MALANG, Tugumalang.id – Pola asuh atau parenting memilik peranan penting untuk membentuk kepribadian anak dan memengaruhi tumbuh kembangnya di masa depan.
Berbicara tentang pentingnya parenting sebagai fundamental pembentukan karakter anak. Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, CAHRM, CRMP berbicara pentingnya pengembangan pola parenting yang berbasis keislaman.
Menurut Prof. Ilfi pola asuh terhadap melibatkan banyak variabel, tidak hanya orang tua saja. Jika anak mengalami masalah tumbuh kembang anak, tidak dapat menyalahkan sepenuhnya kepada orang tua.
Baca Juga: Orasi Ilmiah Yudisium Fakultas Syariah UIN Malang: Bicara Cara Baru Memahami Nafkah Keluarga Muslim
Untuk itu ketika menghadiri Khotmil Qur’an dan Pembekalan Yudisium Fakultas UIN Malang belum lama ini, ia berharap mahasiswa dapat mengembangkan pola parenting dalam perspektif Islam. Hal inilah yang bagi Prof. Ilmu perlu dikembangkan oleh mahasiswa UIN Malang.
“Misalkan tentang parenting, itu bagaimana parenting yang baik menurut Islam seperti apa. Jadi banyak sekali ketika anak itu bermasalah yang disalahkan orang tua. Padahal dalam Islam tidak begitu, ketika parenting dalam Islam pendekatannya tidak hanya diri sisi orang tua saja keberhasilan pendidikan itu, tetapi banyak hal yang melingkupinya,” kata Prof. Ilfi kepada Tugumalang.id belum lama ini.
“Parenting dalam pendekatan keislaman ini yang perlu dikembangkan saat ini dan sangat dibutuhkan,” imbuhnya.
Baca Juga: Gandeng ORSC-IIUM Malaysia, LP2M UIN Malang Pertegas Komitmen Perluas Jejaring Internasional
Tidak hanya menyoroti tentang pentingnya pengembangan parenting yang berbasis nilai-nilai keislaman. Prof. Ilfi juga melihat pentingnya lulusan, khususnya mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Malang untuk dapat menjadi lulusan yang profesional di bidang psikologi.
Karena saat ini peluang cukup besar, salah satunya adalah menjadi psikolog bagi jemaah haji. Berdasarkan pengalaman Prof. Ilfi yang bertugas sebagai Sekretaris Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, ia menilai dibutuhkan tenaga psikolog untuk mendampingi jemaah yang menghadapi masalah dari sisi psikologi lewat pendekatan keislaman.
“Ketika musim haji, butuh pendekatan psikolog yang pendekatannya itu keislaman. Jadi misal ada jemaah haji yang mengalami demensia, stres, atau lelah batin. Itu butuh pendekatan dalam sisi psikologi tetapi dalam konteks keislaman,” terangnya.
“Misalkan dampak dari rasa syukur atau mensyukuri atas kekurangan dan kelebihan itu, dampaknya apa kepada psikis seseorang. Termasuk bagaimana dampak membaca Al Qur’an terhadap tingkat demensia seseorang, itu yang perlu dikaji mengapa harus membaca berulang-ulang,” imbuh Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia tersebut.
Prof. Ilfi berharap integrasi sains dan Islam benar-benar terimplementasi dengan baik, lulusan UIN Malang dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dari bekal keilmuan yang selama ini diperoleh dari proses perkuliahan maupun praktik langsung di masyarakat.
“Integrsi sains dalam Islam itu benar-benar bisa dipraktikkan mahasiswa-mahasiswa kita, ketika nanti lulus dan berada di tengah-tengah masyarakat,” tandas Prof Ilfi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A


















