Sunday, July 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Setelah Harimau Sumatera, Ikan Hiu Paus Indonesia Masuk Daftar Spesies Terancam Punah

Redaksi by Redaksi
January 25, 2026 6:02 pm
in News
Ikan Hiu Paus

Ikan hiu paus (Rhincodon Typus) dinyatakan terancam punah. Foto: Unsplash

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Ikan hiu paus di lautan Indonesia kini resmi masuk dalam kategori spesies terancam punah (endangered) dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN. Status ini menyusul kondisi tragis yang sebelumnya dialami Harimau Sumatera, sekaligus menjadi peringatan serius terhadap masa depan keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya ekosistem laut.

Spesies dengan nama latin Rhincodon typus ini merupakan ikan terbesar yang masih hidup di dunia. Data global menunjukkan penurunan populasi hingga 50 persen dalam kurun 75 tahun terakhir. Di kawasan Indo-Pasifik, angka penurunannya bahkan mencapai 63 persen. Fakta ini memperlihatkan tekanan besar yang terus terjadi terhadap keberlangsungan hidup hiu paus di habitat alaminya.

READ ALSO

Juni 2026, BMKG Catat 698 Gempa Bumi Guncang Jawa Timur dan Sekitarnya

Udara Kabur Sepanjang Hari, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 4 Juli 2026

Laju pemulihan populasi hiu paus juga tergolong sangat lambat. Mereka membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk mencapai kematangan seksual. Dalam kondisi biologis yang rapuh tersebut, hiu paus masih harus menghadapi perburuan liar, degradasi habitat, serta dampak langsung aktivitas manusia di wilayah perairan.

Baca juga: Mirip Ikan Hiu Mendeteksi Mangsa, Inilah “Drone Amphibi Shark” Pendeteksi Illegal Fishing Buatan Mahasiswa ITN Malang

Ancaman Antropogenik di Perairan Timur Indonesia

Penelitian terbaru di Papua Barat mengungkap kondisi yang semakin memprihatinkan. Sebanyak 62 persen hiu paus di kawasan Bentang Laut Kepala Burung ditemukan memiliki bekas luka dan cedera.

Dr. Edy Setyawan dari Elasmobranch Institute Indonesia menjelaskan bahwa mayoritas luka tersebut bersifat antropogenik atau disebabkan oleh aktivitas manusia.

Berdasarkan pengamatan di Teluk Cenderawasih, Kaimana, Raja Ampat, dan Fakfak periode 2010–2023, abrasi ringan menjadi jenis cedera yang paling dominan. Luka ini kerap terjadi akibat gesekan dengan bagan atau jaring angkat tradisional saat hiu paus menyedot ikan umpan, serta interaksi dengan kapal wisata.

Dari 268 individu yang diidentifikasi melalui pola bintik unik, mayoritas merupakan hiu jantan muda berukuran 4–5 meter yang aktif berinteraksi di sekitar bagan nelayan. Kondisi ini memperbesar risiko cedera berulang akibat aktivitas manusia yang semakin intens.

Baca juga: Batu Secret Zoo, Wisata Keluarga dengan Koleksi Satwa Liar dari Berbagai Dunia

Fenomena Keterdamparan dan Tekanan Oseanografi

Selain luka fisik, fenomena hiu paus terdampar di pesisir Indonesia juga berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Jurnal Scientific Reports mencatat 115 kejadian keterdamparan yang melibatkan 127 individu di 23 provinsi sepanjang 2011–2023.

Mochamad Iqbal Herwata dari Konservasi Indonesia menyoroti lonjakan signifikan kasus tersebut.

“Lonjakan terlihat jelas, dari rata-rata empat kasus per tahun sebelum 2020, meningkat drastis menjadi 22 kasus per tahun setelahnya,” ujarnya.

Sebagian besar korban merupakan hiu paus juvenil berukuran 4–7 meter. Wilayah pesisir selatan Jawa, Sulawesi Barat, dan NTT tercatat sebagai lokasi utama keterdamparan massal.

Analisis menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara pola keterdamparan dengan kondisi oseanografi. Fenomena upwelling atau naiknya air laut dingin kaya nutrisi pada musim tenggara (Juni–November) mempengaruhi pergerakan hiu paus menuju wilayah tertentu, seperti selatan Jawa, yang justru meningkatkan risiko tabrakan dengan aktivitas manusia dan potensi keterdamparan.

Ikan Hiu Paus Jaga Keseimbangan Ekosistem Laut

Sebagai spesies payung, keberadaan hiu paus memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun tekanan terhadap populasi mereka terus meningkat, mulai dari jeratan jaring nelayan, kecelakaan laut, aktivitas industri, polusi, hingga interaksi manusia yang tidak bertanggung jawab.

Para peneliti menegaskan bahwa intervensi nyata dan pengelolaan kawasan konservasi yang lebih ketat menjadi kebutuhan mendesak. Dengan siklus hidup yang sangat lambat, dunia diperkirakan membutuhkan waktu hingga 100 tahun untuk memulihkan populasi hiu paus jika perlindungan maksimal tidak segera diterapkan secara serius mulai sekarang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: harimau sumatera terancam punahikan hiu pausikan hiu paus terancam punahIUCNRhincodon TypusStatus kepunahan spesies

Related Posts

Juni 2026, BMKG Catat 698 Gempa Bumi Guncang Jawa Timur dan Sekitarnya
News

Juni 2026, BMKG Catat 698 Gempa Bumi Guncang Jawa Timur dan Sekitarnya

Saturday, 4 Jul 2026
Udara Kabur Sepanjang Hari, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 4 Juli 2026
News

Udara Kabur Sepanjang Hari, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 4 Juli 2026

Saturday, 4 Jul 2026
telkomsel
News

Jaring Aspirasi Pengguna Setia, Telkomsel Ajak Pelanggan di Kota Batu Diskusi Santai

Friday, 3 Jul 2026
Flora Festival 2026 - Specta Flora Festival 2026 Perkuat Posisi Kota Batu sebagai Kota Florikultura
News

Specta Flora Festival 2026 Perkuat Posisi Kota Batu sebagai Kota Florikultura

Friday, 3 Jul 2026
Prakiraan Cuaca Malang Jumat 3 Juli 2026: Didominasi Udara Kabur
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 3 Juli 2026: Didominasi Udara Kabur

Friday, 3 Jul 2026
Pelaksanaan gladi posko untuk kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Kelud. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

BPBD Kabupaten Malang Matangkan Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Kelud Lewat Gladi Posko

Thursday, 2 Jul 2026
Next Post
Sabung ayam

Kurang dari Sebulan, Polisi Tiga Kali Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Kalipare

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.