Kamis, Juli 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Seniman Berharap Pemkab Malang Lebih Perhatikan Kesenian Tradisional Asli Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 5, 2023 5:48 pm
in Budaya
Seniman Wayang Kulit Malang

Seniman asal Kabupaten Malang, Ki Sholeh Adi Pramono. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Gaung kesenian tradisional khas Malang mulai meredup. Itulah yang dirasakan seniman Ki Sholeh Adi Pramono. Oleh karenanya, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memberi lebih banyak wadah bagi seniman tradisional yang mengangkat kesenian asli Malang.

Menurut Sholeh, saat ini terdapat 141 dalang wayang kulit malangan. Namun, mereka jarang mendapat undangan untuk mengisi acara-acara Pemkab Malang. Justru, seniman dari luar kota mendapat lebih banyak kesempatan untuk mengisi panggung di Kabupaten Malang.

READ ALSO

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

“Ada 141 dalang wayang kulit malangan, nggak pernah diundang ke acara Pemkab Malang. Dalang yang biasanya diundang justru berasal dari luar daerah, seperti Surakarta. Akhirnya ini memarginalkan kebudayaannya sendiri,” ujar Sholeh saat ditemui, Minggu (5/3/2023).

Di samping itu, Sholeh juga menyebut bahwa banyak peralatan wayang kulit malangan yang dibeli oleh kolektor sehingga tak lagi bisa digunakan. “Wayang kulit malangan itu memang banyak dalangnya, tapi alatnya dibeli oleh kolektor-kolektor,” kata Sholeh.

Selain wayang kulit malangan, Sholeh juga menyayangkan kurangnya ruang bagi kesenian topeng malangan. Padahal, topeng malang adalah kesenian khas malang yang dulunya sangat populer. Bahkan di tahun 2017, cerita Panji Asmorobangun yang merupakan jalan cerita topeng malangan mendapat anugerah Memory of the World (Ingatan Kolektif Dunia) dari UNESCO.

Sholeh menyebut di masa kepemimpinan Bupati Soerioadiningrat di akhir abad ke-19, kesenian topeng malang digemari di setiap desa. Masa tersebut bersamaan dengan masa kakek buyut Sholeh yang juga seorang seniman.

“Dulu tiap-tiap desa ada topeng, karena Bupati (Soeriodiningrat) mencintai topeng,” kata Sholeh.

Selain wayang kulit dan topeng malangan, Sholeh juga menyinggung langkanya kesenian macapat malangan. Macapat merupakan pembacaan syair atau puisi dalam bahasa Jawa.

“Kegiatan mocopat malangan sudah langka,” kata Sholeh.

Untuk melestarikan budaya tersebut, salah satu upaya yang ia lakukan adalah menggelar macapat padhang mbulan setiap pertengahan bulan di kalender Jawa. Di kegiatan ini, ia bersama pecinta budaya lainnya mendengarkan macapat sembari menikmati bulan purnama.

Selain Pemkab Malang, Sholeh juga berharap mahasiswa dan perguruan tinggi juga turut serta dalam mempromosikan kesenian khas Malang. Mereka bisa menampilkan kesenian tersebut dalam kegiatan atau event-event yang mereka adakan.

“Harapan saya di kampus-kampus di Malang, walaupun tidak memiliki mata kuliah kebudayaan, setidaknya memberikan ruang bagi kesenian tradisional Malang setiap lustrum (lima tahunan),” pungkasnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: dalang wayang kulitdalang wayang kulit malangankesenian tradisional khas MalangKi Sholeh Adi PramonoMacapatsenimanSeniman Malangtopeng malanganwayang kulit

Related Posts

Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Next Post
Klub jantung sehat Kecamatan Wajak

Bantu Masyarakat Hidup Sehat, Pengurus Klub Jantung Sehat di Wajak Resmi Dilantik

BERITA POPULER

  • Bapenda Kota Malang

    Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.