Tugumalang.id – Siswa Sekolah Rakyat di Jember mencuri perhatian dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Mereka menampilkan kostum hasil rancangan sendiri yang sebagian besar dibuat dari bahan daur ulang. Penampilan mereka menjadi salah satu sorotan dalam karnaval bertaraf internasional yang digelar pada 24–26 Juli 2026 itu.
Para siswa tampil percaya diri pada dua sesi, yakni World Kid Pets dan Grand Carnival. Di balik penampilan tersebut, mereka melalui proses panjang mulai dari merancang konsep, membuat head piece, hingga menyusun kostum dan aksesori secara mandiri.
Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH, mengapresiasi keberanian dan kreativitas para siswa yang mampu menghadirkan karya orisinal di panggung internasional.

“Kemensos turut bangga atas kreativitas siswa Sekolah Rakyat di ajang JFC 2026 karena berani memamerkan kostum hasil rancangan dan olahan tangan mereka sendiri yang dibuat dari nol,” ujarnya di Jember, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Kemensos Percepat Proses Perubahan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju Tengah
Menurut Fajar, keikutsertaan siswa dalam JFC menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya membekali peserta didik dengan pendidikan formal, tetapi juga mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, dan kemampuan berkarya yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Proses pembuatan kostum juga menjadi pengalaman belajar tersendiri bagi para siswa. Pengerjaan head piece membutuhkan waktu hampir satu bulan sebelum dilanjutkan dengan pembuatan pakaian, sayap, dan berbagai aksesori pendukung.

Sebagian besar material yang digunakan berasal dari bahan daur ulang, sehingga karya yang ditampilkan juga mengusung pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui partisipasi di JFC 2026, para siswa diharapkan semakin percaya diri untuk terus mengembangkan potensi, berani berinovasi, dan mewujudkan mimpi mereka di berbagai bidang.
Kepala Sekolah Rakyat Jember, Kartika Sari Dewi mengungkapkan bahwa para siswa dilibatkan secara aktif mulai dari tahap perencanaan, perancangan, hingga penyelesaian akhir.
“Ini keikutsertaan kami pertama kali di JFC. Jadi sangat menantang karena proses panjang ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa. Ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga mengajarkan kerja sama tim dan nilai tanggung jawab,” urai Kartika.
Baca Juga: Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
Siswa Sekolah Rakyat Halimah Caraisa Humayroh yang memerankan Concience di JFC 2026 menuturkan selama empat bulan, Maret hingga Juli, tim JFC dari Sekolah Rakyat berkutat dengan segala persiapan defile.
Konsep yang diikuti oleh tim terbagi empat, yaitu Concience, Noise, Roots, dan Riberth. Tampilan mereka pun menyesuaikan seperti ksatria gladiator, kostum ekspresi/emosi, hingga rumah adat Minang. Dia mengaku bangga dapat berpartisipasi di JFC.
“Senang bisa mengikuti event mendunia ini, dapat pengalaman pembelajaran cara membuat baju-baju yang unik sama kesabaran,” tuturnya.
Penuturan serupa disampaikan siswi lainnya, Sava Aurotun Nisa yang memerankan Roots. Dia mengaku bahagia bisa mengikuti ajang bergengsi ini karena belum tentu dia mendapat kesempatan tampil jika tidak bergabung ke Sekolah Rakyat. “Bahagia karena kesempatan langka,” tuturnya.

Memasuki penyelenggaraannya yang ke-24 tahun, JFC 2026 tak hanya menjadi panggung megah bagi talenta muda, tetapi sekaligus berperan sebagai instrumen strategis menggerakkan roda ekonomi lokal dan mengentaskan kemiskinan.
Hal ini diakui Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya di acara puncak JFC 2026. Lantaran itu dia mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Jember dan semua pihak karena selama dua dekade menjaga keberlanjutan JFC sebagai event karnaval kebanggaan Indonesia.
“Di hadapan kita hari ini tak hanya melintas kostum memukau, tapi kisah Indonesia dan warisan budaya dan ada identitas bangsa yang diterjemahkan jadi karya kelas dunia,” ujarnya.
Presiden JFC Budi Setiawan ikut menjelaskan, event ini sebagai ruang bagi generasi muda untuk menemukan jati diri. “Keindahan yang kita sajikan hari ini tak boleh berhenti sebagai tontonan, tapi bahwa kreativitas juga mempunyai nilai tanggung jawab,” urainya.
Kemegahan JFC 2026 mulai terasa saat karpet merah mulai membentang di Pendapa Wahyawibawagraha sebagai pembuka acara sejak Jumat (24/7/2026) kemarin.
Sederet artis nasional, tokoh publik, hingga tamu kehormatan tampak memadati Red Carpet JFC—sebuah inovasi baru yang pertama kali dihadirkan dalam sejarah perhelatan yang diinisiasi oleh almarhum desainer Dynand Fariz ini.
Penyelenggaraan tahun ini melibatkan lebih dari 1.500 talent dari berbagai daerah hingga mancanegara, serta dihadiri tokoh kenamaan seperti penyanyi Krisdayanti, Andien, aktris senior Christine Hakim, 12 finalis Puteri Indonesia hingga para pemengaruh media sosial seperti Hanum Mega.
JFC sebagai Pendorong Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan
Di balik sorot lampu panggung dan keindahan kostum, Bupati Jember yang akrab dipanggil Gus Fawait menegaskan bahwa JFC membawa misi sosial dan ekonomi yang mendasar.
Pemkab Jember, menurutnya, mengkaji setiap perhelatan agar menghasilkan dampak ganda (multiplier effect) bagi perhotelan, UMKM, dan sektor informal.
Berdasarkan data BPS, sekitar 8.000 warga Jember berhasil keluar dari garis kemiskinan pada tahun lalu. Gus Fawait pun optimistis target penurunan jumlah penduduk miskin hingga di bawah angka 200 ribu jiwa dapat tercapai.
“Bahwa JFC adalah produk daerah yang menasional dan internasional, kalau Brazil mempunyai carnival, ndonesian punya Jember Fashion Carnaval,yang diciptakan almarhum Dynand Fariz, beliau anak desa tapi bisa buat acara nasional dan internasional,” katanya.
Lebih lanjut Gus Fawait menjelaskan bahwa pada awal 2026 pertumbuhan ekonomi Jember menjadi yang tertinggi di wilayah Tapal Kuda. Dia meyakini hal tersebut tak lepas dari kontribusi sektor pariwisata.
“Dengan manfaat ekonomi luar biasa dan ini yang dipesankan Presiden bahwa Pemkab Jember melalui JFC mewujudkan itu semua. Dampaknya nyata terhadap pekerja informal, UMKM. Ini adalah wujud yang dipesankan presiden,” katanya.
JFC 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) sebagai refleksi pentingnya memulihkan hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan.
Misi utama JFC 2026 adalah menghadirkan karya-karya yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mengajak masyarakat merenungkan pentingnya nilai kemanusiaan, menjaga lingkungan, dan merawat kehidupan melalui bahasa seni dan fesyen.
Di ajang ini para pengunjung disuguhi serangkaian acara dengan subtema berbeda, mulai dari WKC X Pets Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), Artwear Carnival, hingga Grand Carnival sebagai puncaknya.
Turut hadir dalam JFC 2026, antara lain Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Anggota DPR RI Charles Meikyansah, Anggota DPR RI M Khozin, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi, Anggota DPR RI Arvin Hakim Toha, Konjen Jepang, dan para tamu undangan serta ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos
Editor: Herlianto. A


























