Malang, Tugumalang.id – Dua cabang olahraga (cabor) pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX 2025 dipastikan akan digelar di luar wilayah tuan rumah, Malang Raya. Kedua cabor tersebut adalah berkuda dan gantole, yang masing-masing akan dilaksanakan di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Jember.
Cabor berkuda akan dipertandingkan di Arena Pacuan Kuda, Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, pada 19–22 Juni 2025. Sementara itu, cabor gantole dijadwalkan berlangsung di Bandara Notohadinegoro, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, M. Hidayat, menjelaskan alasan mengapa kedua cabor ini tidak digelar di wilayah Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang. Menurutnya, pihaknya sebenarnya telah menyiapkan venue untuk mendukung pelaksanaan dua cabor tersebut.
Baca juga: PASI Kota Malang Optimis Amankan 8 Emas di Porprov Jatim 2025
Untuk cabor berkuda, Hidayat menyebut bahwa Kabupaten Malang memiliki arena pacuan. Namun, fasilitas yang ada membutuhkan perbaikan menyeluruh, mulai dari landasan pacu hingga kandang kuda. “Harus dilakukan pembenahan menyeluruh, dan biayanya diperkirakan mencapai miliaran rupiah sehingga tidak memungkinkan,” ujarnya dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Minggu (8/6/2025) sore.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, lanjut Hidayat, akhirnya disepakati bahwa pertandingan cabor berkuda akan digelar di Kabupaten Blitar. Arena Pacuan Kuda di Desa Pikatan dinilai lebih siap karena sudah sering digunakan sebagai lokasi kompetisi tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, untuk cabor gantole, Dispora Kabupaten Malang awalnya merencanakan pelaksanaan pertandingan di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Pantai ini dikenal sebagai salah satu spot favorit olahraga gantole di Jawa Timur karena keindahan alam dan fasilitas yang memenuhi standar nasional.
Sayangnya, pada saat pertandingan dilakukan di akhir Juni hingga awal Juli 2025 mendatang, arah angin di pantai tersebut berubah menjadi berlawanan dengan arah gerak gantole. Sehingga dikhawatirkan para atlet kesulitan terbang dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami mendapat informasi dari kepala desa setempat bahwa setiap bulan Juni dan Juli, arah anginnya seperti itu,” kata Dayat.
Baca juga: 19 Ribu Atlet Akan Bertanding di Porprov Jatim 2025, Kota Malang Siaga Macet
Pihaknya kemudian mencari alternatif venue di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Rupanya di sana Dayat juga menemui kendala karena lahannya masih ditanami tebu dan di waktu pertandingan nanti tebu tersebut belum waktunya panen.
“Di sana ada lahan luas milik warga, tapi ditumbuhi tebu. Akhirnya ada penolakan dari warga,” jelas Dayat.
Oleh karena itu diputuskan venue untuk cabor gantole dipindah ke Bandara Notohadinegoro, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.
Dayat menegaskan, penyelenggaraan dua cabor di luar wilayah Kabupaten Malang ini di luar tanggung jawab Dispora Kabupaten Malang. Sementara atlet-atlet Kabupaten Malang yang bertanding di dua cabor tersebut merupakan tanggung jawab KONI Kabupaten Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























