Tugumalang.id – Baru-baru ini, slow living menjadi pembicaraan di media sosial. Gaya hidup yang katanya menjauhkan diri dari stres dan kesibukan yang tidak bermakna. Cara ini seolah menjadi jalan keluar dari hidup yang serba cepat.
Dilansir dari cnnindonesia.com, menjalani hidup slow living berarti lebih fokus pada rutinitas, menyediakan waktu untuk melakukan hobi yang benar-benar disukai, bahkan menikmati alam tanpa harus bersama telepon genggam, menjauh dari smartphone sementara waktu.
Inti dari slow living adalah menjalani dan melakukan semua hal yang membuat Anda merasa lebih baik. Dengan begitu banyak manfaat yang bisa Anda dapat, misalnya merasa lebih bahagia, tidak terlalu stres, dan hidup lebih damai.
Sebagaimana dijelaskan dalam Slow Living Idn, semuanya tergantung pada pola pikir bagaimana Anda ingin menjalani hidup yang lebih bermakna. Hal ini juga mencakup pemikiran tentang apa saja yang ingin Anda hargai dalam hidup.
Dalam dunia yang semakin sibuk dan serba cepat ini, semakin banyak orang yang merasa tertekan oleh tuntutan kehidupan modern. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kesejahteraan diri telah menjadi tantangan yang semakin berat.
Dalam menghadapi realitas ini, konsep slow living muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap gaya hidup yang tergesa-gesa. Slow living bukan hanya sebuah tren, melainkan juga sebuah filosofi yang mendorong manusia untuk mengambil langkah mundur, melambatkan ritme, dan mendapatkan kembali kedamaian dalam hidup yang penuh gejolak.
Slow living melibatkan lebih dari sekadar merendahkan kecepatan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajarkan kita untuk memusatkan perhatian pada kualitas daripada kuantitas. Ini berarti memilih dengan bijaksana dalam menentukan prioritas, mengurangi ketergantungan pada hal-hal yang instan dan efemeral, serta menghargai momen-momen sederhana.
Dengan melambatkan laju hidup, kita dapat mengalami hal-hal yang biasanya terlewatkan saat kita terburu-buru, seperti keindahan alam, interaksi sosial yang bermakna, dan kenikmatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Salah satu inti slow living adalah menemukan harmoni antara tindakan dan refleksi. Ini mengingatkan kita untuk mengambil waktu dalam pengambilan keputusan, untuk merenungkan tujuan hidup kita dan untuk menghargai perjalanan kita menuju pencapaian tersebut.
Dalam dunia yang terobsesi dengan pencapaian instan, slow living mengingatkan kita bahwa proses memiliki nilai yang sama pentingnya dengan hasil akhir.
Lantas bagaimana cara menjalani hidup dengan Slow Living? Anda bisa coba tips berikut ini:
1. Tidak buru-buru
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan slow living adalah dengan tidak terburu-buru dan menikmati setiap proses yang dilalui. Hal ini akan membuat diri menjadi lebih sadar terhadap hal yang sedang dilakukan.
“Slow living ini gaya hidup dengan dasar pemikiran menjalani hidup dengan lebih bermakna. Caranya dengan melakukan segala sesuatu tepat, melambat, dan tidak buru-buru,” ucap psikolog klinis Veronica Adesla sebagaimana dikutip detikcom.
Selain itu, tidak berfokus pada menyelesaikan dengan cepat namun lebih berfokus pada melakukannya dengan lebih baik.
2. Menentukan Prioritas
Selain melakukan segala hal dengan tidak buru-buru, cara menjalankan gaya hidup slow living adalah dengan menentukan prioritas. Dengan mengetahui prioritas mana yang diutamakan, maka kualitas hasil dari apa yang dilakukan bisa lebih baik.
Orang-orang yang mampu menentukan prioritas, memiliki pengendalian diri yang baik dalam menentukan mana yang lebih bermakna dan menjadi prioritas. Menjalani hidup sederhana dan bermakna untuknya, feeling content.
3. Menikmati Keheningan
Mematikan televisi dan musik untuk menikmati keheningan bisa menjadi salah satu cara menjalankan slow living. Dikutip dari The Minimalist Vegan cara ini dilakukan untuk beristirahat dari rutinitas dan bisa mendapatkan ketenangan.
4. Hidup Lebih Minimalis
Selanjutnya cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan slow living adalah dengan hidup lebih minimalis. Salah satunya adalah menyingkirkan benda-benda yang tidak benar-benar dibutuhkan. Semakin banyak benda yang dimiliki, maka semakin banyak juga waktu yang dibutuhkan untuk membereskannya. Hal ini tentu akan mengurangi waktu diri sendiri untuk meredakan stres.
5. Berani Berkata ‘Tidak’
Tidak semua orang bisa berkata ‘tidak’ pada orang lain, padahal hal ini sangatlah penting untuk menetapkan batasan diri. Belajar berkata ‘tidak’ dapat membuat diri lebih tenang dalam menjalani kehidupan.
Dengan menetapkan batasan yang jelas, diri lebih bisa memusatkan perhatian pada hal yang prioritas dan sesuai dengan minat. Selain itu, hal ini juga bisa membuat diri selalu memiliki ruang untuk diri, keluarga, dan kegemaran
Pada akhirnya, slow living adalah panggilan untuk menjalani hidup dengan lebih sadar dan tenang. Ini mengingatkan kita bahwa kehidupan bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan dengan cepat, melainkan perjalanan yang harus dinikmati dengan penuh kehadiran dan penghargaan. Slow Living seolah menjadi jalan baru untuk tetap waras di tengah hidup yang penuh distraksi ini.
Menarik untuk dicoba. Bagaimana menurut Anda?
Penulis: Rahayu SJ/Magang
Editor: Herlianto. A





























