JAKARTA, Tugumalang.id – Menjawab polemik keberlangsungan operasional dan juga utang kereta cepat, Whoosh. Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebagai Kepala Negara akan bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan Whoosh.
Pernyataan Presiden Prabowo itu disampaikan saat meresmikan operasional Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta pada Selasa (4/11/2025) kemarin. Ia meminta publik tak perlu khawatir soal Whoosh, termasuk beban utang proyek yang akan dilunasi melalui penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Enggak usah khawatir, ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan bertanggung jawab nanti semuanya,” ujar Prabowo dilansir dari laman Antara pada Rabu (5/11/2025).
Baca juga: Prabowo Subianto Bertemu Bill Gates di New York, Bahas Kemanusiaan, Kesehatan, dan Pendidikan
Presiden meminta PT Kereta Api Indonnesia (KAI) tak perlu merasa cemas mengenai masa depan keberlangsungan operasional Whoosh. Karena seluruh pengelolaan transportasi publik menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Indonesia bukan negara sembarangan, saya hitung enggak ada masalah. PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir, kita layani rakyat kita, kita berjuang untuk rakyat kita,” ucapnya.
“Whoosh itu seperti semua public transport di seluruh dunia, jangan dihitung untung rugi. Hitung manfaat untuk rakyat, di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation,” imbuh Presiden Prabowo.
Tidak hanya Indonesia yang memiliki kereta cepat Whoosh, berikut ini beberapa negara di Asia yang juga memiliki kereta cepat sebagai layanan transportasi publik.
Negara di Asia yang Memiliki Kereta Cepat
1. Jepang
· Nama Kereta Cepat: Shinkansen
· Tahun Operasi Pertama: 1964
· Kecepatan Maksimal: 320 km/jam
· Panjang Rute: 2.951,3 km
· Harga Tiket: Rp 1,45 juta – Rp 2,1 juta
2. Korea Selatan
· Nama Kereta Cepat: Korea Train Express (KTX)
· Tahun Operasi Pertama: 2004
· Kecepatan Maksimal: 305-330 km/jam
· Panjang Rute: Sekitar 400 km
· Harga Tiket: Rp 347.490 – Rp 783.575
3. China
· Nama Kereta Cepat: Fenghe/CRH Series
· Tahun Operasi Pertama: 2004
· Kecepatan Maksimal: 380 km/jam
· Panjang Rute: 45.000 km
· Harga Tiket: Haga tiket bervariasi menyesuaikan kelas, mulai dari Rp 51.620 – Rp 6.394.687
4. Arab Saudi
· Nama Kereta Cepat: Haramain High Speed Railway
· Tahun Operasi Pertama: 2018
· Kecepatan Maksimal: 300 km/jam
· Panjang Rute: 449,2 km
· Harga Tiket: Harga bervariasi, kelas ekonomi Rp 182.600 dan kelas bisnis Rp 1.344.000.
5. Indonesia
· Nama Kereta Cepat: Whoosh
· Tahun Operasi Pertama: 2023
· Kecepatan Maksimal: 350 km/jam
· Panjang Rute: 142,3 km di rute Jakarta – Bandung
· Harga Tiket: Mulai dari Rp 250.000 menyesuaikan kelas
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























