Malang, Tugumalang.id – Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendorong penguatan Sekolah Ramah Anak melalui pendekatan berbasis riset dan pendampingan. Salah satunya melalui asesmen school well-being yang melibatkan siswa dan pihak sekolah di SMP Asy-Shadzily, Pakis, Kabupaten Malang, pada 17 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penelitian “School Well-Being: Upaya Penguatan Sekolah Ramah Anak di Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Malang”. Riset itu diarahkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang siswa.
Baca juga: Fakultas Psikologi UIN Malang Bekali Pendamping Santri As-Salma Jombang soal Kesehatan Mental
Melalui asesmen, siswa diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman mereka selama berada di sekolah. Tim peneliti menggali sejumlah aspek, mulai dari self-compassion, school connectedness, parental involvement, hingga school well-being.
Keempat aspek tersebut membantu sekolah memahami bahwa kesejahteraan siswa tidak hanya dipengaruhi kondisi pribadi. Hubungan dengan guru dan teman, rasa memiliki terhadap sekolah, serta dukungan keluarga juga menjadi bagian penting. Karena itu, sekolah ramah anak perlu dibangun sebagai ekosistem yang membuat siswa merasa diterima, dihargai, didengarkan, dan memiliki kesempatan untuk berkembang.
Kegiatan di SMP Asy-Shadzily juga menegaskan pentingnya asesmen sebelum merancang program pendampingan. Melalui kuesioner, observasi, dan dialog dengan pihak sekolah, tim memperoleh gambaran mengenai rasa aman siswa, hubungan dengan guru dan teman sebaya, pengalaman menghadapi tekanan, dukungan orang tua, hingga kemungkinan pengalaman perundungan atau pengucilan.
Dengan pendekatan tersebut, program Sekolah Ramah Anak tidak dibangun berdasarkan asumsi, tetapi mengacu pada kebutuhan yang dialami siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas, Fakultas Psikologi UIN Malang Gelar Audit Mutu Internal
Hasil asesmen selanjutnya diharapkan menjadi pijakan bagi pendampingan yang lebih tepat sasaran. Bentuknya antara lain penguatan kapasitas guru, layanan bimbingan dan konseling, peningkatan keterhubungan siswa dengan sekolah, pencegahan perundungan, serta penguatan komunikasi antara sekolah dan orang tua.
Riset ini tidak berhenti pada pemetaan kondisi siswa. Penelitian tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan model school well-being, rekomendasi kebijakan, dan modul praktis yang dapat digunakan sekolah dalam memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak.
Melalui riset dan pendampingan tersebut, Psikologi UIN Malang ingin mendorong perubahan cara pandang terhadap Sekolah Ramah Anak. Bukan sekadar sekolah yang bebas dari kekerasan, tetapi sekolah yang membuat setiap anak merasa aman, terhubung, dihargai, dan bahagia untuk bertumbuh.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, guru, siswa, dan keluarga menjadi kunci agar kesejahteraan siswa tidak berhenti sebagai konsep, tetapi hadir dalam pengalaman mereka setiap hari. Dengan langkah yang dimulai dari mendengarkan siswa dan memahami kebutuhannya, sekolah dapat berkembang menjadi ruang belajar yang lebih manusiawi, suportif, dan menyejahterakan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
editor: jatmiko































