panduan pendidikan dokter Indonesia.

“Regulasi yang membatasi hubungan antara peserta pendidikan dokter dengan pasien pada masa pandemi merupakan dilema, karena seorang dokter kelak akan menghadapi orang yang sakit, sesuai tingkat kompetensinya. Ke depan, merupakan suatu keniscayaan agar mahasiswa pendidikan profesi dokter untuk terlibat dan ikut melihat pasien yang nyata di rumah sakit dengan alat pelindung diri maksimal, serta mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Menurut Prof Mulyadi, mahasiswa kedokteran harus dibekali kesiapan menghadapi kasus pandemi.

“Mahasiswa kedokteran harus siap menghadapi kasus-kasus yang terjadi berulang dan terjadi kapan saja, dimana saja,” tandasnya.

Pandemi COVID-19, lanjutnya, memberikan banyak pelajaran baru dalam berbagai lini kehidupan yang harus dipelajari dan diterapkan agar seseorang bisa survive.

“Pandemi ini sebenarnya masalah perilaku. Jadi kalau kita bisa menjaga perilaku sebagaimana seharusnya yang sudah ditetapkan maka pandemi ini akan cepat selesai,” tegasnya.

Pandemi COVID-19, kata Prof Mulyadi, tak berbeda jauh dengan TBC, Demam Berdarah, ataupun Malaria dimana dibutuhkan perilaku hidup sehat untuk menangkalnya.

“Masalah utama menghadapi Pandemi terletak pada perilaku dan kebiasaan hidup,” imbuhnya.

 

Sumber Artikel : Berita Anak Surabaya (Basra).

Editor : Herlianto. A

Tags: Mahasiswa KedokteranMasa PandemipendidikanUniversitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Related Posts

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Sabtu, 17 Okt 2026
Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Next Post
COVID-19 - Antisipasi Gejolak COVID-19 Gelombang 3, Pemkot Malang Siapkan Vaksin Booster

Antisipasi Gejolak COVID-19 Gelombang 3, Pemkot Malang Siapkan Vaksin Booster

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.