Kamis, Agustus 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Bansos Bukan Tujuan Akhir, Kemensos Dorong KPM Naik Level hingga Mandiri

Redaksi by Redaksi
Agustus 13, 2026 2:16 pm
in Advertorial
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos. Foto/dok

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Program bantuan sosial (bansos) pemerintah kini diarahkan bukan sekadar untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kementerian Sosial (Kemensos) ingin bantuan dan program pemberdayaan menjadi jalan keluar agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa perlahan mandiri dan lepas dari ketergantungan bantuan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan, seluruh program Kemensos pada dasarnya memiliki satu tujuan utama, yakni mengentaskan kemiskinan.

READ ALSO

Sambut HUT RI, Pemkot Batu Bebaskan Denda Pajak Daerah hingga 31 Agustus 2026

Sekolah Rakyat Permanen Ngebut Dibangun, 66 Pemda Siap Kawal Program Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos, Selasa (11/8/2026).

Menurut Agus, pemerintah memang memiliki berbagai instrumen untuk mengatasi kemiskinan, mulai dari bansos hingga program Sekolah Rakyat. Namun, program-program tersebut harus tetap diarahkan pada tujuan akhir yang sama: membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

“Mau pakai Sekolah Rakyat, mau pakai bansos, mau pakai apa pun, tujuannya adalah pengentasan kemiskinan,” ujar Agus.

Pendamping Sosial Jadi Kunci

Kemensos juga terus mengevaluasi berbagai faktor yang membuat upaya pengentasan kemiskinan belum maksimal. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peran pendamping sosial yang berada dekat dengan KPM.

Bansos Bukan Tujuan Akhir, Kemensos Dorong KPM Naik Level hingga Mandiri
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Kantor Kemensos. Foto/dok

Pendamping tidak hanya dituntut memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu membantu KPM menyusun langkah agar kondisi ekonomi keluarga bisa meningkat hingga akhirnya mandiri.

Karena itu, pola pikir pendamping sosial juga perlu bergeser. Orientasinya tidak berhenti pada “bagaimana bantuan sampai ke penerima”, tetapi berkembang menjadi “bagaimana penerima bisa keluar dari kondisi yang membuat mereka membutuhkan bantuan.”

Pendekatan Graduasi BRAC

Pendekatan graduasi BRAC menjadi salah satu model yang dapat dipelajari untuk memperkuat proses tersebut. Apalagi pendekatan tersebut telah diterapkan dalam program penanggulangan kemiskinan di berbagai negara.

Pendekatan graduasi ini merupakan proses peningkatan kesejahteraan yang dilakukan secara bertahap, terukur, memiliki batas waktu, dan disertai pendampingan intensif.

BRAC menyederhanakan komponen utamanya dalam konsep ABC, yakni asset, basic needs, dan coaching.

“Yang berbeda dari pendekatan graduasi ini adalah intervensinya dilakukan secara berurutan. Pendampingannya dan ada batas waktunya,” ujar Abdurrahman Syebubakar, Country Lead BRAC Indonesia.

Kriteria graduasi juga harus disusun secara jelas sehingga KPM tidak dinyatakan mandiri hanya karena telah selesai menerima suatu program.

“Jadi kriteria graduasi itu menjadi sangat penting. Jangan sampai nanti divonis tergraduasi. Misalnya tergraduasi dari program, atau tergraduasi dari skema yang komprehensif ini. Kemudian minggu depan mereka balik lagi turun miskin. Itu tidak boleh terjadi,” kata Abdurrahman.

Dari sisi upaya pemberdayaan, pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah terkait perlu terlibat secara aktif sesuai kebutuhan KPM. Transformasi pengentasan kemiskinan juga perlu dimulai dengan mengetahui secara tepat persoalan yang terjadi di dalam sistem, kemudian menentukan intervensi yang sesuai.

“Ini hal yang baik buat kita untuk transformasi. Istilah lain dari revolusi adalah transformasi yang dipercepat,” ucap Agus Jabo menutup audiensi.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Lead Policy and Implementation Puji D. Antono, Lead MEL and Research Tania Warokka, serta Program Coordinator Zulkifli Kahar.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos

Editor: Herlianto. A

Tags: BangladeshBansosKemensosKemensos Selalu Ada

Related Posts

Sambut HUT RI, Pemkot Batu Bebaskan Denda Pajak Daerah hingga 31 Agustus 2026
Advertorial

Sambut HUT RI, Pemkot Batu Bebaskan Denda Pajak Daerah hingga 31 Agustus 2026

Kamis, 13 Agu 2026
Sekolah Rakyat Permanen Ngebut Dibangun, 66 Pemda Siap Kawal Program Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu
Advertorial

Sekolah Rakyat Permanen Ngebut Dibangun, 66 Pemda Siap Kawal Program Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 13 Agu 2026
Pacific Hills, Hunian American Classic dari pengembang Podorukun Group. Foto/dok
Advertorial

Pacific Hills, Hunian American Classic Pertama di Karangploso dengan Jaringan Listrik Underground

Kamis, 13 Agu 2026
Raperda Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Malang Dimatangkan
Advertorial

Raperda Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Malang Dimatangkan

Rabu, 12 Agu 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang Pacu Jurnal Menuju Indeksasi Scopus
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Pacu Jurnal Menuju Indeksasi Scopus

Rabu, 12 Agu 2026
DPRD Kabupaten Malang Bahas Raperda Perubahan Pengelolaan Aset
Advertorial

DPRD Kabupaten Malang Bahas Raperda Perubahan Pengelolaan Aset

Rabu, 12 Agu 2026
Next Post
Fenomena Sound Horeg Makin Marak, Begini Menurut Kajian Pakar UMM

Fenomena Sound Horeg Makin Marak, Begini Menurut Kajian Pakar UMM

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.