Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu mengambil langkah serius untuk mengatasi penurunan debit mata air yang kian mengkhawatirkan. Sebagai upaya konservasi jangka panjang, Pemkot Batu telah menyiapkan anggaran mencapai Rp18 miliar yang dialokasikan khusus untuk mengakuisisi lahan di kawasan resapan air.
Penurunan debit air di sejumlah sumber mata air utama di Kota Batu disinyalir terjadi akibat masifnya alih fungsi lahan dan berkurangnya area tangkapan air. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi mengancam ketersediaan air bersih bagi warga maupun kebutuhan irigasi pertanian di masa depan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menjelaskan bahwa dana belasan miliar tersebut akan digunakan untuk membebaskan lahan-lahan kritis yang berada di sekitar sumber mata air maupun di dataran tinggi yang berfungsi sebagai zona hijau.
“Kami memprioritaskan akuisisi lahan di area yang secara ekologis memiliki peran vital sebagai penyimpan cadangan air tanah. Lahan yang sudah dibebaskan nantinya akan dikelola sebagai hutan kota atau area konservasi yang ditanami pohon-pohon penyerap air,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Batu Siapkan Rp100 Miliar demi Wujudkan Zero Waste City
Program akuisisi lahan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkot Batu dalam menjaga ekosistem lingkungan. Selain pembebasan lahan, pemerintah juga berencana memperketat izin pembangunan di zona-zona resapan guna memastikan fungsi hidrologis wilayah tersebut tetap terjaga.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, mengingat status Kota Batu sebagai “menara air” bagi wilayah Malang Raya. Keberadaan mata air di Kota Batu tidak hanya menghidupi warga lokal, tetapi juga menjadi tumpuan bagi jutaan orang di aliran Sungai Brantas.
Baca juga: Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Mata Air Umbul Gemulo
Meskipun anggaran telah disiapkan, proses akuisisi lahan diprediksi akan menghadapi tantangan, terutama terkait negosiasi harga dengan pemilik lahan. Namun, Pemkot berkomitmen untuk melakukan pendekatan persuasif demi kepentingan publik yang lebih besar.
Dengan adanya penambahan aset lahan konservasi ini, diharapkan ketersediaan air di Kota Batu dapat kembali stabil, sehingga ancaman kekeringan saat musim kemarau panjang dapat diminimalisir.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























