Senin, Agustus 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Riset Guru Besar Unisma Jadi Sorotan, Ada Teknologi Sonic Bloom dan Strategi Selamatkan Apel Batu

Redaksi by Redaksi
Mei 10, 2026 6:44 pm
in Pendidikan
Guru Besar Unisma

Foto utama Rektor Unisma Prof. Junaidi berfoto bersama 3 guru besar Unisma yang baru saja dikukuhkan. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan tiga Guru Besar baru. Pengukuhan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kampus menuju World Class University sekaligus mempertegas kontribusi akademisi Unisma terhadap berbagai persoalan strategis nasional.

Tiga profesor baru itu memaparkan hasil riset mendalam dalam prosesi pengukuhan Guru Besar yang digelar Sabtu (9/5/2026). Penelitian yang mereka kembangkan menyentuh sektor penting, mulai dari ketahanan pangan, keberlanjutan agribisnis, hingga inovasi terapi medis berbasis bahan alam.

READ ALSO

Yudisium FEB Unikama, 119 Mahasiswa Resmi Lulus

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik

Tak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, hasil riset tersebut juga diarahkan untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca juga: Unisma Resmi Buka 2 Prodi Baru yang Langka, Ada S1 Sains Lingkungan dan S2 Pertanian Berkelanjutan

Teknologi Sonic Bloom Tingkatkan Produktivitas Kedelai

Guru Besar Unism
Guru Besar Unisma Prof. Dr Ir. Hj. Istirochah Pujiwati MP. Foto: Azmy

Prof. Dr. Ir. Istirochah Pujiwati, M.P. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian. Dalam risetnya, ia mengembangkan teknologi Sonic Bloom untuk membantu mengatasi tingginya ketergantungan impor kedelai Indonesia yang mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional.

Teknologi tersebut memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi antara 3.500 hingga 5.000 Hz untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

“Suara dengan frekuensi tertentu, yang menyerupai kicauan burung di pagi hari, mampu merangsang stomata atau mulut daun untuk terbuka lebih lebar,” jelasnya.

Hasil penelitian menunjukkan dampak signifikan terhadap produktivitas tanaman kedelai. Pada varietas Anjasmoro, penerapan teknologi Sonic Bloom mampu meningkatkan hasil panen hingga 3,93 ton per hektare atau naik sekitar 70,87 persen dibanding rata-rata normal.

Tak hanya itu, teknologi tersebut juga meningkatkan kadar protein kedelai dari 15 persen menjadi 27 persen sekaligus memperkuat ketahanan tanaman terhadap kekeringan hingga kapasitas lapang 75 persen.

“Selain itu juga meningkatkan kadar protein dari 15 persen menjadi 27 persen juga memperkuat daya tahan tanaman terhadap kekeringan hingga kapasitas lapang 75 persen,” bebernya.

Baca juga: Kukuhkan 3 Guru Besar ke-27, Amunisi Baru Unisma Menuju World Class University

Strategi Kolaborasi Hulu-Hilir untuk Selamatkan Apel Batu

Guru besar Unisma Prof. Dr. Dwi Susilowati. SP. MP. Foto: Azmy

Guru Besar kedua, Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P., dikukuhkan dalam kepakaran pengembangan masyarakat agribisnis. Penelitiannya berfokus pada degradasi lahan pertanian di Kota Batu yang berdampak pada terus menurunnya produksi apel akibat penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang.

Sebagai solusi, Prof. Dwi menawarkan Model Inovasi Partisipatoris Kolaborasi Hulu-Hilir berbasis Green Supply Chain Management (GSCM).

Melalui pendekatan Sekolah Lapang, para petani diajarkan praktik Good Agricultural Practices (GAP) guna menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan minim residu kimia.

Menurutnya, penerapan manajemen rantai pasok hijau terbukti tidak hanya memperbaiki kualitas ekosistem pertanian, tetapi juga meningkatkan kinerja ekonomi petani secara nyata.

