SURABAYA, Tugumalang.id – Dalam rangka mengedepankan inovasi dan ketangguhan digital, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar Sharing Session Cyber Security Awareness pada Kamis (18/9/2025).
Bertempat di Ruang Majapahit, Kantor UID Jatim dengan menghadirkan narasumber utama Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 18/Trisula, Kolonel Inf. Risa Setyawan, BS, M.Han. dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf. Risa memaparkan pentingnya kewaspadaan menghadapi ancaman perang siber di era modern.
Baca Juga: PT PLN UP3 Malang Gelar Bersih-Bersih Massal Usai Apel Siaga Idul Adha 1446 H
Kegiatan sharing session dihadiri oleh General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir. Serta hadir pula secara daring General Manager PLN UIP JBTB, General Manager PLN UIT JBM, jajaran Vice President dari PLN Pusat, Senior Manajer, hingga para Manager UP3.

Tak ketinggalan pengurus Serikat Pekerja PLN serta perwakilan dari anak perusahaan juga turut mengikuti kegiatan ini. Kehadiran PLN Grup ini menunjukan bahwa isu keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan PLN.
Perang Generasi Kelima dan Ancaman Gray Zone
Kolonel Inf. Risa Setyawan menjelaskan bahwa perkembangan zaman telah membawa dunia memasuki era perang generasi kelima (GS).
Menurutnya perang saat ini berbeda dengan perang di zaman dulu yang identik dengan penggunaan senjata, tetapi perang di era modern saat ini dalam bentuk tak kasat mata di dunia digital.

“Jika dulu perang identik dengan senjata, hari ini perang hadir dalam bentuk yang tak kasat mata, cyber attack, disinformasi, hingga tekanan ekonomi. Semua itu dapat melumpuhkan tanpa perlu kontak fisik,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan strategi Gray Zone yaitu pola serangan yang dilakukan tanpa deklarasi perang resmi. Bentuknya bisa berupa penyebaran hoaks, serangan siber terhadap infrastruktur vital, hingga manipulasi opini publik melalui media sosial.
Baca Juga: PLN Perkuat Industri Hijau lewat Layanan Energi Terintegrasi di PT Ekamas Fortuna
“Proxy war seperti ini sangat berbahaya karena bisa mempengaruhi perilaku, mengguncang stabilitas, bahkan mengubah arah kebijakan suatu bangsa,” imbuh Kolonel Risa.
Lebih lanjut, Kolonel Risa menegaskan bahwa literasi digital, etika bermedia, dan kewaspadaan individu menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman tersebut.

Generasi muda, yang paling akrab dengan teknologi, diingatkan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Sekaligus menghindarkan diri dari dampak negatif di dunia maya.
Wujud Komitmen PLN tentang Digitalisasi yang Aman dan Andal
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengatakan bahwa digitalisasi adalah bagian penting dari transformasi PLN.
“Teknologi digital telah membantu PLN meningkat efisiensi, mempercepat layanan, dan memberikan kemudahan bagi pelanggan. Namun, digitalisasi juga membuka celah risiko yang tidak boleh kita abaikan,” kata Ahmad Mustaqir
“Karena itu, kita harus menyiapkan diri dengan penguatan sistem keamanan, budaya kerja yang tangguh, serta kewaspadaan yang tinggi,” sambungnya.
Pihaknya menambahkan bahwa PLN UID Jatim secara konsisten mengembangkan berbagai langkah strategis. Di antaranya, penerapan sistem keamanan berlapis, pembentukan tim tanggap darurat siber (CSIRT), pelatihan literasi digital, hingga simulasi penanganan insiden keamanan bagi pegawai.
“Semua ini adalah upaya untuk menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus memastikan pasokan listrik andal tetap terjaga,” jelas Ahmad.
Sinergi Positif antara PLN dan TNI
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi positif antara BUMN dan TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa. Kolaborasi antara PLN UID Jawa Timur dan Brigif 18/Trisula mencerminkan bahwa pertahanan negara tidak hanya berada di garis depan militer. Tetapi juga di balik layar jaringan digital yang menopang kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kolonel Risa Setyawan menutup paparannya dengan pesan inspiratif. “Bela negara saat ini bukan hanya mengangkat senjata, melainkan menjaga data, mengamankan informasi dan bijak dalam menggunakan teknologi. Dengan begitu, kita semua dapat menjadi bagian cari pertahanan bangsa di era digital,” ujar Kolonel Risa.
Harapan dan Langkah ke Depan
Kegiatan Sharing Session Cyber Security Awareness PLN UID Jawa Timur diharapkan dapat membuat seluruh pegawai semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan data.
Serta tidak mudah terjebak dalam misinformasi, serta aktif mendukung program-program keamanan informasi ini di lingkup kerja masing-masing.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya digital yang positif di kalangan insan PLN. Dengan integritas kewaspadaan dan kolaborasi yang kuat, PLN yakin dapat menghadapi tantangan era digital. Sekaligus memperkuat kontribusi dalam menjaga ketahanan nasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























