MALANG, Tugumalang.id – Dalam upaya memperkuat pemahaman, budaya keselamatan, serta kesiapsiagaan seluruh civitas akademika terhadap potensi bahaya di lingkungan kampus, Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari pada 17 November 2025 di Ruang Rapat Pimpinan Gedung AA Lantai 2 Polinema. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T, M.T.
Dalam sambutannya, Supriatna menegaskan bahwa penerapan standar K3 menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan pendidikan vokasi yang identik dengan aktivitas praktik.
“Kegiatan praktik di laboratorium, bengkel, dan lingkungan kampus menuntut adanya sistem yang benar-benar melindungi civitas akademika,” kata Supriatna.
“Kita harus punya regulasi K3, tim ahli K3, dan pedoman yang jelas. Tahun depan kami targetkan Polinema sudah memiliki P2K3 versi kampus yang resmi, sehingga kita benar-benar menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan sesuai regulasi,” imbuhnya.
Penguatan Regulasi dan Strategi K3 di Lingkungan Kampus
Sesi pertama menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Hendrawan Dendy Santoso, S.T, M.S.A. Ia memaparkan berbagai regulasi penting terkait K3, mulai dari Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, hingga ketentuan unit penanggulangan kebakaran.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Asisten Manajer K3 PT Petrokimia Gresik, Fegi Yuliandri, yang menjelaskan implementasi K3 di industri kimia. Ia menekankan bahwa K3 merupakan pondasi penting yang mencakup aspek moral, ekonomi, legal, serta continuous improvement.
“Dasar praktik K3 memang peraturan kebijakan. Tapi sebelum bicara aturan, fondasi utamanya tetap moral. Karena kita manusia, moral, dan tata krama itu berada di atas peraturan dan menjadi landasan keselamatan,” beber Fegi.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Produk UMKM, Tim PKM Polinema Gelar Pelatihan Peningkatan Kualitas Produksi Jamu
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai struktur SMK3 yang mengacu pada ILO-OSH 2001, ISO 45001:2018, serta PP No.50 Tahun 2012. Selain itu, dipaparkan pula praktik inovasi K3 berupa penggunaan CCTV berbasis AI dan drone monitoring yang telah diterapkan di PT Petrokimia Gresik.
Simulasi Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran
Pada hari kedua, materi disampaikan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Malang, Dwi Hermawan P, S.STP. Ia mengajak peserta memahami pentingnya mitigasi bencana di lingkungan kampus sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan terpadu.
Sesi berikutnya diisi oleh Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, S.STP, yang memaparkan upaya pencegahan kebakaran, klasifikasi api, bahaya asap CO, serta teknik pemadaman menggunakan APAR.
Peserta kemudian mengikuti simulasi lapangan dengan mempraktikkan pemadaman api menggunakan metode tradisional seperti karung basah dan APAR, serta mencoba langsung sistem pemadaman menggunakan unit mobil pemadam kebakaran.
Baca juga: Polinema Gelar Pelatihan Strudel Apel Sebagai Produk Unggulan Desa bagi Warga Tumpang
Pembekalan Pertolongan Pertama dan Respons Darurat
Di sesi terakhir, materi disampaikan oleh Lilik Suharti, S.Kep.Ns. dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Ia membahas teknik pertolongan pertama di tempat kerja, mulai dari membalut luka, membidai cedera tulang, hingga teknik memindahkan korban pingsan secara aman.
Melalui pelatihan K3L ini, Polinema menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan yang kuat, sistematis, dan berkelanjutan. Seluruh civitas akademika diharapkan mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, serta tanggap terhadap risiko dan potensi bencana.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























