MALANG, Tugumalang.id – Mengapreasiasi digelarnya event Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA 2025) rangkaian dari kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 6-10 Oktober 2025.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Dr. Muhammad Muchlas Rowi memberikan pujiannya terhadap gelaran EKKA 2025 yang menghasilkan talenta muda terbaik di bidang Artificial Intelligence (AI).

Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan mendukung peningkatan keterampilan penguasaan AI bagi siswa di seluruh Indonesia, melalui pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial.
Baca Juga: Kontingen Jatim Pasang Target Pertahankan Juara Umum Plus 60 Medali di OSN 2025
“Ekshibisi ini adalah salah satu langkah yang sangat strategis untuk mendorong talenta-talenta terbaik kita. Saya melihat, Indonesia punya potensi yang luar biasa (AI) tinggal diberikan satu tempat untuk mereka bisa berkreasi,” ujar Muchlas, Sabtu (11/10/2025).
Langkah strategis yang dilakukan pemerintah melalui implementasi pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial telah dilaksanakan di 11.347 dari 60 ribu sekolah penerima BOS kinerja di seluruh sekolah di Indonesia dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Dengan potensi yang kita punya, treatment dari pemerintah adalah dimulainya pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial di beberapa sekolah yang terlibat. Kita sudah menyiapkan peraturan menteri-nya dan ini sudah berjalan,” terangnya.
Baca Juga: Kontingen Jatim Pasang Target Pertahankan Juara Umum Plus 60 Medali di OSN 2025
Dari data tersebut, sebanyak 4.000 sekolah di jenjang SD telah melaksanakan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial. Kemudian 3.000 sekolah di jenjang SMP dan sekitar 2.000 di jenjang SMA/SMK/MA sederajat.
Pemerintah juga akan menyiapkan infrastruktur pendukung pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial.
Melihat potensi yang dimiliki generasi muda Indonesia dan adanya wadah seperti event EKKA 2025. Muchlas berharap prestasi Indonesia bisa meningkat di olimpiade kecerdasan artifisial internasional, jika sebelumnya kontingen Indonesia meraih medali perak. Di ajang berikutnya talenta terbaik Indonesia bisa meraih medali emas.
“Kita lihat, kalau kemarin Olimpiade AI baru perak, insyaAllah tahun depan kita siapkan emas,” harap Muchlas.
Ia juga berterima kasih kepada mitra kolaborasi seperti ParagonCorp yang telah mendukung kesuksesan dan pembinaan talenta Indonesia di bidang AI melalui event EKKA 2025.
“Saya bersyukur sekali ada partner-partner kita, seperti Paragon yang mendukung acara ini,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si mengatakan finalis EKKA 2025 akan diseleksi kembali bersama juara nasional di bidang lain.
Nantinya setelah melewati proses seleksi, mereka akan menjalani Pelatihan Nasional (Pelatnas) sebagai persiapan tampil di Olimpiade Internasional.
“Untuk juara-juara tingkat nasional akan diseleksi kembali, bersama dengan sejumlah juara nasional lainnya di bidang informatika dan matematika. Kemudian mereka akan dibina di Pelatnas, yang akan dikirim ke Olimpiade Internasional,” tutur perempuan yang akrab disapa Irene itu.
“Jadi keberlanjutan prestasinya dan pengembangan talenta berkelanjutan, nanti akan diarahkan ke sana,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























