Malang – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Dewan Pengawas Dekopin, Sri Untari Bisowarno, menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ia mengingatkan, koperasi ini harus dikelola oleh sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan kompeten agar tidak muspro alias sia-sia.
Menurut Sri Untari, koperasi yang berlandaskan semangat kerakyatan harus ditopang oleh tata kelola yang baik dan SDM yang memahami prinsip serta manajemen koperasi secara menyeluruh. Hal ini penting agar koperasi benar-benar menjadi pilar penggerak ekonomi desa.
“Koperasi Merah Putih ini ke depan akan mengelola dana dan unit usaha dalam jumlah besar. Maka, pengurusnya harus memiliki kompetensi dan profesionalitas yang mumpuni,” ujar Sri Untari saat ditemui di Malang, Jumat (2/5/2025).
Baca juga: 3 Desa di Malang Siap untuk Dibentuk Koperasi Desa Merah Putih
Koperasi Merah Putih Perlu Kolaborasi dengan Dekopin dan Kopwan
Sebagai tokoh yang telah berkecimpung di dunia perkoperasian selama hampir 30 tahun, Sri Untari menilai perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dengan koperasi-koperasi yang sudah eksis, seperti yang tergabung dalam Dekopin maupun Koperasi Wanita (Kopwan). Bentuk sinergi itu bisa dilakukan melalui pendampingan, pelatihan, hingga pengawasan.
“Kopwan yang sudah berjalan tetap harus dilibatkan dan bersinergi dengan Koperasi Merah Putih. Kalau ingin mengajak mereka dalam kelembagaan, cukup tempatkan sebagai pengawas,” tambah politisi PDI Perjuangan ini.
Ia juga menekankan, pentingnya berbagi peran agar Dinas Koperasi tidak terlalu terbebani dalam menjalankan program baru tersebut. Menurutnya, jika beban terlalu besar, semangat koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat bisa luntur.
Apalagi, pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat melalui Presiden RI Prabowo Subianto, bukan inisiatif langsung dari masyarakat di tingkat desa.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Dorong Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Malang
“Kalau semua dibebankan ke dinas, nanti tidak fokus. Lebih baik berdayakan pelaku koperasi yang sudah terbukti berhasil. Biar koperasi ini tidak jadi proyek semata, tapi benar-benar hidup,” jelasnya.
Sri Untari mengingatkan bahwa koperasi yang tumbuh dari akar rumput, dari masyarakat sendiri, umumnya lebih berdaya tahan dan berkembang. “Kunci keberhasilan koperasi adalah kontribusi aktif pengurus dan anggotanya,” ujarnya.
Ia berharap, wacana pembentukan Koperasi Merah Putih disambut dengan bijak dan penuh pertimbangan. Jangan sampai hanya menambah jumlah koperasi di atas kertas, tapi lemah dalam pelaksanaan.
“Kita sambut baik program ini, tapi harus ada kebijaksanaan. Dana rakyat yang digelontorkan tidak boleh berakhir sia-sia,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























