Tugumalang.id – Memasarkan produk menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha, terutama pada tahap awal menjalankan bisnis. Di tengah banyaknya pilihan platform digital yang tersedia saat ini, pemasaran tidak selalu harus dimulai dengan anggaran besar atau menjangkau pasar yang luas.
Data Kementerian UMKM menunjukkan jumlah UMKM di Indonesia mencapai sekitar 30,18 juta unit pada 2024. Sebagian besar di antaranya merupakan usaha mikro yang umumnya beroperasi dengan sumber daya dan modal yang terbatas.
Baca Juga: Teknik Foto Produk Pakai HP untuk UMKM Malang agar Lebih Menarik di Media Sosial
Kondisi tersebut membuat strategi pemasaran yang sederhana dan mudah dijalankan masih banyak dipilih oleh pelaku usaha pada tahap awal pengembangan bisnis.
1. Memanfaatkan Jaringan yang Sudah Dimiliki
Bagi usaha yang baru berjalan, lingkungan terdekat sering menjadi pasar pertama yang dapat dijangkau. Keluarga, teman, tetangga, hingga komunitas tempat pelaku usaha beraktivitas dapat menjadi kelompok awal yang mengenal produk yang ditawarkan.
Selain membantu memperkenalkan produk, jaringan yang sudah ada juga memungkinkan pelaku usaha memperoleh masukan secara langsung terkait kualitas produk, harga, maupun pelayanan. Umpan balik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sebelum produk dipasarkan ke pasar yang lebih luas.
Berbagai penelitian mengenai perilaku konsumen menunjukkan bahwa rekomendasi dari orang yang dikenal masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pembelian karena adanya unsur kepercayaan yang telah terbentuk sebelumnya.
2. Mengenalkan Produk Melalui Media Digital
Setelah memperoleh pelanggan awal, pelaku usaha dapat mulai memperluas jangkauan pemasaran melalui media digital. Kanal seperti media sosial, aplikasi pesan instan, hingga marketplace menjadi sarana yang banyak digunakan untuk menjangkau calon pelanggan di luar lingkungan terdekat.
Baca Juga: Pemkab Malang Raih 4 Penghargaan Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia 2024
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, hingga pertengahan 2024 sebanyak 25,5 juta UMKM telah bergabung ke dalam ekosistem digital.
Pemanfaatan platform digital memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membuka cabang atau toko fisik di berbagai lokasi.
Meski demikian, kehadiran di platform digital tidak hanya bergantung pada jumlah unggahan atau promosi yang dilakukan. Informasi produk yang jelas, kemudahan komunikasi, serta konsistensi pelayanan menjadi beberapa aspek yang turut diperhatikan konsumen.
3. Kumpulkan Masukan sebelum Memperluas Pasar
Salah satu keuntungan memulai pemasaran dari lingkungan terdekat adalah kesempatan untuk menguji respons pasar dalam skala yang lebih kecil. Pelaku usaha dapat mengetahui produk mana yang paling diminati, kendala yang dihadapi pelanggan, hingga aspek yang masih perlu diperbaiki.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk menyempurnakan produk maupun strategi pemasaran sebelum menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah ini juga membantu pelaku usaha mengurangi risiko pengeluaran promosi yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Bagi usaha yang baru berjalan, lingkungan sekitar dapat menjadi sarana awal untuk mengenalkan produk sekaligus mengumpulkan masukan dari calon pelanggan.
Setelah memperoleh tanggapan dan mengetahui kebutuhan pasar, pelaku usaha dapat mempertimbangkan perluasan promosi melalui media sosial, marketplace, maupun kanal digital lainnya sesuai dengan skala usaha yang dijalankan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A


















