Semua Tergantung Niat

  • Whatsapp
Dr Aqua Dwipayana

Beberapa teman menyampaikan rasa heran mereka atas kebiasaan saya. Selain sering berbagi ke teman-teman yang membutuhkannya, juga senang memberi sejumlah uang ke para anak kawan-kawan dan orangtuanya. Jumlahnya mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Rasa heran itu timbul terutama dari teman-teman yang tidak terbiasa melakukan itu. Mereka menganggap aneh kebiasaan saya tersebut. Juga rasanya tabu memberi kepada yang bukan keluarga.

Bacaan Lainnya

“Pak Aqua sudah lama melakukan kebiasaan seperti ini? Orang yang diberi uang apa tidak tersinggung? Bagaimana kalau mereka menolak pemberian bapak,” kata mereka menyampaikan pertanyaan senada yang bertubi-tubi ke saya.

Saya menjawab semua pertanyaan itu dengan mengatakan sudah lama melakukan kebiasaan tersebut. Merupakan keteladanan dari kedua orangtua, almarhum Bapak Syaifuddin dan Ibu Asmi Samad.

Mereka berdua selalu mengajarkan kepada kelima anaknya termasuk saya (anak bungsu-pen), agar rajin berbagi pada siapapun tanpa melihat suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Tidak hanya itu. Kedua orangtua saya  meski kehidupannya sederhana selalu memberikan contoh nyata. Suka berbagi kepada yang membutuhkannya.

Selalu Meniatkan Ibadah

Dengan begitu anak-anaknya tinggal mencontoh saja. Secara konsisten melakukan hal-hal positif yang memberi manfaat pada sesama.

Terkait pemberian sejumlah uang kepada teman-teman, para anaknya, dan orangtua mereka, alhamdulillah selama ini lancar sekali. Tidak ada yang tersinggung dan menolak.

Kenapa sikap mereka seperti itu? Karena semua tergantung niatnya. Jika mengawalinya dengan niat baik dan tanpa pamrih, insyaallah semuanya lancar dan dimudahkan oleh Tuhan.

Baca Juga  Dr Aqua Dwipayana: Aksi Kemanusiaan Tugu Media Group Bukti Kredibilitas

Saya selalu meniatkannya ibadah. Rejeki dari Tuhan harus saya teruskan kepada mereka. Dengan begitu doa dan harapannya mendapatkan keberkahan dari aktivitas positif tersebut.

Saya melihat ekspresi wajah mereka yang menerima rejeki tersebut menunjukkan kegembiraan. Bahkan ada yang sama sekali tidak menyangka bakal diberi sejumlah uang.

Dalam suasana bahagia itu mereka spontan mengucapkan terima kasih. Malah ada yang mendoakan agar TUHAn membalasnya dengan memberi saya rejeki yang berlipat ganda. Saya langsung mengamininya.

 

Tidak pernah Kekurangan

Saya lebih bersyukur dan merasa sangat bahagia. Bisa berbagi pada mereka. Apalagi dalam suasana pandemi Covid-19 ini. Banyak yang membutuhkannya.

Menariknya karena berbaginya dengan tulus ikhlas, saya selama ini tidak pernah merasa kekurangan. Bahkan di luar nalar manusia, sering langsung mendapat balasan berkali-kali lipat.

Rejekinya datang dari berbagai penjuru mata angin. Sama sekali tidak disangka-sangka termasuk jumlahnya. Hal itu meningkatkan motivasi saya untuk terus berbagi tanpa pamrih pada sesama.

Secara emosional hubungan saya dengan mereka yang mendapatkan rejeki tersebut makin dekat dan akrab. Merasakan seperti saudara sendiri. Alhamdulillah…

Semoga kebiasaan positif tersebut dapat terus dilaksanakan secara konsisten. Aamiin ya robbal aalamiin…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *