Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Romantika di Sudut Kayutangan Heritage Kota Malang, 30 Tahun Menanti Kekasih hingga Akhir Hayat

Redaksi by Redaksi
Januari 8, 2023 3:36 pm
in Asli Malang
kayutangan heritage

Mural wajah Mbah Gombloh di sudut kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang – Sudut kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang ternyata menyimpan kisah romantika. Pemilik kisah itu adalah Arifin atau lebih akrab disapa Mbah Gombloh. Dia rela menanti kekasihnya hingga akhir hayat di sudut pertokoan Kayutangan Heritage.

Usut punya usut, Mbah Gombloh telah menanti kekasihnya lebih dari 30 tahun lamanya. Namun sayang kekasih yang dia nanti tak kunjung tiba. Kisah romantika dengan akhir sedih itu bahkan telah diabadikan dalam bentuk mural wajah Mbah Gombloh di tembok pertokoan, dekat tempat dia duduk menanti kekasihnya.

READ ALSO

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Pemerhati Budaya dan Sejarah Kota Malang, Agung Buana mengatakan bahwa terdapat dua versi cerita romantika yang dibawa Mbah Gombloh. Disebutkan, kisah romantika Mbah Gombloh yang meninggal pada April 2017 silam itu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Mbah Gombloh, foto/M Sholeh

Di dalam versi pertama, Agung menjelaskan bahwa Mbah Gombloh digambarkan sebagai sosok yang pendiam dan tak banyak bicara. Namun kesetiaannya terhadap kekasih yang dia nanti mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Mbah Gombloh sering ditemui tengah duduk termenung di depan bekas Toko Surabaya di pertokoan Kayutangan Heritage, Kota Malang. Dia berdiam di tempat itu mulai pagi hingga sore hari. Tak banyak aktivitas yang dilakukan Mbah Gombloh di tempat itu.

“Ketika ditelusuri, informasinya dia sedang menunggu entah kekasih atau istrinya. Dia menanti janji untuk bertemu di lokasi yang sama itu,” ungkapnya.

Bekas Toko Surabaya di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang yang menjadi lokasi Mbah Gombloh duduk menanti kekasihnya (M Sholeh)

Beberapa informasi soal keberadaan kelasih Mbah Gombloh pun mencuat. Mulai kekasihnya yang telah meninggal, ditahan organisasi terlarang hingga pergi ke luar negeri. Meski begitu, Mbah Gombloh tetap duduk menanti sembari berharap kekasihnya tetap bisa datang.

Meninggalnya Mbah Gombloh menjadi akhir penantian panjang itu. Agung menyebut bahwa Mbah Gombloh telah menanti kekasihnya lebih dari 30 tahun lamanya.

“Kisah romantika di Kayutangan ini menunjukkan betapa seorang laki laki rela menunggu pasangannya sampai akhir hayatnya di titik yang sama dan tidak ketemu. Inilah kesetiaan Mbah Gombloh,” ucapnya.

Sementara itu, Agung juga memberikan penjelasan soal versi kedua kisah Mbah Gombloh itu. Di versi kedua, Mbah Gombloh digambarkan sebagai sosok pengusaha kaya asal Surabaya. Namun seluruh hartanya ludes dan menjadi nestapa karena kalah berjudi.

“Jadi untuk menghabiskan waktunya, dia mengasingkan diri dari Surabaya ke Malang. Karena tidak punya aktivitas apa apa, dia sempat menjadi tukang parkir di Toko Surabaya di kawasan Kayutangan itu,” bebernya.

Meski Mbah Gombloh tampak seperti orang tak punya, Mbah Gombloh kerap kali mendapat kiriman makanan dari seseorang yang mengendarai mobil mewah. Pemilik mobil itu diduga adalah anak dari Mbah Gombloh.

Namun karena tak mau merepotkan anak dan memang malu karena terpuruk akibat judi, Mbah Gombloh mencoba berjuang menghidupi diri sendiri dengan menjadi seorang juru parkir di depan Toko Surabaya, kawasan pertokoan Kayutangan Heritage, Kota Malang.

“Mbah gombloh merasa malu karena kalah judi dan tidak mau merepotkan anaknya. Sehingga dia berusaha menjadi tukang parkir hingga jualan kupon undian,” ujarnya.

Agung menyebutkan bahwa cerita versi pertama lebih kuat dalam lebih dikenal masyarakat Kota Malang dari pada cerita versi kedua dari Mbah Gombloh.

“Cerita yang paling kuat ya romantika kesetiannya saat menanti kekasih hingga akhir hayatnya. Dia tidak bertemu kekasihnya sampai dia meninggal,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: kayutangan heritageMbah GomblohPemerhati Budaya dan Sejarah Kota Malang

Related Posts

Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Rekomendasi Tempat Beli Kopi Roasting di Malang: Surga Pecinta Kopi dengan Rasa Otentik
Asli Malang

Menelusuri Jejak Kuno: 4 Situs Sejarah di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

Minggu, 19 Okt 2025
Next Post
Kampoeng Heritage Kajoetangan

Disporapar Kota Malang Tanggapi Kampoeng Heritage Kajoetangan Kalah Eksis dengan Pedestrian

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.