MALANG, Tugumalang.id – Ratusan sopir truk di Kabupaten Malang menggelar aksi tolak kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL), Kamis (19/6/2025). Selain menutup jalan perbatasan Blitar-Malang, mereka juga menggelar demo di Jalibar Kepanjen.
Sekitar 300 truk tampak terparkir di sepanjang Jalibar, baik di jalur sisi selatan maupun utara. Meski demo ini digelar di wilayah Kabupaten Malang, sopir yang mengikuti demo berasal dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah.
Baca Juga: 289 Atlet Taekwondo Berlaga di Porprov Jatim 2025 di Kabupaten Malang
Sekretaris Komunitas Truk Malang (KTM), Tito Yuandamara mengatakan kebijakan ini akan merugikan sopir truk karena ongkos kirim menjadi berkurang. Ia mencontohkan saat ini pengiriman beras dipatok seharga Rp4 juta.

Saat ini, ongkos tersebut bisa digunakan untuk distribusi delapan ton. Akan tetapi, dengan kebijakan Zero ODOL, ongkos Rp4 juta tersebut bisa hanya untuk beras seberat empat ton.
Baca Juga: Bea Cukai Malang dan Forkopimda Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp5 Miliar di Kabupaten Malang
“Masyarakat (yang mengirim beras) pasti akan keberatan dengan tarif itu, sehingga ongkos dipotong. Maka sopir yang rugi,” kata Tito.
Oleh karena itu, ia berhadap kebijakan ini bisa dikaji ulang agar tidak memberatkan sopir. Aksi ini juga merupakan bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan mereka yang saat ini melakukan aksi demo di Surabaya.
“Aksi mogok kerja ini untuk menghargai rekan-rekan yang berjuang di Surabaya,” tambah Tito.
Berikut tuntutan yang diserukan para sopir truk dalam aksi ini:
1. Hentikan operasi ODOL
2. Regulasi ongkos angkutan logistik
3. Revisi UULLAJ Nomor 22 Tahun 2009
4. Perlindungan hukum kepada sopir
5. Berantas premanisme dan pungli
6. Kesetaraan perlakuan hukum.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























