MALANG, Tugumalang.id – Guru Besar Bidang Administrasi Publik dan Reformasi Birokrasi Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. M. Mas’ud Said, M.M, Ph.D baru saja meluncurkan buku berjudul Buku Pembangunan Daerah Resilient, Competitive Tata Kelola dan Enabling System: Lessons from The East Java Province.
Buku ini merupakan buah dari pemikiran Prof. Mas’ud begitu ia kerap disapa tentang kontribusi terhadap perekonomian daerah. Ia menjelaskan tiga suku kata judul buku tersebut diambil dari visi perbankan nasional dan terasa sangat ideal serta penuh makna.
Bank yang tumbuh dan memiliki pertahanan kuat mampu bersaing dalam kompetisi dan memiliki peran untuk pembangunan ekonomi daerah. Prof. Mas’ud menegaskan bahwa tujuan bank pada umumnya adalah berkontribusi pada pembangunan dan menjadi the best bank.
“Semua bank harus resilien, tahan untuk menghadapi badai. Secara fungsional, resiliensi itu endurance untuk perubahan dan rumitnya tantangan. Pengelola, pemilik, dan konsumen bank, serta pemilik modal menghendaki banknya kuat,” ungkap Prof. Mas’ud kepada Tugumalang.id, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Sah! Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Unisma Raih Akreditasi Unggul
Tigal Hal Penting Prioritas untuk Resiliensi
Lebih lanjut, dalam buku Pembangunan Daerah Resilient, Competitive Tata Kelola dan Enabling System: Lessons from The East Java Province, Prof. Mas’ud menitikberatkan ada tiga hal penting dalam resiliensi korporasi.
Ketiga hal ini yang pertama adalah kepemimpinan yang kuat, arah perencanaan yang jelas dalam jangka panjang untuk keberlanjutan dan manajemen risiko yang andal.
Kemudian yang kedua adalah bertahan dan tetap kuat dalam badai perlu risk assessment and preparation menghadapi agar tetap kokoh dalam menghadapi tantangan. Sedangkan yang ketiga adalah sebagai navigasi pemahaman lingkungan yang komprehensif atau understanding hazar seperti yang dikemukakan McKinsey (2003).
“Pasar perbankan berubah cepat dengan kompetisi terbuka dan keras. Buku ini dapat menginspirasi bagaimana memenangkan pasar, untung besar, dan tumbuh berkelanjutan,” jelas pria yang memperoleh gelar Doktor (Ph.D) bidang ilmu pemerintahan dari School of Political and International Studies, Flinders University Australia tahun 2005 melalui Beasiswa AusAid ini.
“Mengelola dan menjalankan bank modern butuh kemampuan berbagi skill yang mumpuni, pengalaman kuat, dan keahlian beberapa domain,” imbuh Prof. Mas’ud.
Baca juga: ISNU Kota Malang Luncurkan ISNU-Star
Tata Kelola Bukan Soal Akuntansi Saja
Di dalam buku ini, Prof. Mas’ud juga menjelaskan bahwa tata kelola perbankan bukan soal akuntansi saja, bukan hanya soal kredit serta laba jangka pendek seperti yang banyak dipikirkan awam.
“Buku ini berisi analisis bagaimana mengawal BPD untuk bisa resilien, tangguh, dan kompetitif, serta berperan baik dalam perekonomian daerah dan nasional,” terang Prof. Mas’ud.
“Bank Pembangunan Daerah: Resilient, Competitive, and Contributive Memberikan penekanan tentang pentingnya enabler system yang menunjang usaha perbankan, dan kepemimpinan manajemen perubahan atau management of change perbankan,” jelasnya.
Disusun secara sistematis oleh seorang akademisi yang menjadi dalam insider dalam BPD. Dengan demikian, pelaku perbankan dapat memahami dinamika dan pelajaran berharga yang ada dalam perbankan.
Serta menjadi semacam open sources, open report, serta lesson learned bagi pemangku kepentingan, pemegang saham, stakeholders bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan CEO BPD.

Riwayat Penulis
Prof. M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D. adalah Guru Besar bidang Administrasi Publik dan Reformasi Birokrasi. Ia memperoleh gelar doktor Ph.D. bidang ilmu pemerintahan dari School of Political and International Studies, Flinders University Australia tahun 2005 melalui beasiswa AusAid.
Secara profesional, Prof. Mas’ud pernah bekerja sebagai Asisten Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah di Sekretariat Kabinet RI (2011-2014), dan Staf Khusus Menteri Sosial RI (2015-2018). Ia juga mendapat amanah sebagai Direktur Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (2019-2028).
Mulai tahun 2019, ia diangkat sebagai Komisaris Independen Bank Jatim Tbk. Pada tahun 2023-2025, Prof. Mas’ud ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Dewan Komisaris (FKDK) BPD SI. Saat ini Prof. Mas’ud menjabat Plt. Ketua Umum FKDK periode 2025-2026
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus
redaktur: jatmiko





























