Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Romantika di Sudut Kayutangan Heritage Kota Malang, 30 Tahun Menanti Kekasih hingga Akhir Hayat

Redaksi by Redaksi
Januari 8, 2023 3:36 pm
in Asli Malang
kayutangan heritage

Mural wajah Mbah Gombloh di sudut kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang – Sudut kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang ternyata menyimpan kisah romantika. Pemilik kisah itu adalah Arifin atau lebih akrab disapa Mbah Gombloh. Dia rela menanti kekasihnya hingga akhir hayat di sudut pertokoan Kayutangan Heritage.

Usut punya usut, Mbah Gombloh telah menanti kekasihnya lebih dari 30 tahun lamanya. Namun sayang kekasih yang dia nanti tak kunjung tiba. Kisah romantika dengan akhir sedih itu bahkan telah diabadikan dalam bentuk mural wajah Mbah Gombloh di tembok pertokoan, dekat tempat dia duduk menanti kekasihnya.

READ ALSO

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Pemerhati Budaya dan Sejarah Kota Malang, Agung Buana mengatakan bahwa terdapat dua versi cerita romantika yang dibawa Mbah Gombloh. Disebutkan, kisah romantika Mbah Gombloh yang meninggal pada April 2017 silam itu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Mbah Gombloh, foto/M Sholeh

Di dalam versi pertama, Agung menjelaskan bahwa Mbah Gombloh digambarkan sebagai sosok yang pendiam dan tak banyak bicara. Namun kesetiaannya terhadap kekasih yang dia nanti mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Mbah Gombloh sering ditemui tengah duduk termenung di depan bekas Toko Surabaya di pertokoan Kayutangan Heritage, Kota Malang. Dia berdiam di tempat itu mulai pagi hingga sore hari. Tak banyak aktivitas yang dilakukan Mbah Gombloh di tempat itu.

“Ketika ditelusuri, informasinya dia sedang menunggu entah kekasih atau istrinya. Dia menanti janji untuk bertemu di lokasi yang sama itu,” ungkapnya.

Bekas Toko Surabaya di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang yang menjadi lokasi Mbah Gombloh duduk menanti kekasihnya (M Sholeh)

Beberapa informasi soal keberadaan kelasih Mbah Gombloh pun mencuat. Mulai kekasihnya yang telah meninggal, ditahan organisasi terlarang hingga pergi ke luar negeri. Meski begitu, Mbah Gombloh tetap duduk menanti sembari berharap kekasihnya tetap bisa datang.

Meninggalnya Mbah Gombloh menjadi akhir penantian panjang itu. Agung menyebut bahwa Mbah Gombloh telah menanti kekasihnya lebih dari 30 tahun lamanya.

“Kisah romantika di Kayutangan ini menunjukkan betapa seorang laki laki rela menunggu pasangannya sampai akhir hayatnya di titik yang sama dan tidak ketemu. Inilah kesetiaan Mbah Gombloh,” ucapnya.

Sementara itu, Agung juga memberikan penjelasan soal versi kedua kisah Mbah Gombloh itu. Di versi kedua, Mbah Gombloh digambarkan sebagai sosok pengusaha kaya asal Surabaya. Namun seluruh hartanya ludes dan menjadi nestapa karena kalah berjudi.

“Jadi untuk menghabiskan waktunya, dia mengasingkan diri dari Surabaya ke Malang. Karena tidak punya aktivitas apa apa, dia sempat menjadi tukang parkir di Toko Surabaya di kawasan Kayutangan itu,” bebernya.

Meski Mbah Gombloh tampak seperti orang tak punya, Mbah Gombloh kerap kali mendapat kiriman makanan dari seseorang yang mengendarai mobil mewah. Pemilik mobil itu diduga adalah anak dari Mbah Gombloh.

Namun karena tak mau merepotkan anak dan memang malu karena terpuruk akibat judi, Mbah Gombloh mencoba berjuang menghidupi diri sendiri dengan menjadi seorang juru parkir di depan Toko Surabaya, kawasan pertokoan Kayutangan Heritage, Kota Malang.

“Mbah gombloh merasa malu karena kalah judi dan tidak mau merepotkan anaknya. Sehingga dia berusaha menjadi tukang parkir hingga jualan kupon undian,” ujarnya.

Agung menyebutkan bahwa cerita versi pertama lebih kuat dalam lebih dikenal masyarakat Kota Malang dari pada cerita versi kedua dari Mbah Gombloh.

“Cerita yang paling kuat ya romantika kesetiannya saat menanti kekasih hingga akhir hayatnya. Dia tidak bertemu kekasihnya sampai dia meninggal,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: kayutangan heritageMbah GomblohPemerhati Budaya dan Sejarah Kota Malang

Related Posts

Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Produk asal Malang
Asli Malang

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Selasa, 9 Jun 2026
Next Post
Kampoeng Heritage Kajoetangan

Disporapar Kota Malang Tanggapi Kampoeng Heritage Kajoetangan Kalah Eksis dengan Pedestrian

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.