MALANG, Tugumalang.id – Polisi mengungkap motif di balik tawuran pelajar yang terjadi di depan Pasar Pakisaji dan SDN 2 Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Minggu (18/1/2025). Insiden tersebut dipicu perselisihan antar pendukung dua tim SMP Negeri yang berlaga dalam turnamen futsal antar SMP se-Malang Raya.
Dua kelompok pelajar yang terlibat masing-masing berasal dari SMP Negeri di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang. Perselisihan antar kedua kelompok supporter itu kemudian berkembang hingga berujung pada aksi perkelahian.
Perselisihan Bermula di Lokasi Turnamen
KBO Satreskrim Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, menjelaskan bahwa turnamen futsal tersebut digelar di Metro Sport Center Kepanjen. Menurutnya, ketegangan antarsuporter sudah muncul sejak pertandingan berlangsung.
“Perselisihan itu terjadi kayak chants atau yel-yel provokatif pada saat pertandingan,” kata Dicka saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Pengeroyokan di Pakisaji Kabupaten Malang, 2 Pelajar Alami Luka Berat
Setelah pertandingan selesai, perselisihan tersebut berlanjut. Sejumlah pelajar yang terlibat kemudian terlibat pengeroyokan di kawasan Kepanjen.
Kejar-kejaran Berujung Tawuran Pelajar di Pakisaji
Pihak yang merasa tidak terima dengan aksi pengeroyokan itu lalu mengejar kelompok lainnya hingga ke wilayah Pakisaji. Kejar-kejaran tersebut akhirnya berujung tawuran di depan Pasar Pakisaji dan SDN 2 Kebonagung.
Akibat peristiwa itu, tujuh pelajar dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Lima di antaranya sempat dilarikan ke RST Soepraoen Kota Malang untuk mendapatkan perawatan medis.
“Empat dari lima korban yang dirawat di rumah sakit sudah dibolehkan pulang. Saat ini tinggal satu korban yang masih dirawat,” imbuh Dicka.
Baca juga: Perang Sarung, 18 Remaja di Singosari Diamankan Polisi
Dalam aksi tersebut, para pelajar diketahui menggunakan tangan kosong, helm, dan batu. Sejumlah korban mengalami luka akibat benda tumpul di beberapa bagian tubuh, seperti lengan, wajah, tangan, dan pelipis.
Dicka menambahkan, hingga saat ini polisi belum mengamankan satu orang pun yang terlibat dalam tawuran tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga belum menerima laporan resmi dari orang tua para korban.
“Ini kejadiannya tawuran, sehingga belum jelas siapa yang pelaku dan siapa korban. Kami akan melakukan mediasi karena semuanya masih di bawah umur,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























