Malang, Tugumalang.id– KID-ABA Autism & ADHD Center Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia terapi anak berkebutuhan khusus. Lewat kegiatan diseminasi ilmiah yang digelar secara daring via Zoom pada Minggu (6/7/2025), pusat terapi terkemuka ini memaparkan hasil penelitian tentang efektivitas Smart ABA dalam meningkatkan attending skills pada anak penyandang autisme.
Acara yang dihadiri kalangan profesional, akademisi, pemerhati autisme, dan orang tua anak autistik itu menampilkan Direktur KID-ABA, Arneliza Anwar, S.E., M.Si., sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Arneliza — yang dikenal luas sebagai Indonesia Autism Expert — mempresentasikan hasil tesis berjudul “Efektivitas Smart ABA terhadap Attending Skills (duduk, kontak mata, dan kepatuhan) pada Penyandang Autisme.”
Smart ABA Tingkatkan Fokus Anak Autis dalam Waktu Singkat

Menurut Liza, sapaan akrab Arneliza, attending skills merupakan fondasi penting bagi keberhasilan terapi dan pendidikan anak autis. Attending mencakup kemampuan anak untuk duduk dengan tenang, melakukan kontak mata, serta menunjukkan kepatuhan terhadap instruksi.
Baca juga: PSLC Ungkap Fakta Anak Autis Sering Menyakiti Diri
“Istilah attending skills mengacu pada kemampuan anak untuk mengikuti arahan secara tertib. Ini menjadi dasar penting sebelum anak menerima materi pembelajaran lebih lanjut,” jelas Liza.
Penelitian yang dilakukan Liza menunjukkan hasil signifikan: ketiga aspek attending skills dapat dilatih dengan efisien menggunakan metode Smart ABA, bahkan dalam waktu kurang dari lima hari.
Hasil Rata-Rata Peningkatan Attending Skills:
Kontak Mata: 12–19 sesi (rata-rata 15,6 sesi) atau 3–4,75 hari
Duduk Tenang: 12–18 sesi (rata-rata 15 sesi)
Tangan ke Bawah: 12–18 sesi (rata-rata 15,6 sesi)
Tingkat Efisiensi Lebih Unggul Dibanding Metode Lain
Smart ABA terbukti lebih cepat dibanding metode lain seperti:
Ducharme & Drain (2004): 13 minggu
Plener dkk (2018): 3–4 minggu
McNeil dkk (2019): 5 bulan
Oktaviani dkk (2022): 2 bulan
Dengan total rata-rata 761 full prompts selama sekitar 16 sesi, efektivitas metode ini diukur bukan hanya dari durasi pelatihan, tetapi juga dari hasil nyata perubahan perilaku anak.
Perhatian Global terhadap Permasalahan Attending
Liza juga merujuk beberapa literatur ilmiah seperti Kim dkk (2024), Nah (2020), dan Norouzi dkk (2024) yang menegaskan bahwa masalah utama anak autistik saat ini adalah ketidakmampuan dalam attending. Hal ini bahkan menjadi kekhawatiran besar para orang tua, sebagaimana dijelaskan dalam studi Ekas (2017).
Kontribusi untuk Dunia Terapi Autisme Indonesia
Dalam kegiatan ilmiah ini, KID-ABA juga menghadirkan Dr. Kuncoro Teguh Yunanto, S.Psi., M.M., Dekan Fakultas Psikologi UPI YAI Jakarta, sebagai keynote speaker yang memperkuat validitas akademik diseminasi tersebut.
“Kesembuhan bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang bisa dicapai melalui pendekatan ilmiah dan konsisten,” tegas Liza.
Baca juga: Takut Terapi? Ini Alasan Orang Tua Masih Ragu Berikan Terapi untuk Anak Autisme, Ungkap PSLC
Tentang KID-ABA Autism & ADHD Center Indonesia
KID-ABA Autism & ADHD Center Indonesia merupakan pelopor terapi berbasis Smart ABA dan Smart BIT yang berpusat di Grand Wisata, Bekasi. Lembaga ini telah menangani banyak kasus autisme, menyelenggarakan berbagai pelatihan terapis, webinar edukatif, hingga riset ilmiah yang mendukung kemajuan dunia terapi autisme di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.kid-aba.com
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























