Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Sederet Kejanggalan Penegakan Hukum Tragedi Kanjuruhan hingga Hari ke-128

Redaksi by Redaksi
Februari 5, 2023 4:46 pm
in Peristiwa
Situasi saat terjadi kisruh di stadion Kanjuruhan Malang.

Situasi panas terjadi di stadion Kanjuruhan Malang usai dibunyikan peluit panjang pertanda berakhirnya laga Arema FC vs Persebaya. Foto : Dani Kristian/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Artikel ini membahas serentetan kejanggalan hukum Tragedi Kanjuruhan yang hingga hari ke-128 ini belum memberikan keadilan bagi para korban.

Malam 1 Oktober 2022 menjadi pil pahit yang harus ditelan Aremania. Laga dengan titel derbi penuh rivalitas Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut justru berujung maut.

READ ALSO

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

135 orang suporter menjadi korban meninggal dunia dan 600 lebih korban luka-luka akibat penembakan gas air mata ke arah tribun.

Kejadian ini membuat pecinta sepak bola di seluruh dunia terhenyak. Peristiwa brutal itu bahkan tercatat menjadi tragedi terbesar kedua di dunia sepanjang sejarah sepak bola. Suporter dari berbagai belahan dunia ikut bersolidaritas, termasuk suporter dalam negeri.

Mereka berharap penanganan hukum atas tragedi kemanusiaan ini ditegakkan seadil-adilnya, setuntas-tuntasnya. Namun hingga hari ke-120 lebih, publik justru dipertontonkan dengan banyak alibi janggal dalam proses penegakan hukumnya.

Setelah melalui proses pemberkasan perkara yang panjang dan menuai pro kontra, Kejaksaan akhirnya menerima berkas perkara itu. Namun, Forkopimda Malang meminta proses persidangan dipindah ke PN Surabaya untuk menjaga kondusifitas.

Berikut ini tugumalang.id merekam kembali sederet kejanggalan dalam penegakan hukum Tragedi Kanjuruhan mulai hari kejadian hingga hari ke-128.

1. Eskalase Kerusuhan Vs Gas Air Mata

Peristiwa itu memang berawal dari massa suporter yang turun ke lapangan. Tindakan ini ditinjau ranah hukum Komdis PSSI tidak bisa dibenarkan. Namun demikian, eskalase kerusuhan yang terjadi saat itu dinilai tidak tepat direspons dengan tembakan gas air mata. Apalagi ke arah tribun.

Sementara, jika merunut aturan FIFA, polisi tidak semestinya berada di dalam lapangan. Apalagi dipersenjatai dengan senapan gas air mata. Sejatinya, pengamanan di stadion menjadi tugas dari steward.

2. Kabar Penculikan hingga Intimidasi Saksi Suporter

Pasca tragedi, sejumlah suporter terutama yang memiliki bukti video, bahkan mengunggahnya ke media sosial melaporkan dirinya diamankan pihak kepolisian dengan berbagai cara dan alasan.

Bahkan sejumlah korban tidak merasa ditunjukkan surat resmi pengamanan. Beruntung LPSK langsung ikut turun dan melakukan advokasi.

3. Mendadak Ibu Penjual Dawet Bagikan Kronologi Palsu

Belum genap 7 hari, sejumlah isu yang tak bisa diverifikasi kebenarannya mulai berseliweran di lini masa media sosial. Mulai ibu penjual dawet yang membagikan kronologi ngawur hingga temuan botol miras di pintu stadion yang dilegimitasi sebagai biang kerok aksi kerusuhan.

Belakangan, kebohongan itu terungkap dengan sendirinya. Pelaku ibu penjual dawet meminta maaf hingga temuan botol miras yang telah diklarifikasi ternyata botol obat PMK.

4. Pintu Stadion Tertutup hingga Bukti Kamera CCTV Menghilang

Seiring merebaknya peristiwa itu, publik kembali dibingungkan dengan dugaan penyebab suporter tewas karena ada pintu yang tertutup sehingga massa yang berlarian akibat kepulan gas air mata saling berdesak dan terhimpit di lorong pintu gate.

Namun, bukti kamera CCTV untuk membuktikan hal itu dikabarkan menghilang, bahkan sejak malam kejadian. Hanya ada 1-2 potongan video CCTV yang beredar di media sosial dan video pribadi dari korban.

5. Pelaku Penembak Gas Air Mata Lebih dari 5 Orang

Sejumlah suporter bersama kuasa hukum. Mulai dari Tim Aremania Gabungan, Sekber hingga Tim Tatak mulai mengumpulkan sejumlah dokumen bukti dari suporter.

Hasilnya, banyak rekaman video beredar yang menunjukkan gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Padahal, suporter di tribun yang juga terdiri dari kalangan keluarga tidak berbuat apa-apa yang menjurus pada aksi kerusuhan.

6. Rekonstruksi Kejadian Malah Digelar di Surabaya

Seperti diketahui, rekonstruksi kejadian tindakan penembakan gas air mata ini digelar di Lapangan Polda Jatim, bukan di Stadion Kanjuruhan yang menjadi lokasi kejadian perkara.

7. Hasil Rekonstruksi Tidak Ada Gas Air Mata Ditembakkan ke Arah Tribun

Sejumlah kabar dari media massa kemudian memberitakan bahwa dalam proses rekonstruksi itu tidak menampilkan adegan penembakan gas air mata ke arah tribun. Sementara, video-video baik amatir maupun profesional menunjukkan hal sebaliknya,

8. Proses Autopsi Diulur-ulur, Padahal Sesuai SOP Autopsi Dilakukan Setidaknya H+7

Diketahui pula, proses autopsi (visum dalam) dalam pembuatan proses perkaranya pada mulanya tidak dilakukan. Proses autopsi baru dilakukan setelah mendapat desakan keluarga korban hingga berkas perkaranya ditolak Kejaksaan terhitung dua kali.

9. Hasil Autopsi Tidak Ada Kandungan Gas Air Mata

Proses Autopsi baru dilakukan 30 hari pasca kejadian. Salah satu keluarga korban yang diautopsi adalah Devi Atok, ayah dari 2 orang anaknya yang menjadi korban. Hasilnya, tidak ada kandungan gas air mata ditemukan. Dan, menyatakan kematian korban bukan karena gas air mata.

10. Proses Sidang di PN Surabaya, Padahal Lokus Kejadian di Malang

Kejanggalan kembali berlanjut ketika diketahui Forkopimda Malang terdiri dari Bupati, Ketua DPRD hingga Kapolres Malang meminta persidangan di gelar di tempat kondusif. Akhirnya, persidangan yang seharusnya dikawal para korban ini digelar di PN Surabaya.

11. Persidangan Dilarang Disiarkan Langsung, Awak Media Dibatasi

Dari sekian rentetan kejanggalan yang terjadi, publik kembali disuguhi kabar bahwa proses persidangan Tragedi Kanjuruhan akan dibatasi pengunjungnya.

Selain itu, persidangan yang seharusnya bersifat terbuka itu dilarang disiarkan secara live oleh media massa. Bahkan awak media yang datang meliput juga dibatasi dan didata.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Arema FCAremaniaHeadlinekabupaten malangKejanggalan Hukum Tragedi KanjuruhanStadion Kanjuruhantragedi kanjuruhan

Related Posts

Ekonomi hijau - Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang
Peristiwa

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sidak di SPBU Mergan (M Sholeh)
Peristiwa

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Next Post
Peresmian Jalan Abdurrahman Wahid di Kepanjen.

Bupati Malang dan Yenny Wahid Resmikan Jalan KH Abdurrahman Wahid di Kepanjen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.