Kamis, Juni 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Penyintas HIV Hages Budiman Bongkar Mitos, Stigma, dan Fakta Penularan

Redaksi by Redaksi
Desember 8, 2025 6:21 am
in Insight
Penyintas HIV

Hages Budiman, Penyintas HIV. foto/screenshoot channel youtuhe kumparan.com

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Jakarta, Tugumalang.id — “Emang benar kamu kena HIV? Kok kamu baik-baik saja sih? Kok enggak kurus? Kok enggak kering kerontang? Atau hidup kita sampai berapa tahun lagi ya? HIV bisa disembuhkan dengan mengonsumsi tokek?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering didengar oleh Hages Budiman, seorang survivor HIV yang kini berani berbagi pengalamannya di depan publik. Dalam wawancaranya dengan Portal berita online Kumparan.com yang tayang di channel youtube kumparan, 2 Desember 2025 lalu.

READ ALSO

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Tanya HIV apa saja
foto/screenshoot channel youtube: kumparan.com

Perbedaan HIV dan AIDS

Di awal perkenalannya Hages langsung memperkenalkan dirinya dengan sapaan akrab dan penuh percaya diri. “Hai, saya Hages Budiman. Saya adalah survivor HIV. Tanya saya apa saja.”

Lebih jauh Hages menjelaskan bahwa masyarakat sering salah memahami HIV dan AIDS.

Menurutnya, HIV adalah virus yang menyerang sel kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS merupakan kondisi seseorang yang sudah terinfeksi HIV, tetapi tidak diobati hingga akhirnya muncul berbagai penyakit penyerta atau infeksi oportunistik.

“Karena sel kekebalan tubuh kita sudah habis digerogoti virus, penyakit-penyakit di luar sana itu gampang banget masuk ke dalam tubuh kita karena tidak ada perlawanan, tidak ada perlindungan,” ujarnya.

Baca juga: Lingga Indonesia Dorong Penghapusan Diskriminasi Terhadap Komunitas HIV/AIDS di Kota Malang

Cerita Terinfeksi dari Suami

Hages kemudian mengungkapkan pertama kali ia mengetahui dirinya terinfeksi HIV, dari almarhum suaminya.

“Dulu itu ketahuan aku HIV-nya justru pas di saat suami aku sakit dan aku baru melahirkan anak,” katanya.

Pada saat itu, anaknya baru berusia 40 hari. Dalam dua minggu, kondisi suaminya memburuk. Ia mengalami wasting syndrome, yaitu tubuh tiba-tiba menjadi sangat kurus dan kehilangan berat badan normal.

“Semua hasil darahnya positif. DBD, tipes, hepatitis, toksoplasma, semuanya positif,” tuturnya.

Anaknya juga sempat sakit dan ikut diperiksa. “Ternyata HIV-nya positif,” ujarnya mengenang masa itu.

Ketakutan Terbesar adalah Anak

Hages mengaku saat itu dirinya benar-benar hancur. Namun ia tidak memikirkan dirinya sendiri.

“Yang aku pikirin pada saat itu justru bagaimana dengan anak aku. Dunia aku runtuh banget saat dulu anak aku sempat terdeteksi itu,” ucapnya.

Namun berkat rekomendasi dokter, anaknya kembali diperiksa saat berusia dua tahun.

“Alhamdulillah anak saya negatif, dan di situlah kekuatan saya baru muncul lagi,” katanya lega.

Ia berkata, sang anak yang membuatnya kembali berdiri. “Apapun kamu, siapapun kamu, apapun status kamu, tetap anak mama,” begitu ungkapan penuh haru yang menggambarkan dukungan sang buah hati.

Hidup Sehat dengan ARV

Hages menegaskan bahwa orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat dan normal selama menjalani terapi antiretroviral (ARV).

“Sama seperti manusia non-HIV, selama kita terapi obat ARV, kita enggak akan ngerasain apa-apa,” jelasnya.

