Malang, Tugumalang.id – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menjadi lokasi Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Jawa Timur yang dihadiri Manajer PLN UP3 Malang Agung Wibowo bersama para pemangku kepentingan. Rapat ini membahas monitoring dan evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) periode Juni 2026 sekaligus mematangkan persiapan Gerakan Tanam Akbar.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional melalui implementasi Pertanian Modern Berkelanjutan (PMAS) berbasis teknologi dan mekanisasi. Dalam program perluasan areal tanam (PAT) nasional, PLN UP3 Malang mendukung penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk operasional bantuan irigasi perpompaan (irpom) bertenaga listrik. Pemanfaatan pompa listrik dinilai mampu menghemat biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pengairan sawah bagi petani di wilayah Malang dan sekitarnya.
Evaluasi Modernisasi Pertanian
Evaluasi dalam rapat tersebut berfokus pada transisi dari sistem pertanian konvensional menuju pertanian modern yang lebih presisi dan terukur. Penerapan teknologi irigasi hemat air, optimalisasi pasokan listrik untuk operasional pompa, serta keseragaman waktu tanam menjadi faktor penting dalam mendukung program perluasan areal tanam.
Baca juga: PLN UP3 Malang dan Bapenda Kota Malang Perkuat Sinergi Dukung Green Energy
Melalui langkah tersebut, air irigasi diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif sehingga tidak terbuang ke saluran pembuangan. Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Perubahan Pola Pikir Pertanian
Dalam forum tersebut, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB) Provinsi Jawa Timur sekaligus Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Ir. Yuris Tiyanto, M.M., menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam tata kelola pertanian.
“Tujuan utama kami adalah kemandirian pangan, bukan sekadar swasembada biasa. Melalui konsep low input, high productivity, kita harus memastikan seluruh proses dari hulu ke hilir berjalan murah dan efisien, di mana penerapan pola tanam serempak serta sistem irigasi hemat air presisi menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar agar hasil transformasi modernisasi ini dapat dirasakan langsung oleh petani,” tegas Ir. Yuris Tiyanto, M.M.
Baca juga: PLN UP3 Malang Kerahkan 410 Personel dalam Babat Alas Serentak di 13 ULP
Sinergi Dukung Gerakan Tanam Akbar
Sinergi antara PLN UP3 Malang, Dinas Pertanian, Polbangtan, dan instansi terkait diharapkan mampu meningkatkan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Tanam Akbar.
Keandalan pasokan listrik yang disediakan PLN untuk sektor pertanian menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi irigasi berbasis listrik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis PLN UP3 Malang
editor: jatmiko

















