Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Senang Bantu Sesama, Gaji Pertama untuk Traktir Teman Sekelas

Redaksi by Redaksi
Oktober 1, 2021 8:54 pm
in Catatan
Nurul Lutfi. Foto: dok

Nurul Lutfi. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Nurul Lutfi*

Saat membaca tulisan Dr Aqua Dwipayana yang berjudul “Hari Bersejarah, 30 September 16 Tahun Lalu” yang dimuat di tugumalang.id, saya tidak kaget. Kenapa? Karena saya tahu persis sebagian  perjuangan hidupnya yang luar biasa terutama ketika dia kuliah sambil kerja di Malang, Jawa Timur.

READ ALSO

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Kami pertama kali ketemu sekitar 33 tahun lalu. Tepatnya pada Agustus 1988. Waktu itu kami sama-sama mulai kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang. Satu kelas.

Di awal kuliah, saya perhatikan Aqua berbeda dengan teman-teman sekelas lainnya. Jika tidak ada kuliah atau dosennya tidak masuk kelas, dia langsung “menghilang”. Sementara kawan-kawan yang lain biasanya pada ngumpul dan ngerumpi.

Nurul Lutfi. Foto: dok

Akibatnya Aqua tidak dekat dengan sebagian teman sekelas. Bahkan ada yang menganggapnya ekslusif karena jarang ikut ngumpul sama teman-teman. Sehingga ada yang memusuhinya.

Saya yang penasaran dengan hal itu mencoba mendekati Aqua untuk mengetahui penyebabnya. Alhamdulillah berhasil. Bahkan belakangan kami jadi teman akrab sampai sekarang.

Setelah intens ngobrol sama Aqua, saya jadi tahu detil penyebab Aqua jarang kumpul sama teman-teman sekelas. Faktor utamanya adalah masalah ekonomi.

Dr Aqua Dwipayana. Foto: dok

Aqua anak paling kecil dari lima bersaudara. Kondisi kedua orangtuanya sederhana jika tidak mau dikatakan miskin. Agar tetap bisa kuliah dan membiayai hidupnya, Aqua harus berjuang sendiri. Bekerja sambil kuliah.

Sengaja tidak ikut ngumpul sama teman-teman sekelas karena waktunya dimanfaatkan untuk tiga aktivitas utama. Istirahat buat mengumpulkan tenaga, membaca untuk menyalurkan hobinya sejak kecil, dan menulis artikel. Doa dan upaya Aqua tulisannya dimuat di berbagai media cetak terbitan Surabaya sehingga mendapat honor untuk menyambung hidupnya.

Aqua pernah menyampaikan kepada saya, tentang masalah ekonomi itu sengaja tidak diceritakannya ke teman-teman sekelas karena khawatir ada yang salah paham. Selain itu bisa menimbulkan masalah baru. Aqua hanya cerita kepada saya dan beberapa teman dekatnya mengenai hal tersebut.

Sambil kuliah, Aqua berusaha mencari kerja. Sebelum mendapatkan pekerjaan, orangtuanya rutin mengirimkan uang setiap bulan sebesar Rp 50 ribu kepada Aqua. Uang tersebut buat bayar kamar kos Rp 20 ribu. Sisanya untuk membayar kebutuhan yang lain.

Dengan sisa Rp 30 ribu, Aqua hanya bisa makan sehari dua kali dengan menu yang sama. Nasi putih dan gulai telur. Kalau dia lapar minta kepada penjualnya kuahnya dibanyakin agar nasinya mengembang dan membuat kenyang.

Kenapa memilih menu tetap itu? Karena paling murah harganya. Seporsinya Rp 300. Jadi kalau pagi dan siang makan, malamnya Aqua tidak makan. Begitu juga kalau siang dan malam makan, paginya dia tidak sarapan.

Kondisi itu dialaminya sekitar empat bulan. Agustus sampai Desember 1988. Sejak Januari 1989 kehidupannya jadi baik karena Aqua sudah rutin terima honor dari bekerja sebagai wartawan Harian Suara Indonesia Biro Malang.

Penuh Suka Duka

Kehidupannya membaik setelah 27 Desember 1988 mulai bekerja sebagai wartawan honorer di Harian Suara Indonesia Biro Malang. Saya perhatikan Aqua semangat sekali kerjanya dan tidak mengenal waktu. Mungkin karena sangat menyukai pekerjaannya dan membutuhkan uang dari hasil kerjanya.

Saya masih ingat honor pertama yang diterima Aqua pada Januari 1989 buat mentraktir teman sekelas. Dia sangat bersyukur dan bahagia bisa melakukan itu. Sedangkan teman-teman yang hadir senang ditraktir Aqua.

