Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Sekolah Rakyat Permanen Ngebut Dibangun, 66 Pemda Siap Kawal Program Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu

Redaksi by Redaksi
Agustus 13, 2026 2:02 pm
in Advertorial
Sekolah Rakyat Permanen Ngebut Dibangun, 66 Pemda Siap Kawal Program Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri rapat Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Jakarta. Foto/dok. Kemensos

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah di Indonesia. Kementerian Sosial (Kemensos) kini menggandeng 66 pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan kebutuhan lahan dan berbagai persyaratan pembangunan segera terpenuhi.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Jakarta, pada 12–13 Agustus 2026. Pertemuan ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi serta kementerian dan lembaga terkait.

READ ALSO

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, PLN Kick Off Kajian Sosial UB Forest, Dorong Konservasi dan Petakan Potensi Ekonomi Serta Kebutuhan Masyarakat

Universitas Negeri Malang dan MGBK SMK Malang Raya Perkuat Kompetensi Guru BK

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas sejumlah usulan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Fokusnya bukan hanya soal lokasi, tetapi juga memastikan dokumen dan berbagai persyaratan pembangunan sudah lengkap.

Baca Juga: Gus Ipul: Sekolah Rakyat Jadi Tanggung Jawab Seluruh Unit Kerja Kemensos

Keterlibatan Pemda menjadi salah satu bagian penting dalam proses ini. Pemerintah daerah didorong untuk mempercepat penyediaan lahan yang nantinya menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Sekolah Rakyat Permanen Ngebut Dibangun, 66 Pemda Siap Kawal Program Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri rapat Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Jakarta. Foto/dok. Kemensos

Sementara itu, proses pembangunan akan dilakukan secara kolaboratif dengan kementerian dan lembaga terkait.

Program Pendidikan untuk Keluarga Paling Tidak Mampu

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap keluarga yang berada dalam kondisi paling tidak mampu.

Menurutnya, program tersebut merupakan persembahan Presiden Prabowo Subianto bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.

Dengan keterlibatan 66 pemda, pemerintah berharap proses pemenuhan lahan dan persyaratan pembangunan bisa berjalan lebih cepat. Kolaborasi lintas pemerintah pun menjadi kunci agar Sekolah Rakyat permanen dapat segera terealisasi di berbagai wilayah.

“Ini adalah satu persembahan Bapak Presiden untuk keluarga-keluarga paling tidak mampu. Anggarannya dari APBN atas arahan Presiden. Yang diberi tugas pembangunan adalah Kementerian Sosial, dengan dibantu oleh kementerian dan lembaga lain, termasuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca Juga: 323 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Bantur

Menurut Gus Ipul, penyediaan lahan menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan yang diusulkan tidak hanya harus tersedia, tetapi juga harus memenuhi berbagai persyaratan agar pembangunan dapat dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan.

“Ternyata dalam praktiknya menyediakan lahan itu tidak mudah. Banyak syarat-syaratnya dan syarat-syarat ini harus kita cukupi dengan proses yang benar, tertib, sekaligus prudent, dengan kehati-hatian,” katanya.

Karena itu, rapat koordinasi menjadi ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah, termasuk aspek pertanahan, tata ruang, lingkungan, hingga persyaratan teknis lainnya.

Dalam rapat tersebut, Kemensos mempertemukan pemerintah daerah dengan kementerian/lembaga yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan pembangunan, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Perhubungan.

Gus Ipul menyampaikan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen telah berjalan di 104 titik di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan fasilitas pendidikan berasrama yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

“Sudah dalam proses pembangunan di 104 titik. Memang ada beberapa kendala tanahnya tidak bisa dibangun. Padahal juga sudah punya anggaran. Tetapi 104 ini sudah dianggarkan dan sekarang ini akan dibangun lagi,” ujar Gus Ipul.

Ia menyebut progres pembangunan di sejumlah daerah telah mencapai 98 hingga 99 persen, sementara beberapa lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Di sisi lain, berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, terdapat 81 Sekolah Rakyat rintisan aktif yang tersebar di berbagai daerah. Pemerintah berupaya memastikan Sekolah Rakyat rintisan dapat berlanjut dan memperoleh fasilitas permanen sehingga layanan pendidikan bagi para siswa tidak terputus.

“Kami berharap kepada Bapak-Ibu sekalian yang memiliki sekolah rintisan bekerja keras supaya mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang berkualitas,” kata Gus Ipul.

Sekolah Rakyat merupakan satuan pendidikan berbasis asrama yang menyelenggarakan pendidikan formal jenjang dasar dan/atau menengah secara terintegrasi bagi peserta didik dari keluarga miskin, miskin ekstrem, dan/atau rentan. Ketentuan mengenai organisasi dan tata kerja Sekolah Rakyat juga telah diatur melalui Peraturan Menteri Sosial.

