Saling Lempar Batu, 2 Kelompok Mahasiswa Papua di Malang Bentrok

  • Whatsapp
Sejumlah aparat kepolisian dan warga sekitar Jalan Kecubung, Tlogomas Kota Malang berjaga usai aksi bentrok 2 kelompok mahasiswa Papua, Selasa (25/5/2021). Foto/Azmy.
Sejumlah aparat kepolisian dan warga sekitar Jalan Kecubung, Tlogomas Kota Malang berjaga usai aksi bentrok 2 kelompok mahasiswa Papua, Selasa (25/5/2021). Foto/Azmy.

MALANG – Kericuhan terjadi melibatkan 2 kelompok mahasiswa, Selasa (25/5/2021) sore sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi persisnya ada di Jalan Kecubung, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Bentrok cukup serius karena 2 kubu ini saling lempar batu hingga adegan menggebrak-gebrak mobil polisi.

Diduga, bentrok ini buntut dari aksi demo Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di pagi harinya. Aksi itu nyaris berujung bentrok karena ada massa aksi lain dari Aliansi Mahasiswa Papua Indonesia (AMPI) yang tidak sepakat dengan wacana Papua Merdeka.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun dari warga sekitar, Septian (24), kericuhan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, dirinya tidak tahu persis awal terjadinya peristiwa bentrokan. Dia hanya melihat ada 2 kelompok yang dia identifikasi mahasiswa NTT versus mahasiswa Papua ini saling balas melempar batu.

”Saya lihat juga bawa bendera gitu, kayaknya habis demo tadi pagi. Pas bentrok itu juga ada petugas polisi sempat disekap sama anak Papua. Untung dia bisa lepas. Kalau awal-awalnya saya gak tahu persis,” tuturnya diwawancarai.

Dari video yang beredar di sejumlah media sosial, aksi saling lempar terlihat jelas di jalan warga sekitar kawasan Universitas Tribuana Tungga Dewi (Unitri). Bahkan, sejumlah massa dengan membawa bendera itu terlihat menggebrak-gebrak mobil polisi di video tersebut.

Di tengah bentrok, aparat polisi pun datang untuk menengahi pertikaian itu. Saat reporter datang ke lokasi, aksi bentrok sudah mereda. Sejumlah aparat bersama warga sekitar juga tampak berjaga-jaga mengantisipasi bentrok susulan.

Baca Juga  Pemkab Malang Alokasikan Rp 10-14 Juta untuk Tiap Rumah yang Hancur karena Gempa

Sejumlah mahasiswa Papua yang terlibat bentrok itu juga tampak menyudahi bentrok dan berkumpul di sebuah lahan kosong, di depan asrama Mahasiswa Papua. Beruntung, tidak ada bentrok horisontal lanjutan dengan warga setempat yang juga tampak siaga.

Terpisah, Camat Lowokwaru Joao Maria Gomes de Carvalho juga ikut turun ke lokasi usai mendapat laporan ini. Dirinya juga belum bisa bicara lengkap terkait kronologi awal pertikaian ini.

”Nanti saya akan ajak dialog pelan-pelan dengan mereka, ini ada apa. Kalau saat ini tentu belum bisa karena situasinya belum kondusif. Nanti saya akan tindaklanjuti lagi,” ungkapnya.

Lebih jauh, identitas 2 kelompok terlibat bentrok ini belum dapat dipastikan apakah buntut lanjutan dari aksi demo pada pagi harinya. Sebelumnya, AMP pada Selasa (25/5/2021) pagi pukul 10.00 WIB menggelar aksi demonstrasi di Simpang Empat Rajabally, Kauyutangan, Kota Malang.

Dalam aksi itu diwarnai perseteruan dengan massa aksi lain mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua Indonesia (AMPI). Kedua kelompok ini saling berseberangan pendapat dan bersitegang soal isu kemerdekaan Papua Barat.

Bentrok keduanya pun nyaris tak terbendung karena massa AMPI terus mencoba merangsek barisan polisi mencoba menyerang kubu AMP yang sedang berorasi. Beruntung, konflik horizontal antara kedua kubu ini tidak sampai terjadi.

Aparat dari Polresta Malang Kota terus berusaha meredam amuk sejumlah oknum yang ingin merusuh ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *