Kota Batu, Tugumalang.id – Jalur Klemuk di Kota Batu, Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai jalur maut kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batu bersama Polres Batu. Memiliki kontur medan yang curam ekstrem, jalur ini dinilai membutuhkan penanganan komprehensif untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang kerap menimbulkan korban.
Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini bersinergi dengan Polres Batu untuk merumuskan solusi jangka panjang. Upaya tersebut meliputi penataan geometrik jalan hingga penguatan pengawasan keselamatan di lapangan, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan.
Trase Kelok untuk Kurangi Risiko Rem Blong
Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Alfi Nur Hidayat, menyampaikan bahwa permasalahan utama Jalur Klemuk terletak pada alignment vertikal atau tingkat kemiringan jalan yang terlalu curam. Kondisi tersebut memaksa kendaraan, terutama sepeda motor matik, melakukan pengereman panjang yang berpotensi memicu rem panas berlebih atau rem blong.
“Kelandaian yang sangat curam ini akan kita coba kurangi dengan penambahan alignment vertikal-horizontal. Nantinya kita buat trase berkelok,” kata Alfi yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
Ia menjelaskan, konsep trase kelok dirancang agar pengendara tidak perlu menginjak rem secara terus-menerus. Dengan memperpanjang lintasan melalui tikungan yang terukur, tingkat kecuraman jalan dapat dikurangi sehingga kinerja sistem pengereman kendaraan tetap optimal.
“Meski begitu, tidak hanya faktor jalan, tingginya kecelakaan juga terjadi karena faktor kelalaian pengendara,” ungkapnya.
Baca juga: Pemkot Batu Tutup Jalur Klemuk Selama Nataru 2026 Demi Keselamatan Pengguna Jalan
Kapolres Batu Turun Langsung Tinjau Jalur Klemuk
Perhatian serupa juga ditunjukkan Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto yang pasca apel perdana tugasnya langsung memimpin pengecekan lokasi pada Selasa (20/1). Bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolres meninjau berbagai aspek keselamatan, mulai dari marka jalan, penerangan, hingga titik-titik buta atau blind spot.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa Jalur Klemuk dalam kondisi aman dan layak dilalui. Kami mengidentifikasi potensi kerawanan agar dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan yang tepat,” tegas Aris.
Selain mendukung rencana penataan jalan oleh PUPR, Polres Batu juga memetakan kebutuhan mendesak di lapangan, seperti penambahan rambu peringatan, cermin tikungan, guardrail atau pagar pengaman, hingga peningkatan intensitas patroli pada jam-jam rawan.
Baca juga: Penjaja Sate Sunggi di Kota Batu Jadi Daya Tarik Kuliner Unik
Faktor Pengendara Tetap Jadi Penentu Keselamatan
Meski perbaikan infrastruktur terus diupayakan, kedua instansi sepakat bahwa faktor manusia tetap menjadi kunci utama keselamatan. Data menunjukkan kecelakaan di Jalur Klemuk kerap dipicu oleh pelanggaran rambu yang sudah terpasang, termasuk pengendara sepeda motor yang nekat melintas meski jalur tersebut telah dilarang.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum melintas. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