Gus Ipul menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan gedung baru, tetapi merupakan bagian dari upaya negara memberikan kesempatan kepada anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan secara layak.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas pendidikan dan pendukung yang lengkap. Anak-anak mendapatkan pendidikan, pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan dasar selama mengikuti pendidikan.

“Memang ini untuk yang paling miskin, tetapi diberi fasilitas. Mungkin secara umum masih di atas rata-rata sekolah kebanyakan. Dengan tanah seluas ini, dengan gedung semegah ini, fasilitasnya cukup lengkap. Tetapi inilah cara negara memuliakan orang miskin, cara negara memuliakan mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” tutur Gus Ipul.

Ia menilai pendekatan tersebut penting karena kemiskinan tidak cukup ditangani melalui bantuan sosial yang bersifat sementara. Anak-anak dari keluarga miskin perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang, sementara keluarganya tetap mendapatkan intervensi sosial secara terpadu.

“Memutus kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberi bantuan sesaat. Yang dibutuhkan adalah kesempatan untuk belajar dan bertumbuh,” ujarnya.

Gus Ipul mengapresiasi pemerintah daerah yang telah berupaya menyediakan lahan dan mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, berbagai kendala yang muncul di lapangan perlu diselesaikan melalui kolaborasi, bukan dibebankan kepada satu pihak.

“Terima kasih kepada kabupaten dan kota yang selama ini telah berjuang luar biasa sehingga akhirnya berdiri gedung-gedung Sekolah Rakyat,” katanya.

Ia memahami proses pemenuhan lahan dan persyaratan pembangunan tidak selalu mudah. Namun, ia meminta pemerintah daerah tidak menyerah menghadapi berbagai kendala administratif maupun teknis.

“Saya tahu Bapak-Ibu sekalian punya kendala di lapangan. Saya tahu Bapak-Ibu sekalian punya tantangan-tantangan tersendiri. Tapi saya yakin sebagai pemerintah kita bisa mengatasi semua itu,” ujar Gus Ipul.

Rapat koordinasi ini diikuti 66 perwakilan daerah dari tujuh provinsi yang masih memiliki persyaratan yang perlu dipenuhi. Yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Riau. Kemensos mendorong penyelesaian persyaratan tersebut secara bersama-sama dengan kementerian/lembaga terkait.

“Kehadiran Bapak-Ibu di sini adalah tugas mulia, bahkan tugas yang sangat-sangat mulia. Mari kita penuhi segala persyaratan yang ada,” pungkas Gus Ipul.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos

Editor: Herlianto. A

Tags: gus ipulKemensos Selalu AdaPemdasekolah rakyat

Related Posts

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, PLN Kick Off Kajian Sosial UB Forest, Dorong Konservasi dan Petakan Potensi Ekonomi Serta Kebutuhan Masyarakat
Advertorial

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, PLN Kick Off Kajian Sosial UB Forest, Dorong Konservasi dan Petakan Potensi Ekonomi Serta Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 14 Okt 2026
Universitas Negeri Malang dan MGBK SMK Malang Raya Perkuat Kompetensi Guru BK
Advertorial

Universitas Negeri Malang dan MGBK SMK Malang Raya Perkuat Kompetensi Guru BK

Rabu, 14 Okt 2026
Universitas Brawijaya dan Sungkyunkwan University Perkuat Human Capital Mahasiswa Indonesia Melalui Program Global Scholars
Advertorial

Universitas Brawijaya dan Sungkyunkwan University Perkuat Human Capital Mahasiswa Indonesia Melalui Program Global Scholars

Rabu, 14 Okt 2026
Dosen Geografi Unikama Dorong Pemanfaatan AI untuk Guru SMAN 1 Lawang
Advertorial

Dosen Geografi Unikama Dorong Pemanfaatan AI untuk Guru SMAN 1 Lawang

Selasa, 13 Okt 2026
Atria Wedding Fair 2026 Hadirkan 20 Vendor Pernikahan di Malang
Advertorial

Atria Wedding Fair 2026 Hadirkan 20 Vendor Pernikahan di Malang

Selasa, 13 Okt 2026
Diskon Tiket Jatim Park 50 Persen untuk Warga Kota Batu saat HUT ke-25
Advertorial

Diskon Tiket Jatim Park 50 Persen untuk Warga Kota Batu saat HUT ke-25

Selasa, 13 Okt 2026
Next Post
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos. Foto/dok

Bansos Bukan Tujuan Akhir, Kemensos Dorong KPM Naik Level hingga Mandiri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.