Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Prof Hendrawan Soetanto, Guru Besar Bidang Gizi Ternak Ruminansia UB yang Ingin Terus Menginspirasi

Redaksi by Redaksi
November 4, 2021 12:50 pm
in Pendidikan
Prof Ir Hendrawan Soetanto MRur Sc PhD, Guru Besar (Gubes) bidang Ilmu Gizi Ternak Ruminansia di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Foto: dok

Prof Ir Hendrawan Soetanto MRur Sc PhD, Guru Besar (Gubes) bidang Ilmu Gizi Ternak Ruminansia di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Guru Besar (Gubes) bidang Ilmu Gizi Ternak Ruminansia di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), Prof Ir Hendrawan Soetanto MRur Sc PhD telah lebih dari 40 tahun mengabdi.

 

READ ALSO

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Dia punya pengalaman luas dari hasil riset di bidang nutrisi ruminansia yang diaplikasikan melalui pengabdian bagi masyarakat peternak sapi perah, sapi potong, serta ternak ruminansia kecil.

 

“Sebagai seorang yang telah memilih untuk mengabdi sebagai dosen di suatu perguruan tinggi, tentu harus memiliki motivasi untuk mencapai jabatan tertinggi di bidang akademis, yaitu sebagai Guru Besar,” katanya, pada Kamis (4/11/2021).

 

Menurutnya, raihan itu harus dilalui dengan penuh perjuangan mulai dari pangkat dan jabatan terendah waktu diangkat menjadi dosen. Semua itu tak lain karena ia ingin bisa bermanfaat.

 

“Motivasi terbesar yang mendorong saya untuk menjadi Gubes adalah selalu belajar untuk memperbaharui ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk saya ajarkan kepada murid-murid saya dan masyarakat yang berkecimpung dalam kegiatan dunia peternakan atau pendidikan, agar ilmu pengetahuaan dan teknologi yang saya pelajari dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelas pria kelahiran tahun 1953 itu.

 

Diceritakan oleh Prof Hendrawan, dia berhasil menduduki jabatan akademik tertinggi itu terhitung mulai 1 Maret 2000. “Proses menjadi Gubes sebenarnya telah diatur dalam peraturan oleh pemerintah, hanya saja seiring dengan dinamika perkembangan zaman persyaratannya juga mengalami perubahan,” jelasnya.

 

Persyaratan itu antara lain harus mengumpulkan angka kredit hingga minimal mencapai 850 yang merupakan nilai kumulatif dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

 

Selain itu, jelas dia, juga harus menghasilkan karya publikasi di jurnal ilmiah yang bereputasi internasional dan terindex Scopus atau memiliki karya monumental.

 

Baginya, pencapaian ini merupakan kebanggaan selayaknya pengakuan terhadap prestasi kerja yang telah dilakukannya. Akan tetapi, di sisi lain juga menyimpan banyak kesan berbeda.

 

“Banyak orang lain mengganggap seorang Gubes harus tahu segalanya, padahal sebagai seorang manusia biasa kita memiliki banyak sekali kekurangannya. Selain itu, umumnya Gubes dipandang sebagai sosok yang kurang dapat diajak bergaul oleh generasi yang lebih muda sehingga terkesan ada jarak di dalam ligkungan kampus,” urai Prof Hendrawan.

 

Namun, terlepas dari suka dukanya menjadi Gubes saat ini, dia ingin bisa terus memotivasi, khususnya pada dosen muda untuk tak ragu mengikuti jejaknya. Mengingat, seorang Gubes sejatinya merupakan ‘role model’ yang berdiri di garda terdepan suatu perguruan tinggi dengan menyandang delapan tugas utama.

 

Kedelapan tugas itu yakni mengajar, menjadi mentor, memberikan servis kepada universitas, menemukan sesuatu yang baru, menulis dan menerbitkan publikasi ilmiah, menyebarkan kebenaran, mengabdi di luar dinding universitas, dan melakukan perubahan.

 

“Sayangnya hingga saat baru tiga saja yang terlihat dilaksanakan, sementara lima tugas lainnya masih gagal dilaksanakan. Semoga di masa mendatang ini lima tugas yang masih belum dilaksanakan akan menjadi perhatian untuk segera dapat dilaksankan,” harapnya.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Tags: malangProf Hendrawan Soetantouniversitas brawijaya

Related Posts

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Pendidikan

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Jumat, 17 Jul 2026
Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 
Pendidikan

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Jumat, 17 Jul 2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional

Kamis, 16 Jul 2026
Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an
Advertorial

Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an

Kamis, 16 Jul 2026
Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang
Advertorial

Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Batik Tempe, Inovasi Baru Warga Desa Beji

Batik Tempe, Inovasi Baru Warga Desa Beji

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.