Malang, Tugumalang.id – UIN Maliki Malang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) Penguatan Moderasi Beragama yang digelar selama enam hari, mulai 17 hingga 22 November 2025. Pelatihan ini menghadirkan para fasilitator berpengalaman, di antaranya Dr. KH. Marzuki Wahid, Prof. KH. Fawaizul Umam, serta Ning Dr. Iklila, yang menyampaikan materi penguatan moderasi dengan metode variatif, komunikatif, dan menyenangkan.
Kegiatan ini dirancang untuk memperluas pemahaman peserta tentang moderasi beragama melalui pendekatan analisis gunung es. Seperti halnya gunung es yang sebagian besar massanya tersembunyi di bawah permukaan, berbagai persoalan sosial, termasuk yang berkaitan dengan keagamaan, kerap berakar pada lapisan yang tidak tampak.
Baca juga: UIN Maliki Malang Gelar Retreat Pimpinan 2025 di Poltekad Batu, Bahas Sinergi dan Kepemimpinan Strategis
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak melihat lebih dalam, tidak hanya pada gejala permukaan, tetapi juga pada nilai, pola pikir, serta faktor-faktor yang membentuk persepsi beragama di tengah masyarakat.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan penguatan teoretis tentang moderasi beragama dan analisis sosial, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan aplikatif untuk memanfaatkan perangkat analisis gunung es dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Para peserta merupakan calon trainer yang diharapkan mampu mendiseminasikan pengetahuan dan keterampilan tersebut di lingkungan UIN Maliki Malang.
Baca juga: UIN Maliki Malang Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Tlogowaru dengan Tema Qaryah Thayyibah
Proses pelatihan juga diperkuat melalui diskusi interaktif dan studi kasus yang relevan, sehingga peserta dapat mempraktikkan langsung metode analisis gunung es dalam konteks isu sosial aktual.
Pendekatan ini bertujuan mengoptimalkan kapasitas peserta sebagai agen perubahan yang responsif dan solutif.
Dr. Iklila memaparkan tahapan-tahapan dalam analisis gunung es secara sistematis, antara lain:
Event
Pola dan tren
Struktur sistem
Mental model
Penjelasan disampaikan dengan penekanan pada kata kunci untuk memudahkan pemahaman peserta, kemudian diperkuat dengan contoh kasus sebagai bentuk implementasi teori agar pemahaman semakin utuh dan komprehensif.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya menguasai konsep moderasi beragama, tetapi juga memiliki kompetensi untuk mentransfer ilmu tersebut kepada masyarakat luas.
Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran trainer moderasi beragama di Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih toleran dan menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan peka terhadap dinamika sosial. Melalui pelatihan semacam ini, diharapkan peserta mampu tampil sebagai agen perubahan yang efektif.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat moderasi beragama serta membentuk masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berbudaya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
redaktur: jatmiko


















