Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Tanpa Uji Klinis, RSSA Malang Sebut Gas Air Mata Bukan Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan

Redaksi by Redaksi
Oktober 24, 2022 6:57 pm
in Peristiwa
Tanpa uji klinis, RSSA Malang sebut kematian korban di Tragedi Kanjuruhan bukan karena gas air mata

Foto-foto jenazah korban Tragedi Kanjuruhan (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang mengakui tidak pernah melakukan uji klinis kandungan racun yang ada di tubuh korban Tragedi Kanjuruhan. Namun RSSA Malang menyatakan penyebab utama kematian korban bukan karena gas air mata.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani. Dia mengatakan, rata-rata kematian korban Tragedi Kanjuruhan karena hipoksia atau kekurangan oksigen. Hipoksia itu menurutnya karena berdesak-desakan.

READ ALSO

Dua Kecelakaan Tabrak Belakang Truk di Kabupaten Malang, Satu Tewas dan Pelajar SMP Patah Rahang

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

“Memang korban Kanjuruhan yang dirawat di sini sebagian besar itu mereka mengalami hipoksia,” ungkap Syaifullah, Senin (24/10/2022).

Selain itu juga karena multi trauma akibat cidera di beberapa tubuh. Dia menyebutkan bahwa penyebab utama kematian korban itu juga telah disampaikan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) dan kepolisian.

“Itu kan cukup lama untuk memastikan penyebab pangkalnya apa. Tapi itu sudah kami sampaikan ke TGIPF dan kepolisian. Memang faktor utama penyebab kematian itu karena multi trauma,” ucapnya.

“Jadi gas air mata bukan penyebab utama kematian. Menyebabkan ketakutan iya, mengakibatkan sedikit sesak iya,” imbuhnya.

Namun anehnya, dia mengakui bahwa pihak RSSA Malang tidak pernah melakukan uji klinis atau pemeriksaan terhadap zat zat gas air mata yang masuk pada pernafasan korban Tragedi Kanjuruhan.

“Kami pada saat awal tidak melakukan penelitian khusus mengenai itu,” kata Syaifullah.

Selama ini, dia menyebutkan bahwa vonis vonis penyebab kematian para korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang hanya berdasarkan hasil laboratorium di ICU RSSA Malang.

“Kami bisa mengambil kesimpulan itu secara tidak langsung dari hasil laboratorium yang diperiksakan di ICU terutama,” jelasnya.

Dia menyebutkan hanya meneliti pasien pasien yang matanya masih merah. Sebab menurutnya, para pasien yang matanya merah tak satupun yang mengalami gangguan penglihatan.

“Karena sampai saat ini tidak ada satupun dari korban mengalami gangguan penglihatan karena gas air mata,” ucapnya.

“Sementara pasien pasien kritis cuma ditelaah data data laboratorium dan X-Ray nya. Tapi yang jelas penyebab meninggal itu multi trauma,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: HeadlineKorban Tragedi KanjuruhanRSSA Malangtragedi kanjuruhanUji klinis

Related Posts

Kecelakaan Tabrak Belakang
Peristiwa

Dua Kecelakaan Tabrak Belakang Truk di Kabupaten Malang, Satu Tewas dan Pelajar SMP Patah Rahang

Minggu, 31 Mei 2026
Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Kondisi rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan diduga petasan. Foto: Polsek Singosari
Peristiwa

Ledakan Diduga Petasan di Singosari Malang Sebabkan 1 Rumah Rusak Parah dan 6 Orang Luka-luka

Selasa, 26 Mei 2026
Petugas melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya bayi. Foto: Polres Malang
Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Pohon Tumbang
Peristiwa

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen

Rabu, 20 Mei 2026
Next Post
Polinema kerja sama internasional

Internasionalisasi, Polinema Taken MoU Dengan UPHF

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.