Seiring dengan perjalanan waktu, teman-teman sekelas akhirnya banyak yang tahu tentang kesulitan ekonomi Aqua sehingga jarang kumpul. Mereka memakluminya dan berempati pada Aqua.

Sebagai teman dekatnya, saya sering diajak meliput acara dan mewawancarai narasumber. Saya bisa merasakan kegigihan, keuletan, dan ketekunan Aqua menjalani profesi sebagai wartawan.

Juga sebelum punya motor sendiri, rata-rata setiap hari, selama dua tahun (1988-1990) Aqua jalan kaki sekitar 15 kilometer. Itu dilakukannya untuk menemui narasumber dan meliput berita. Sering juga Aqua pinjam motor saya jika sedang tidak saya pakai.

Aqua melakukan semua itu dengan penuh sukacita. Dia sangat yakin jika rajin, tekun, fokus, dan serius menjalani profesi wartawan, kondisi hidupnya bakal berupa. Belakangan itu terbukti. Aqua bisa kredit motor bekas Suzuki FR 83 dan menyicil rumah tipe kecil di kompleks Perumahan Griya Shanta Malang.

Sebagai teman akrabnya, saya tahu persis tentang perjalanan hidup Aqua selama di Malang. Penuh suka duka. Karena sibuk kerja, Aqua sering tidak masuk kuliah. Saya yang membantu memfotokopikan materi kuliahnya. Kalau kami tidak ketemu, saya titipkan materinya di kamar Aqua. Saya punya kunci kamarnya.

Sekian puluh tahun kemudian termasuk saat kami reuni beberapa tahun lalu di Yogyakarta yang saat itu Aqua tuan rumahnya, kepada teman-teman, Aqua mengatakan berhutang budi kepada saya karena sering membantu dia saat kuliah. Padahal rasanya tidak banyak yang saya lalukan buat Aqua.

“Saya berhutang budi pada Lutfi. Tanpa bantuan Lutfi saat kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang puluhan tahun lalu, mungkin saya tidak bisa seperti sekarang ini. Jadi Lutfi jasanya besar sekali kepada saya,” ujar Aqua berkali-kali ke teman-teman.

Makin Rendah Hati

Banyak hal positif yang menonjol dari Aqua sejak dulu sampai sekarang. Salah satunya membantu sesama dengan ikhlas tanpa melihat latar belakangnya.

Saya sampai sekarang  sering mendapat bantuan dari Aqua. Termasuk ikut dalam rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS) I yang dibiayai Aqua dari hasil penjualan buku “super best seller” karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”. Waktu itu saya berangkat ke Tanah Suci pada 2017 dengan pimpinan rombongan Ustadz Nurcholis MA Basyari.

Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bisa ke Tanah Suci. Lewat Aqua, Allah SWT memberikan rezeki kepada saya untuk beribadah di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Meski sudah jauh lebih sukses, apalagi jika dibandingkan saat kuliah di Malang, kepada saya dan teman-teman yang lain, Aqua tidak pernah berubah. Bahkan makin rendah hati.

Aqua selalu mengingat kebaikan setiap orang kepadanya. Sekecil apapun itu. Seoptimal mungkin berusaha untuk membalasnya. Saya dan banyak teman telah merasakan itu.

Setiap ada yang memuji hidupnya yang sukses, Aqua selalu mengatakan semuanya karena Allah SWT. Tanpa ridho dan dukungan dari Sang Pencipta, dia merasa sama sekali tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Terima kasih Aqua yang sampai sekarang tetap menjadi teman akrab saya. Juga telah memberi berbagai bantuan kepada saya sekeluarga. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang saya peroleh dari Aqua sekeluarga.

Teruslah Aqua menebar kebaikan kepada sesama di manapun berada. Karena banyak yang membutuhkan uluran tangan Aqua bersama keluarga.

Saya terus berdoa agar Aqua sekeluarga selalu sehat dan mendapatkan banyak rezeki yang berkah sehingga bisa membantu lebih banyak orang lagi. Aamiin ya robbal aalamiin…(*)

*Penulis merupakan anggota rombongan umroh The Power of Silaturahim I dan tinggal di Batu, Jawa Timur

Tags: batuGajikota batu

Related Posts

Hari Lahir Pancasila
Catatan

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

Senin, 1 Jun 2026
Dr. Aries Musnandar & Dr. Muhammad Effendi, M.Si. Foto/dok
Catatan

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Senin, 1 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Next Post
manfaat puasa

Tingkatkan Hormon Dopamin dengan 8 Cara Ini agar Tetap Bahagia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.