Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Revolusi Hijau FBD KOMPAK, Langkah Kecil Kompos Organik untuk Ampelgading Berkelanjutan

Redaksi by Redaksi
Juli 30, 2025 8:00 am
in Pendidikan
Pengelolaan sampah di Ampelgading. Foto/dok

Pengelolaan sampah di Ampelgading. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Isu pengelolaan sampah merupakan suatu tantangan besar di berbagai wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan. Salah satu komponen sampah dominan adalah sampah organik, yang apabila tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang menghadapi permasalahan serupa, di mana keterbatasan fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA) menyebabkan penumpukan sampah organik dan non-organik semakin merajalela. Kondisi ini mendesak agar diadakannya solusi inovatif dan berkelanjutan.

READ ALSO

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Baca Juga: Dosen ITN Malang Gaungkan Kesadaran Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah

Program FISIP Bakti Desa dengan tema KOMPAK (Kolaborasi Mahasiswa Untuk Kontribusi Berdampak) hadir dengan pokok masalah Desa Ampelgading terkait pengelolaan sampah.

Kelompok 24 memiliki program kerja untuk mengatasi permasalahan ini, khususnya melalui implementasi program pembuatan kompos organik.

Program ini memiliki potensi besar untuk pengelolaan sampah organik menjadi kompos sebagai strategi revolusioner dan berkelanjutan, serta menganalisis manfaatnya bagi masyarakat dan lingkungan Desa Ampelgading.

Desa Ampelgading dihadapkan pada beberapa tantangan terkait sampah organik. Penumpukan sampah organik dapat memicu berbagai masalah, antara lain: potensi penyebaran penyakit, pencemaran tanah dan air, serta emisi bau tidak sedap.

Baca Juga: Melihat Inovasi Pengelolaan Sampah Modern di Kelurahan Dadaprejo Kota Batu

Keterbatasan infrastruktur TPA memaksa masyarakat mencari alternatif pembuangan sampah, yang seringkali kurang memperhatikan aspek lingkungan.

Selain itu, pemerintah desa juga belum memiliki solusi berkelanjutan terkait masalah ini, serta masih kuatnya paradigma lama masyarakat yang kurang mengedepankan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Hal ini menjadi hambatan dalam upaya pengelolaan sampah yang efektif.

Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, program kerja Kelompok 24 di Desa Ampelgading fokus pada pelatihan dan praktik pembuatan kompos organik.

Desa ini memiliki ketersediaan bahan baku melimpah untuk produksi kompos, meliputi sisa sayuran, kotoran hewan, ampas kopi, EM kecap, dan molase. Bahan-bahan ini kaya akan unsur hara esensial dan mikroorganisme yang berperan penting dalam proses dekomposisi organik.

Proses pembuatan kompos dirancang secara sederhana agar mudah dipahami dan direplikasi oleh masyarakat. Peran mahasiswa FBD KOMPAK tidak terbatas pada edukasi teoritis, tetapi juga meliputi pendampingan langsung dalam praktik pembuatan kompos, memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan berjalan efektif.

Implementasi program kompos organik di Desa Ampelgading memberikan dampak positif multifaset, yaitu Reduksi Volume Sampah yang dimana program ini secara langsung berkontribusi pada pengurangan volume sampah organik di desa, mendukung konsep “zero waste” dari tingkat rumah tangga.

Kemudian kompos yang dihasilkan berfungsi sebagai pupuk alami yang kaya nutrisi bagi lahan pertanian masyarakat. Penggunaan pupuk kompos dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis, yang seringkali mahal dan berpotensi merusak struktur serta kesuburan tanah dalam jangka panjang .

Selain itu program kerja ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian yang nantinya dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui aplikasi kompos dapat berimplikasi pada peningkatan hasil panen, yang pada gilirannya berpotensi meningkatkan pendapatan petani, serta dapat meningkatkan kualitas lingkungan dengan pengelolaan sampah organik menjadi kompos dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat, termasuk peningkatan kualitas tanah, air, dan udara karena berkurangnya sampah membusuk.

Selain ingin memperbaiki kualitas lingkungan, kami juga ingin agar masyarakat dapat selalu ikut serta dalam menjaga lingkungan desa. Program ini membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengelolaan sumber daya, mendorong kemandirian dan kesadaran lingkungan.

Program kompos ini dirancang tidak hanya sebagai intervensi sementara, melainkan sebagai model yang berkelanjutan dan dapat direplikasi secara mandiri oleh masyarakat pasca-KKN.

Kunci keberhasilan jangka panjang terletak pada perubahan paradigma masyarakat, dari melihat sampah sebagai limbah menjadi sumber daya bernilai dan bermanfaat. Ke depannya, pengelolaan sampah organik ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, misalnya menjadi sumber pendapatan tambahan bagi desa melalui penjualan kompos atau produk turunannya.

Inisiatif semacam ini di Desa Ampelgading dapat menjadi model percontohan yang layak didukung dan direplikasi oleh pemerintah daerah, lembaga lain, serta masyarakat luas.

Program pembuatan kompos organik oleh Kelompok 24 merupakan solusi holistik dan efektif dalam mengatasi permasalahan sampah di Desa Ampelgading.

Implementasi program ini tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan hijau, tetapi juga mendorong kemandirian pertanian dan keberlanjutan desa Ampelgading secara keseluruhan.

Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat terbukti menjadi kekuatan pendorong dalam menciptakan perubahan positif yang signifikan dan berkelanjutan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis

Editor: Herlianto. A

Tags: ampelgadingkabupaten malangKampus UBPengelolaan sampah

Related Posts

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Tujuh ilmuwan Universitas Brawijaya masuk daftar Top dua persen Researchers tahun 2026 atau peneliti terbaik dunia. Foto: Dok. UB
Pendidikan

7 Ilmuwan UB Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia 2026

Rabu, 14 Okt 2026
Next Post
Aktivitas mancing berhadiah di Batu Ekonomis Park. Foto: Dok. Jatim Park Group

Liburan Murah di Batu Ekonomis Park, Bisa Mancing Berhadiah Pula

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.