Tugumalang.id – Berproduksi sejak 2013, Sambal MamaNi dengan produk sambal siap saji mampu menjelma menjadi inspirasi usaha mandiri yang menjanjikan. Siapa sangka produk sambal yang hanya berbahan baku cabai dan beberapa rempah dapur dari UKM asal Kota Malang itu bisa menembus pasar internasional.
Tak main-main, Sambel MamaNi yang mendapat support penuh Wali Kota Malang, Sutiaji, melalui Diskopindag Kota Malang ini mampu menjangkau permintaan konsumen di Malaysia, Hongkong, Jepang, Turki, Inggris hingga Amerika.
Produk olahan sambal asal Kota Malang ini tentunya juga telah menjangkau pasar di berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah retail di Jakarta bahkan juga telah diisi oleh produk Sambal MamaNi.
“Kalau penjualan kami paling banyak ada di Jatim, dan tentunya di Indonesia karena kami juga pasarkan melalui market place atau online,” kata Heni Wardani, pemilik Sambal MaMa Ni.

Keuletannya mampu membuat produk Sambal MamaNi dilirik konsumen dari luar negeri. Tentu tak mudah untuk bisa berada di posisi saat ini.
Heni mengatakan bahwa produknya mampu menembus konsumen hingga luar negeri karena kualitas cita rasa yang dia jaga. Dia mengatakan, komposisi resep bakunya tetap dijaga meski harga cabai mengalami kenaikan maupun penurunan.
Dia menceritakan, salah seorang konsumen yang merupakan turis asal Prancis saar berlibur di Kota Malang pernah mendatanginya untuk membeli langsung Sambal MamaNi. Turis itu kemudian sering memesan kembali karena merasa ketagihan dengan sambal asal Kota Malang itu.
Legalitas Sambal MamaNi
Selain menjaga cita rasa, Heni juga telah mengurus berbagai legalitas produknya. Dia mengatakan, legalitas itu dibantu oleh Pemkot Malang melalui fasilitasi dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang pada 2017 lalu saat dia menjadi UMKM binaan Diskopindag Kota Malang.
Dari situ, Sambel MamaNi menurutnya mendapat banyak manfaat hingga bisa melakukan uji nutrisi produk. Kemudian berbagai wawasan usaha mulai pendampingan cara marketing produk dan menajemen keuangan.
Kemudian bimtek, workshop, pameran dan dipertemukan dengan buyer hingga bisa menempatkan atau memasarkan produknya di toko toko retail di Jatim.
Berjalannya waktu, saat ini Sambel MamaNi mampu memproduksi 2.000 botol sambal dari 100 kilogram cabai per pekan. Dia mengaku mendapatkan omzet hingga puluhan juta perbulan dari usaha sambal siap saji itu. Melalui usahanya, Heni bisa menyediakan lapangan kerja dengan memberdayakan masyarakat sekitar.
Dia mengaku tidak menyangka usahanya berada di titik seperti saat ini. Padahal menurutnya, usahanya bermula dari kesukaannya secara pribadi pada makanan pedas. Dahulu, dia menceritakan sering membuat sambal atau makanan pedas usai berkuliner.
Cita rasa unik dari masakan pedas atau sambal yang dia buat itu kemudian membuat kerabat hingga teman temanya mendorong Heni membuat produk sambal. Dari situ Heni mulai mencoba membuat sambal dan memasarkannya.
Kini, Sambal MamaNi telah memiliki 23 varian rasa. Mulai dari produk sambal bawang merah super pedas, asem teri pedas, balado jengkol pedas, bawang super duper pedas, ikan asap gurih pedas, cumi pelangi pedas, oseng tuna asap pedas dan masih banyak varian menggoda lainnya.
Saat ini, Heni juga sedang berproses dalam pengurusan BPOM dengan dibantu Diskopindag Kota Malang. Dia menargetkan bisa menembus pasar Asia dan Timur Tengah, terutama di Arab Saudi. “Saya punya mimpi bisa ekspor produk 1 kontainer dengan target Asia dan Arab,” tandasnya.
Liputan ini adalah bagian dari liputan khusus soal HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Malang ke-109. Simak berita soal HUT Kota Malang dengan klik di sini.
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A