MALANG, Tugumalang.id – Kabupaten Malang ditunjuk sebagai salah satu wilayah yang akan menopang ketahanan pangan di periode pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kini tengah melakukan identifiksi potensi 50 hektare lahan yang akan digunakan untuk program tersebut.
“Masih identifikasi potensi. Mudah-mudahan bisa tersedia 50 ribu hektare lahan untuk mendukung kawasan pengelolaan pangan nasional,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera, belum lama ini.
Baca Juga: Peringati Dina Geblag, Forkopimda Kabupaten Malang dan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Berdoa Bersama di Gate 13
Lahan seluas 50 ribu hektare tersebut akan ditanami empat komoditas, yakni padi, jagung, tebu, dan ketela rambat. Setiap komoditas dibudidayakan di kecamatan-kecamatan yang memiliki potensi dalam pengembangan komoditas tersebut.
Misalnya, tanaman padi banyak dibudidayakan di Kecamatan Turen. Kemudian tanaman ketela rambat banyak dibudidayakan di bagian timur Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Ampelgading.
Avicenna menegaskan lahan yang digunakan untuk program kemandirian pangan ini bukanlah lahan baru. Pihaknya akan mengoptimalkan lahan-lahan petani yang sudah ada sehingga hasilnya lebih maksimal.
Baca Juga: Menelisik Sejarah Stasiun Singosari Kabupaten Malang, Jejak Peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda
Saat ini terdapat 37 ribu lahan padi di seluruh Kabupaten Malang. Dari luas lahan tersebut, 33 ribu hektare di antaranya merupakan sawah. Sementara 4 ribu sisanya merupakan lahan kering, ladang, dan lain-lain.
Kemudian terdapat 44 ribu hektare lahan untuk tebu, sekitar 50 ribu hektare lahan jagung, dan ribuan hektare lahan untuk ketela. Lahan sebesar 50 ribu hektare untuk kemandirian pangan akan diambil dari lahan-lahan yang sudah ada tersebut.
“Kami mengkonsolidasikan potensi lahan yang sudah ada. Kalau di Kabupaten Malang, membuka lahan baru itu agak kesulitan karena airnya terbatas,” kata Avicenna.
Hingga saat ini, penyediaan lahan baru dalam tahap perencanaan. Avicenna mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk tindak lanjut dari Pemerintah Pusat.
“Ini masih perencanaan, kami menunggu tindak lanjut. Dari pusat arahannya bagaimana, supaya kami nggak keliru,” tutupnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