Ia menegaskan bahwa konsep pertanian berkelanjutan harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Penerapannya tidak bisa disamaratakan; diperlukan pendekatan spesifik wilayah mempertimbangkan iklim, kondisi tanah, budaya, serta realitas sosial-ekonomi lokal,” jelasnya.

Daun Pulutan Dikembangkan Jadi Terapi Diabetes Masa Depan

Guru Besar Unisma Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo M. Kes. Foto: Azmy

Sementara itu, Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Kepakaran Biomedik Farmasi. Ia memfokuskan risetnya pada pengembangan terapi diabetes berbasis anti-inflamasi metabolik dari bahan alam.

Prof. Yudi menyoroti besarnya potensi biodiversitas Indonesia yang hingga kini baru sekitar 10 persen dari total 40 ribu spesies tanaman yang dieksplorasi secara ilmiah.

Dalam penelitiannya, ia mengembangkan potensi daun Pulutan (Urena lobata) dan berhasil mengidentifikasi senyawa Gossypin, turunan polifenol flavonoid yang memiliki aktivitas anti-inflamasi kuat pada kultur sel.

Senyawa tersebut bekerja dengan menghambat sitokin pro-inflamasi yang menjadi pemicu resistensi insulin pada penderita diabetes. Hasil riset itu diproyeksikan menjadi alternatif terapi masa depan dengan efek samping yang lebih minim dibanding obat antidiabetes oral berbahan kimia.

“Pengembangan ilmu ke depan akan difokuskan pada isolasi fitokonstituen anti-inflamasi, modifikasi struktur kimia untuk meningkatkan potensi dan menurunkan efek samping, serta formulasi menjadi sediaan oral yang siap digunakan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Unisma Perkuat Langkah Menuju World Class University

Terpisah, Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. mengapresiasi kontribusi intelektual dari ketiga Guru Besar tersebut. Menurutnya, riset yang dihasilkan menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan nasional.

“Saya berharap penemuan-penemuan dalam riset mereka tidak berhenti di meja laboratorium, melainkan dapat segera diimplementasikan secara luas melalui dukungan regulasi pemerintah,” harap Prof. Jun.

Pengukuhan tiga Guru Besar pada Tahun Akademik 2026 ini juga menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan Unisma. Ketiganya menambah jumlah Guru Besar yang meniti karier akademik murni di lingkungan Unisma menjadi 27 orang.

Bagi Unisma, pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan peradaban.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

 

Tags: apel batuGuru besar UnismamalangpendidikanProf Dwi SusilowatiProf IstirochahProf Yudi PurnomoProf. Junaidirektor unismariset guru besar UnismaSonic Bloomterapi diabetesUnismaUnisma World Class UniversityUniversitas Islam Malang

Related Posts

Yudisium FEB Unikama, 119 Mahasiswa Resmi Lulus
Advertorial

Yudisium FEB Unikama, 119 Mahasiswa Resmi Lulus

Minggu, 16 Agu 2026
Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik
Advertorial

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik

Sabtu, 15 Agu 2026
Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan
Advertorial

Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan

Jumat, 14 Agu 2026
Junivia, Siswi Sekolah Rakyat Minahasa yang Melaju ke Semifinal OSN
Advertorial

Junivia, Siswi Sekolah Rakyat Minahasa yang Melaju ke Semifinal OSN

Jumat, 14 Agu 2026
Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir
Advertorial

Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir

Jumat, 14 Agu 2026
Santri Raudlatul Ulum 1 Sekaligus Mahasiswa Al-Qolam Ikuti Konferensi Internasional
Pendidikan

Santri Raudlatul Ulum 1 Sekaligus Mahasiswa Al-Qolam Ikuti Konferensi Internasional di Tiga Negara

Jumat, 14 Agu 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang, khususnya di wilayah Kota Malang pada Senin, 11 Mei 2026 diperkirakan dalam kondisi cerah. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Dominan Cerah, Prakiraan Cuaca Malang Senin 11 Mei 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.