MALANG, Tugumalang.id – Menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, bermutu, serta berkeadilan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar Halaqah Pendidikan Berkeadilan bertempat di Aula FKIK Gedung Ar Rahim Lantai 3 Kampus III pada Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini terasa istimewa dengan kehadiran Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H, M.Hum yang juga didapuk sebagai narasumber utama.
Halaqah kali ini merupakan upaya UIN Maliki Malang dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan menyongsong Indonesia Emas.
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog strategis dalam merancang langkah nyata menciptakan sistem pendidikan yang mampu memberikan kesempatan belajar, yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Membangun Budaya Kampus dan Menjunjung Tinggi Nilai Inklusivitas
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah berupaya membangun budaya kampus yang mengedepankan nilai inklusivitas, tanpa diskriminasi maupun kekerasan.
Prof. Ilfi begitu ia kerap disapa, menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika terus mendorong bagaimana terciptanya lingkungan yang ramah, aman, dan memberi dukungan penuh secara kolektif demi kemajuan lembaga.
“Kampus ini terbuka untuk semua. Mahasiswa kami tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, tetapi juga dari berbagai latar belakang agama,” ujarnya.
Baca juga: FKIK UIN Malang Sukses Cetak Duta Kampus Bertalenta Lewat Grand Final Safir-Safirah 2026
“Alhamdulillah, mahasiswa non Muslim dapat belajar dengan nyaman, diterima dengan baik, dan menjadi bagian dari keluarga besar UIN Maliki Malang,” imbuh Prof. Ilfi.
Tantangan Pendidikan di Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Prof. Ilfi juga menyampaikan tantangan pendidikan di Indonesia masih cukup besar. Permasalahan yang saat ini dihadapi, seperti ketimpangan kualitas pendidikan begitu terlihat antara madrasah, pesantren, sekolah negeri, dan sekolah swasta.
Menurutnya untuk mewujudkan pendidikan yang benar-benar berkeadilan dibutuhkan semangat kolaborasi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah melalui kegiatan halaqah ini yang diinisiasi oleh UIN Malang.
“Melalui halaqah ini, kita ingin mengurai berbagai persoalan tersebut dan bersama-sama mencari solusi agar pendidikan yang berkeadilan benar-benar dapat diwujudkan,” urainya.
Di sisi lain, Prof. Ilfi juga menyoroti masalah masih tingginya angka anak putus sekolah yang sebagian besar disebabkan oleh masalah ekonomi.
Ia mengambil contoh kasus yang terjadi di Kabupaten Malang sebagai salah satu kota pendidikan yang permasalahan angka putus sekolah masih cukup tinggi. Termasuk permasalahan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer yang masih menjadi persoalan serius karena masih mendapatkan gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
“Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama. Pendidikan yang berkualitas tidak akan terwujud tanpa kesejahteraan tenaga pendidik yang memadai,” tegas Prof. Ilfi.
UIN Malang Tidak Menaikkan UKT

Salah satu langkah yang diambil oleh UIN Malang dalam mengurai permasalahan akses pendidikan terutama bagi kalangan keluarga kurang mampu adalah dengan tidak menaikkan UKT.
Prof. Ilfi menjelaskan kebijakan ini diambil untuk memberikan kemudahan dan akses seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
“Saat ini UIN Maliki Malang menjadi salah satu perguruan tinggi unggul dengan UKT yang sangat terjangkau. Kami ingin memastikan bahwa faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas,” kata Prof. Ilfi.
Baca juga: UIN Malang Teken MoU dengan Pemkot Blitar, Dorong Akses Pendidikan Melalui Program Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa setiap warga negara berhak memiliki hak memperoleh pendidikan bermutu, tanpa diskriminasi. Termasuk hak bagi guru untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak sebagai elemen penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Melalui halaqah ini, kami ingin memperkuat komitmen bersama dan meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan. Pendidikan harus menjadi jembatan lahirnya generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Kegiatan Halaqah dihadiri oleh para pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, beserta seluruh sivitas akademika UIN Malang.
Melalui forum ini harapannya dapat melahirkan rekomendasi konkret dalam memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih adil.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


