Baca juga: Inilah Penyebab HIV/AIDS Masih Tinggi di Indonesia, Dibanding Negara ASEAN

Ia menambahkan, hingga saat ini obat HIV hanya satu, yaitu ARV, di seluruh dunia.

Ia lebih suka menyebutnya obat yang diminum setiap hari, bukan seumur hidup, agar terasa lebih ringan.

Tentang kesembuhan total, ia menyampaikan secara jujur. “Belum bisa. HIV belum bisa sembuh total hilang dari dalam tubuh. Belum bisa.”

Mitos Tak Masuk Akal: Tokek Menyembuhkan HIV

HIV dan Tokek
Mitos: Apakah HIV bisa disembuhkan dengan Tokek. foto/screenshoot youtube:kumparan.com

Ada satu mitos yang menurutnya paling membuatnya geleng kepala.

“Mitos yang paling bikin gua geleng-geleng adalah HIV bisa disembuhkan dengan mengonsumsi tokek,” ucapnya sambil tertawa.

Selama awal terinfeksi, banyak yang menyarankan dirinya makan tokek atau minum buah merah dari Papua.

“Buah merah dari Papua memang bagus untuk menaikkan sistem imun, tapi kalau untuk membunuh virusnya? Enggak. Menyembuhkan kita dari HIV? Itu mitos. Fix,” tegasnya.

Perempuan dengan HIV Tetap Bisa Melahirkan

Hages juga meluruskan anggapan bahwa perempuan dengan HIV tidak bisa memiliki anak.

“Boleh melahirkan secara normal, boleh memberikan ASI eksklusif, boleh juga hamil. Semuanya boleh,” ujarnya.

Namun, syaratnya jelas: terapi ARV harus dijalankan sejak mulai program kehamilan. Ia menegaskan bahwa HIV bukan penyakit keturunan, melainkan penyakit yang ditularkan.

“Penularan hanya melalui tiga proses: kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Jika tidak diintervensi dengan terapi ARV atau program PPIA,” ucapnya.

Stigma yang Dialami Penyintas HIV

Stigma berat membuatnya hidup seperti terasing selama bertahun-tahun.

“Dari tahun 2006 aku sangat menutup diri. Rasanya seperti hidup di dunia orang mati. Enggak pengin ketemu orang dan jangan sampai orang tahu status kesehatan aku,” kenangnya.

Ia sempat mendapatkan perlakuan diskriminatif. Teman masa kecilnya pun ikut menjauh.

“Kalau mau main ke Karawaci, suruh telepon dulu. Kalau aku datang, mereka pada pergi,” demikian cerita pahit yang masih ia ingat.

Cara HIV Menular, Bukan dari Sentuhan

Hages menekankan bahwa orang dengan HIV tidak perlu dijauhi.

“Emang mau ngapain? Karena HIV hanya bisa ditularkan melalui perilaku berisiko seperti hubungan seksual tanpa pengaman dan jarum suntik tidak steril,” jelasnya.

Sedangkan aktivitas sosial tidak berisiko.

“Makan bareng, tidur bareng, berenang bareng, itu enggak akan bisa menularkan HIV,” ujarnya.

Ajakan Edukasi untuk Masyarakat

Dalam sesi edukasi, ia juga menunjukkan berbagai contoh kontak fisik yang aman sambil mengatakan, “Aman. Aman banget. Asal jangan pakai nafsu ya.”

Sebelum menutup, Hages memberi pesan kuat untuk masyarakat:

“Kalian mainnya kurang jauh. Yuk belajar lagi dan tambah edukasinya tentang HIV. Cari tahu fakta tentang HIV itu sendiri. Terima kasih.”

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko

Tags: AIDSARVedukasi HIVfakta penularan HIVHagus BudimanHIVkesehatanmitos HIVpenyintas HIVstigma HIV

Related Posts

Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Next Post
Prediksi susunan pemain laga Timnas Indonesia vs Filipina di ajang SEA Games 2025 pada hari Senin (8/12/2025). /Foto: Instagram @timnasindonesia.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-22 vs Filipina SEA Games 2025: Ujian Perdana Garuda Muda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.