Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Sederet Kejanggalan Penegakan Hukum Tragedi Kanjuruhan hingga Hari ke-128

Redaksi by Redaksi
Februari 5, 2023 4:46 pm
in Peristiwa
Situasi saat terjadi kisruh di stadion Kanjuruhan Malang.

Situasi panas terjadi di stadion Kanjuruhan Malang usai dibunyikan peluit panjang pertanda berakhirnya laga Arema FC vs Persebaya. Foto : Dani Kristian/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Artikel ini membahas serentetan kejanggalan hukum Tragedi Kanjuruhan yang hingga hari ke-128 ini belum memberikan keadilan bagi para korban.

Malam 1 Oktober 2022 menjadi pil pahit yang harus ditelan Aremania. Laga dengan titel derbi penuh rivalitas Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut justru berujung maut.

READ ALSO

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

135 orang suporter menjadi korban meninggal dunia dan 600 lebih korban luka-luka akibat penembakan gas air mata ke arah tribun.

Kejadian ini membuat pecinta sepak bola di seluruh dunia terhenyak. Peristiwa brutal itu bahkan tercatat menjadi tragedi terbesar kedua di dunia sepanjang sejarah sepak bola. Suporter dari berbagai belahan dunia ikut bersolidaritas, termasuk suporter dalam negeri.

Mereka berharap penanganan hukum atas tragedi kemanusiaan ini ditegakkan seadil-adilnya, setuntas-tuntasnya. Namun hingga hari ke-120 lebih, publik justru dipertontonkan dengan banyak alibi janggal dalam proses penegakan hukumnya.

Setelah melalui proses pemberkasan perkara yang panjang dan menuai pro kontra, Kejaksaan akhirnya menerima berkas perkara itu. Namun, Forkopimda Malang meminta proses persidangan dipindah ke PN Surabaya untuk menjaga kondusifitas.

Berikut ini tugumalang.id merekam kembali sederet kejanggalan dalam penegakan hukum Tragedi Kanjuruhan mulai hari kejadian hingga hari ke-128.

1. Eskalase Kerusuhan Vs Gas Air Mata

Peristiwa itu memang berawal dari massa suporter yang turun ke lapangan. Tindakan ini ditinjau ranah hukum Komdis PSSI tidak bisa dibenarkan. Namun demikian, eskalase kerusuhan yang terjadi saat itu dinilai tidak tepat direspons dengan tembakan gas air mata. Apalagi ke arah tribun.

Sementara, jika merunut aturan FIFA, polisi tidak semestinya berada di dalam lapangan. Apalagi dipersenjatai dengan senapan gas air mata. Sejatinya, pengamanan di stadion menjadi tugas dari steward.

2. Kabar Penculikan hingga Intimidasi Saksi Suporter

Pasca tragedi, sejumlah suporter terutama yang memiliki bukti video, bahkan mengunggahnya ke media sosial melaporkan dirinya diamankan pihak kepolisian dengan berbagai cara dan alasan.

Bahkan sejumlah korban tidak merasa ditunjukkan surat resmi pengamanan. Beruntung LPSK langsung ikut turun dan melakukan advokasi.

3. Mendadak Ibu Penjual Dawet Bagikan Kronologi Palsu

Belum genap 7 hari, sejumlah isu yang tak bisa diverifikasi kebenarannya mulai berseliweran di lini masa media sosial. Mulai ibu penjual dawet yang membagikan kronologi ngawur hingga temuan botol miras di pintu stadion yang dilegimitasi sebagai biang kerok aksi kerusuhan.

Belakangan, kebohongan itu terungkap dengan sendirinya. Pelaku ibu penjual dawet meminta maaf hingga temuan botol miras yang telah diklarifikasi ternyata botol obat PMK.

4. Pintu Stadion Tertutup hingga Bukti Kamera CCTV Menghilang

Seiring merebaknya peristiwa itu, publik kembali dibingungkan dengan dugaan penyebab suporter tewas karena ada pintu yang tertutup sehingga massa yang berlarian akibat kepulan gas air mata saling berdesak dan terhimpit di lorong pintu gate.

Namun, bukti kamera CCTV untuk membuktikan hal itu dikabarkan menghilang, bahkan sejak malam kejadian. Hanya ada 1-2 potongan video CCTV yang beredar di media sosial dan video pribadi dari korban.

5. Pelaku Penembak Gas Air Mata Lebih dari 5 Orang

Sejumlah suporter bersama kuasa hukum. Mulai dari Tim Aremania Gabungan, Sekber hingga Tim Tatak mulai mengumpulkan sejumlah dokumen bukti dari suporter.

Hasilnya, banyak rekaman video beredar yang menunjukkan gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Padahal, suporter di tribun yang juga terdiri dari kalangan keluarga tidak berbuat apa-apa yang menjurus pada aksi kerusuhan.

6. Rekonstruksi Kejadian Malah Digelar di Surabaya

Seperti diketahui, rekonstruksi kejadian tindakan penembakan gas air mata ini digelar di Lapangan Polda Jatim, bukan di Stadion Kanjuruhan yang menjadi lokasi kejadian perkara.

7. Hasil Rekonstruksi Tidak Ada Gas Air Mata Ditembakkan ke Arah Tribun

Sejumlah kabar dari media massa kemudian memberitakan bahwa dalam proses rekonstruksi itu tidak menampilkan adegan penembakan gas air mata ke arah tribun. Sementara, video-video baik amatir maupun profesional menunjukkan hal sebaliknya,

8. Proses Autopsi Diulur-ulur, Padahal Sesuai SOP Autopsi Dilakukan Setidaknya H+7

Diketahui pula, proses autopsi (visum dalam) dalam pembuatan proses perkaranya pada mulanya tidak dilakukan. Proses autopsi baru dilakukan setelah mendapat desakan keluarga korban hingga berkas perkaranya ditolak Kejaksaan terhitung dua kali.

9. Hasil Autopsi Tidak Ada Kandungan Gas Air Mata

Proses Autopsi baru dilakukan 30 hari pasca kejadian. Salah satu keluarga korban yang diautopsi adalah Devi Atok, ayah dari 2 orang anaknya yang menjadi korban. Hasilnya, tidak ada kandungan gas air mata ditemukan. Dan, menyatakan kematian korban bukan karena gas air mata.

10. Proses Sidang di PN Surabaya, Padahal Lokus Kejadian di Malang

Kejanggalan kembali berlanjut ketika diketahui Forkopimda Malang terdiri dari Bupati, Ketua DPRD hingga Kapolres Malang meminta persidangan di gelar di tempat kondusif. Akhirnya, persidangan yang seharusnya dikawal para korban ini digelar di PN Surabaya.

11. Persidangan Dilarang Disiarkan Langsung, Awak Media Dibatasi

Dari sekian rentetan kejanggalan yang terjadi, publik kembali disuguhi kabar bahwa proses persidangan Tragedi Kanjuruhan akan dibatasi pengunjungnya.

Selain itu, persidangan yang seharusnya bersifat terbuka itu dilarang disiarkan secara live oleh media massa. Bahkan awak media yang datang meliput juga dibatasi dan didata.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Arema FCAremaniaHeadlinekabupaten malangKejanggalan Hukum Tragedi KanjuruhanStadion Kanjuruhantragedi kanjuruhan

Related Posts

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang
Peristiwa

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang

Sabtu, 1 Agu 2026
Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
Peristiwa

Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas

Kamis, 23 Jul 2026
Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
Peresmian Jalan Abdurrahman Wahid di Kepanjen.

Bupati Malang dan Yenny Wahid Resmikan Jalan KH Abdurrahman Wahid di Kepanjen

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.