Rabu, Juli 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Produsen Tempe Menjes dan Bungkil di Kepanjen Terus Bertahan Meski Terkendala Harga Bahan Baku

Redaksi by Redaksi
Januari 25, 2025 3:42 pm
in Bisnis
Salah satu produsen tempe menjes, Musrifah tetap bertahan meski harga bahan baku fluktuatif. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Salah satu produsen tempe menjes, Musrifah tetap bertahan meski harga bahan baku fluktuatif. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Produsen tempe menjes dan tempe bungkil yang ada di Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tetap bertahan meski harga bahan baku dan gas kerap naik.

Usaha produksi tempe menjes dan tempe bungkil yang dimiliki oleh Musrifah ini telah beroperasi sejak awal tahun 2005.

READ ALSO

Modal Kecil, Untung Ratusan Ribu? Ini Pengalaman Jualan Air Minum di CFD Malang

Digitalisasi UKM: IoT Jadi Kunci Efisiensi Operasional Bisnis Kecil

Setiap harinya, usaha yang dikelola bersama keluarga ini menghasilkan sekitar 700-800 potong tempe menjes dan 70-80 baki tempe bungkil.

Baca Juga: Tempe Bungkus Plastik vs Bungkus Daun Pisang, Mana yang Lebih Sehat?

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga kedelai dan kenaikan harga elpiji, Musrifah tetap ulet dalam mengelola bisnisnya. Salah satu cara yang ia lakukan agar tak merugi di saat bahan baku naik adalah mengurangi ukuran tempe.

Karyawan Musrifah mengolah ampas tahu, bahan baku untuk membuat menjes. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Karyawan Musrifah mengolah ampas tahu, bahan baku untuk membuat menjes. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Kalau jualan tempe nggak bisa naik harganya. Jadi ukurannya dikecilkan,” kata Mursifah saat ditemui di tempat produksi tempe menjes dan bungkil miliknya, belum lama ini.

Ia menerangkan, proses pembuatan tempe menjes dimulai dengan pengolahan ampas tahu yang diselep, digiling, kemudian dibentuk dan diproses. Sementara untuk tempe bungkil, bahan baku utama berupa kacang dan kedelai yang dikukus, kemudian dicampur ragi dan dicetak.

Baca Juga: Resep Mendol Olahan Tempe Khas Malang, Enak Gurih Serta Tidak Gampang Hancur

Kedua produk ini sama-sama terbuat dari kedelai. Sementara, harga kedelai sangat fluktuatif. Musrifah mengungkapkan, harga kedelai sempat turun, namun kini kembali naik.

Saat ini, harga kedelai per kilogram mencapai sekitar Rp9 ribu rupiah. Ada kalanya, harga kedelai bisa mencapai Rp12 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan harga kedelai ini berpengaruh pada ukuran tempe yang diproduksi.

“Kalau harganya (kedelai) naik ya (ukuran tempe) agak tipis. Kalau harganya turun ya (ukuran tempe) agak tebal,” kata ibu dari tiga orang anak ini.

Hal serupa ia lakukan untuk menyiasati naiknya harga elpiji. Untuk memproduksi tempe menjes dan tempe bungkil, dalam sehari Musrifah membutuhkan empat tabung gas elpiji 3 kilogram.

Sebelumnya, harga satu tabung elpiji ukuran 3 kilogram adalah Rp18 ribu. Kini harga satu tabung naik menjadi 20 ribu rupiah.

Musrifah menjual tempe produksinya di Pasar Gadang. Tempe diantar dalam dua shift, yaitu pukul 00.00 dan pukul 14.00. Tempe bungkil dijual dengan harga Rp15 ribu rupiah per baki, sementara tempe menjes dijual Rp5 ribu per tiga potong.

Musrifah juga mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi adalah pengelolaan limbah. Ia mengatakan limbah yang dihasilkan dari produksi tempe ini untuk dibuang. Selama ini, ia mengatasinya dengan membuat sistem peresapan.

Meski menghadapi berbagai tantangan, usaha produksi tempe ini tetap berjalan dengan baik. Musrifah tak pernah mencatat berapa omzet yang ia hasilkan. Ia hanya bisa memastikan pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak.

“Nggak tahu (berapa omzetnya). Pokoknya untung buat sekolahin anak sama kebutuhan sehari hari saja sudah cukup,” tutup Musrifah.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: kepanjenprodusen tempe menjestempe bungkiltempe menjes

Related Posts

Nadia, Salah Satu Penjual Air Minum di Kawasan CFD (Foto: Nathasya Amalia)
Bisnis

Modal Kecil, Untung Ratusan Ribu? Ini Pengalaman Jualan Air Minum di CFD Malang

Senin, 29 Jun 2026
Digitalisasi UKM
Bisnis

Digitalisasi UKM: IoT Jadi Kunci Efisiensi Operasional Bisnis Kecil

Minggu, 28 Jun 2026
Ilustrasi content creator yang sedang membuat konten promosi UMKM. (Foto: Pexels)
Bisnis

7 Ide Bisnis Kreatif untuk Anak Muda, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Senin, 1 Jun 2026
Faerie Afterlight, Salah Satu Karya Studio Game Asal Malang yang Mendunia (Foto: Pinterest)
Bisnis

Dari Steam hingga Anime Jepang, 5 Studio Kreatif Asal Malang yang Mendunia

Senin, 1 Jun 2026
CEO JADE Indopratama Rachmad Santoso didapuk jadi Top 10 Printerpreneur Indonesia Awards 2026. Foto: Dok.
Bisnis

37 Tahun Berkarya, Bos JADE Indopratama Didapuk Jadi Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026

Selasa, 12 Mei 2026
Ilustrasi rekomendasi HP terbaik. Foto/dok
Bisnis

Jelang 2026, Ini Rekomendasi HP Terbaik Akhir 2025

Kamis, 25 Des 2025
Next Post
Penanaman pohon oleh Repdem Malang Raya dan Sekawan Andreas. Foto: dok.

Cegah Erosi dan Longsor, Repdem Malang Raya dan Sekawan Andreas Tanam 78 Pohon di Pinggir Sungai Brantas

BERITA POPULER

  • Bapenda Kota Malang

    Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.