MALANG,Tugumalang.id – SMK Al-Khozini Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengadakan Workshop Penguatan literasi SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) Skema Lanjutan Tahun 2024 pada Rabu (23/102024).
Acara yang dilaksanakan di Kelas IT tersebut untuk meningkatkan literasi para siswa dan guru. Hadir sebagai pembicara, Pemimpin Redaksi Tugumalang.id, Herlianto. A.
Ketua WAKA Kurikulum SKAZIGA, Bunyani S,Hum, M.Pd, mengatakan bahwa media terutama media online banyak sekali diisi oleh konten-konten atau berita yang tidak benar (hoax). Maka dari itu perlu diberikan penguatan literasi guna mengarahkan generasi untuk lebih bijak lagi dalam memanfaatkan media online.
Baca Juga: Dorong Literasi Hukum Arbitrase, FH Unmer Malang Jalin Kerja Sama dengan BANI

“Sebagaimana yang kita tahu, sekarang ini banyak sekali yang menggunakan media sosial, tetapi tidak banyak yang menggunakannya dengan baik dan bijak, malah yang banyak sekali ditemui adalah berita-berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Makanya kegiatan literasi seperti ini sangat diperlukan untuk mencegah hal itu semakin parah,” ujar Bunyani.
Kegiatan literasi ini dihadiri oleh para guru SMK Al-Khozini dan pengurus OSIS di sekolah tersebut. Kegiatan literasi diisi dengan materi mengenai media online dan media sosial.
Herlianto. A dalam materinya menuturkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 115 juta jiwa, yang artinya hampir 78 persen dari jumlah populasi yang ada yaitu sekitar 275 Juta Jiwa di Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Daya Saing, Disnaker Kabupaten Malang Beri Pelatihan Literasi Keuangan pada Wirausaha Penyandang Disabilitas
Bahkan, menurut Survei Reuter yang dirilis Kompas pada 17 Juni Tahun 2022 lalu, 68 persen orang urban Indonesia mengakses berita online. Ini menunjukkan bahwa media online ini sudah jadi cara hidup orang Indonesia. ”Ini menunjukkan bahwa masa depan media onlien di Indonesia ini sangat cerah,”ujar Herlianto.
Herly juga menjelaskan cara merawat konten di website, yaitu konten evergreen dengan porsi 60 persen, konten news dengan porsi 30 persen dan konten ekslusif sebanyak 10 persen. “Media online itu harus menjaga view tetap stabil maka perlu komposisi konten yang tepat,” kata dia.
Sementara terkait media sosial, menurut alumni UGM tersebut sangat bermanfaat jika digunakan dengan benar. Medsos bisa untuk self branding atau untuk mendapat cuan. “Cuan dari medsos itu bisa dari adsense atau jadi afiliator,” kata dia.
Adapun medsos dan media online, menurutnya saling terkait. Media online bisa menggunakan medsos untuk mencari ide konten atau mendistribusikan konten. “Tetapi pada saat yang sama medsos juga saingan bagi media online,” kata dia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Silvianti (Magang)
Editor: Azmy





























