Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Prof Hendrawan Soetanto, Guru Besar Bidang Gizi Ternak Ruminansia UB yang Ingin Terus Menginspirasi

Redaksi by Redaksi
November 4, 2021 12:50 pm
in Pendidikan
Prof Ir Hendrawan Soetanto MRur Sc PhD, Guru Besar (Gubes) bidang Ilmu Gizi Ternak Ruminansia di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Foto: dok

Prof Ir Hendrawan Soetanto MRur Sc PhD, Guru Besar (Gubes) bidang Ilmu Gizi Ternak Ruminansia di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Guru Besar (Gubes) bidang Ilmu Gizi Ternak Ruminansia di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), Prof Ir Hendrawan Soetanto MRur Sc PhD telah lebih dari 40 tahun mengabdi.

 

READ ALSO

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Dia punya pengalaman luas dari hasil riset di bidang nutrisi ruminansia yang diaplikasikan melalui pengabdian bagi masyarakat peternak sapi perah, sapi potong, serta ternak ruminansia kecil.

 

“Sebagai seorang yang telah memilih untuk mengabdi sebagai dosen di suatu perguruan tinggi, tentu harus memiliki motivasi untuk mencapai jabatan tertinggi di bidang akademis, yaitu sebagai Guru Besar,” katanya, pada Kamis (4/11/2021).

 

Menurutnya, raihan itu harus dilalui dengan penuh perjuangan mulai dari pangkat dan jabatan terendah waktu diangkat menjadi dosen. Semua itu tak lain karena ia ingin bisa bermanfaat.

 

“Motivasi terbesar yang mendorong saya untuk menjadi Gubes adalah selalu belajar untuk memperbaharui ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk saya ajarkan kepada murid-murid saya dan masyarakat yang berkecimpung dalam kegiatan dunia peternakan atau pendidikan, agar ilmu pengetahuaan dan teknologi yang saya pelajari dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelas pria kelahiran tahun 1953 itu.

 

Diceritakan oleh Prof Hendrawan, dia berhasil menduduki jabatan akademik tertinggi itu terhitung mulai 1 Maret 2000. “Proses menjadi Gubes sebenarnya telah diatur dalam peraturan oleh pemerintah, hanya saja seiring dengan dinamika perkembangan zaman persyaratannya juga mengalami perubahan,” jelasnya.

 

Persyaratan itu antara lain harus mengumpulkan angka kredit hingga minimal mencapai 850 yang merupakan nilai kumulatif dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

 

Selain itu, jelas dia, juga harus menghasilkan karya publikasi di jurnal ilmiah yang bereputasi internasional dan terindex Scopus atau memiliki karya monumental.

 

Baginya, pencapaian ini merupakan kebanggaan selayaknya pengakuan terhadap prestasi kerja yang telah dilakukannya. Akan tetapi, di sisi lain juga menyimpan banyak kesan berbeda.

 

“Banyak orang lain mengganggap seorang Gubes harus tahu segalanya, padahal sebagai seorang manusia biasa kita memiliki banyak sekali kekurangannya. Selain itu, umumnya Gubes dipandang sebagai sosok yang kurang dapat diajak bergaul oleh generasi yang lebih muda sehingga terkesan ada jarak di dalam ligkungan kampus,” urai Prof Hendrawan.

 

Namun, terlepas dari suka dukanya menjadi Gubes saat ini, dia ingin bisa terus memotivasi, khususnya pada dosen muda untuk tak ragu mengikuti jejaknya. Mengingat, seorang Gubes sejatinya merupakan ‘role model’ yang berdiri di garda terdepan suatu perguruan tinggi dengan menyandang delapan tugas utama.

 

Kedelapan tugas itu yakni mengajar, menjadi mentor, memberikan servis kepada universitas, menemukan sesuatu yang baru, menulis dan menerbitkan publikasi ilmiah, menyebarkan kebenaran, mengabdi di luar dinding universitas, dan melakukan perubahan.

 

“Sayangnya hingga saat baru tiga saja yang terlihat dilaksanakan, sementara lima tugas lainnya masih gagal dilaksanakan. Semoga di masa mendatang ini lima tugas yang masih belum dilaksanakan akan menjadi perhatian untuk segera dapat dilaksankan,” harapnya.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Tags: malangProf Hendrawan Soetantouniversitas brawijaya

Related Posts

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Tujuh ilmuwan Universitas Brawijaya masuk daftar Top dua persen Researchers tahun 2026 atau peneliti terbaik dunia. Foto: Dok. UB
Pendidikan

7 Ilmuwan UB Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia 2026

Rabu, 14 Okt 2026
Next Post
Batik Tempe, Inovasi Baru Warga Desa Beji

Batik Tempe, Inovasi Baru Warga Desa Beji

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.