Malang, Tugumalang.id – Tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak sering kali membuat banyak orang bingung. Padahal, penyebabnya tidak selalu berasal dari penggunaan alat elektronik berdaya besar. Sejumlah kebiasaan kecil sehari-hari ternyata juga dapat memicu konsumsi listrik meningkat tanpa disadari.
Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut bisa membuat penggunaan energi menjadi lebih boros dan tagihan bulanan ikut melonjak. Berikut beberapa kebiasaan yang kerap dianggap sepele, tetapi berdampak pada pemakaian listrik di rumah.
Baca juga: Tips Menghemat Pemakaian Token Listrik Agar Keuangan Tetap Aman Terkendali
1. Membiarkan Charger Tetap Menancap di Stop Kontak
Banyak orang terbiasa membiarkan charger ponsel atau laptop tetap terpasang meski sedang tidak digunakan. Padahal, perangkat elektronik yang masih terhubung ke aliran listrik tetap dapat mengonsumsi daya dalam kondisi standby atau daya siaga.
Menurut penelitian Lawrence Berkeley National Laboratory di Amerika Serikat, konsumsi daya kecil ini memang terlihat sepele, tetapi dapat terus terakumulasi setiap hari.
Selain meningkatkan penggunaan listrik, charger yang terus menancap juga berpotensi lebih cepat panas dan memperpendek usia perangkat elektronik.
2. Menyalakan TV Meski Tidak Ditonton
Sebagian orang terbiasa menyalakan televisi sebagai “teman” saat bekerja, bermain ponsel, hingga tertidur. Kebiasaan ini tanpa disadari membuat konsumsi listrik rumah tangga meningkat.
Televisi, terutama dengan ukuran layar besar, termasuk perangkat elektronik yang membutuhkan daya cukup tinggi. International Energy Agency (IEA) menyebut penggunaan perangkat elektronik rumah tangga seperti televisi dan consumer electronics terus mendorong peningkatan konsumsi listrik rumah tangga, terutama seiring bertambahnya durasi penggunaan dan jumlah perangkat di rumah.
Baca juga: Panduan Perawatan Motor Listrik agar Tidak Mudah Rusak
3. Sering Membuka Tutup Kulkas
Kebiasaan membuka pintu kulkas terlalu lama juga dapat membuat penggunaan listrik menjadi lebih besar. Saat pintu kulkas terbuka, udara dingin keluar sehingga kompresor harus bekerja lebih keras untuk menstabilkan suhu di dalamnya.
Menurut penjelasan U.S. Department of Energy, efisiensi kulkas sangat dipengaruhi oleh frekuensi dan lamanya pintu dibuka. Semakin sering terbuka, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk mendinginkan kembali bagian dalam kulkas.
4. Menyalakan Lampu di Siang Hari
Lampu yang terus menyala pada siang hari sering kali dianggap hal biasa. Padahal, penggunaan lampu yang tidak diperlukan tetap meningkatkan konsumsi energi rumah tangga.
Memanfaatkan cahaya alami di siang hari dapat membantu mengurangi penggunaan listrik secara signifikan, terutama pada rumah dengan banyak titik lampu.
5. Membiarkan Elektronik dalam Mode Standby
Perangkat seperti televisi, komputer, speaker, hingga rice cooker yang berada dalam mode standby ternyata masih tetap mengonsumsi daya listrik. Kondisi ini dikenal sebagai vampire power atau phantom load.
Natural Resources Defense Council (NRDC) menyebut konsumsi listrik dari perangkat standby di rumah dapat menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen penggunaan listrik rumah tangga. Meski terlihat kecil, penggunaan daya secara terus-menerus dari banyak perangkat dapat membuat tagihan listrik meningkat.
Kebiasaan kecil sehari-hari ternyata dapat memberikan dampak besar terhadap penggunaan listrik di rumah. Mulai dari charger yang terus menancap hingga perangkat elektronik dalam mode standby, semuanya dapat memicu pemborosan energi jika dibiarkan terus-menerus. Dengan mengubah kebiasaan sederhana, penggunaan listrik bisa menjadi lebih hemat dan tagihan bulanan lebih terkendali.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko


















